
Vano mengajak Dina ke kelasnya. Vano memakan makanan yang dibawakan Dina tadi.
Riyan di kantin mendengar bisik bisik dari orang di sekitarnya, bahwa Vano membawa cewek ke kelasnya dengan menggandeng tangan nya. Riyan langsung buru buru kembali ke kelas.
"Ooh ternyata kamu Din, kirain siapa", ucap Riyan ikut duduk bersama.
"Kenapa kak?", tanya Dina
"Gk apa-apa, mending aku keluar daripada jadi obat nyamuk", Riyan berjalan keluar kelas. Kini di dalam kelas hanya ada Vano dan Dina.
"Bagaimana kalau kita membuat ruang kelas jadi berdebar?", Vano tersenyum licik sambil mendekati Dina, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Dina. Tapi Dina langsung berdiri
"Mas ini di kelas, nanti kalau ada yang lihat gimana?", Dina
"Gk apa-apa sayang gk akan ada yang tahu kok", Vano
Vano kembali mendekatkan wajahnya lagi ke wajahnya Dina, Vano sudah fokus ke bibir Dina dan cup, Vano mencium Dina.
Ketika Puput hendak masuk ke kelas, dia sampai di depan, dia melihat Vano dan Dina sedang berciuman dari jendela.
Puput melihat tersebut langsung geram dan mengepalkan tangannya.
"Awas saja nanti", Puput langsung pergi, tidak jadi masuk.
Vano menyudahi ciuman nya.
"Ayo aku ajak kamu keliling disini", Vano
"Iya", jawab Dina
Vano menggandeng tangan Dina keluar kelas untuk keliling sebentar, semua orang melihatnya sedikit heran, baru kali ini melihat Vano menggandeng tangan cewek. Karena Vano terkenal sangat dingin terhadap cewek.
"Ayo kita pulang, tunggu disini aku akan mengambil motor ku dulu", Vano mengajak Dina pulang
"Iya mas", jawab Dina
Mereka berdua telah sampai di rumah. Vano hanya menurunkan Dina saja. Vano langsung pergi lagi karena dia harus latihan balapan.
Dina masuk kamar merebahkan tubuhnya. Dia mendapatkan pesan dari Mila kalau dia sama Fina akan main ke rumahnya besok.
__ADS_1
Hari sudah mulai gelap Vano baru pulang.
"Vano sini duduk sebentar", ucap papa
"Kenapa pa?", Vano
"Kapan kamu pensiun dari balapan? kamu gk kasian sama Dina harus sendirian terus, dan juga kapan kamu mengambil alih perusahaan kami?", ucap papa
"Gk tahu pa, aku masih suka balapan, aku memikirkan nya lagi", Vano langsung pergi masuk ke kamar. Vano melihat Dina sudah tertidur. Dia pergi mandi terlebih dahulu sebelum tidur, setelah itu Vano ikut tidur dengan memeluk Dina.
*****
Keesokan harinya
Vano hari gk ada kelas, jadi dia gk pergi ke kampus. Vano dan Dina sudah berada di ruang makan bersama papa dan mama, kali ini nenek ikut sarapan di ruang tamu.
"Apa boleh kalau teman ku kesini ma?", ucap Dina
"Iya gk apa-apa dong sayang", jawab Dina
Waktu sudah menunjukkan pukul 14:00, temannya Dina datang
Tok tok tok... (suara ketukan pintu)
"Ayo masuk", ucap Dina
Mila dan Fina masuk ke rumah, mereka melihat rumah itu dengan intens.
"Waah .. Rumah loe bagus Din kek istana", ucap Mila
"Ho'oh kek istana", ucap Fina
"Sudah lihatnya, ayo duduk", Dina
Mila dan Fina duduk di ruang tamu, Dina mengambil cemilan dan minuman untuk mereka.
"Mertua loe mana Din kok sepi?", tanya Mila
"Lagi ngurus di perusahaan nya", jawab Dina
__ADS_1
"Kalau nenek loe?", tanya Fina
"Nenek badan nya lemah, jadi harus di kamar terus", jawab Dina
"Terus kalau suami loe dimana?", tanya Mila
"Dia lagi di kamar", jawab Dina
"Panggilin dong", Mila
Dina pergi ke kamar untuk memanggil Vano
"Mas ada teman aku tuh", ucap Dina
"Emangnya kenapa?", Vano
"Kamu harus menemui mereka", Dina
"Males. aku cowok sendiri", Vano
"Kamu panggil saja kak Riyan kesini biar ada teman cowok", Dina
"Iya iya", Vano bangun langsung menelpon Riyan disuruh ke rumah.
Vano ikut keluar dengan Dina menemui temannya.
"Hai kak Vano", ucap Mila dan Fina bersamaan
"Oh hai", Vano
Vano duduk di sampingnya Dina, sudah setengah jam Riyan baru sampai, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Vanoo..", Riyan memanggil Vano
"Eh ada cewek cewek cantik", ucap Riyan ikut duduk bersama
"Dasar mata loe", Vano menampol kepala
nya Riyan
__ADS_1
"Kita main ke belakang yuuk", ucap Dina
Semuanya berdiri dan berjalan menuju belakang rumah.