Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 9


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dina membuka mata ternyata Vano masih tidur, Dina melihat wajah Vano "ternyata suamiku ganteng seperti pangeran yang ada di dongeng", ucap Dina dalam hati.


Dina turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi Dina keluar dari kamar mandi melihat Vano masih tidur, "mungkin dia capek banget" pikir Dina.


Dina ingin membangunkan suaminya tapi niatnya di urungkan, karena melihat suaminya kelihatan capek.


Dina langsung keluar dari kamarnya menghampiri ibunya yang ada di dapur untuk membantu ibunya.


"Nak Vano belum bangun?", tanya ibunya.


"Belum Bu, kelihatan nya mas Vano capek banget, kasihan", jelas Dina.


Dina masih cuti tidak masuk sekolah, hari ini bersiap untuk pindah ke apartemen milik Vano.


Dina dan ibunya sudah mempersiapkan sarapan pagi. "Nak Vano panggil suruh sarapan", suruh ibunya.


"Iya Bu", jawab Dina.


Saat Dina membalikkan badan akan menuju kamarnya tiba-tiba Vano keluar kamarnya sudah selesai mandi juga.


"Mas sarapan nya sudah", Dina.


"Iya", Vano.


Vano dan Dina berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


"Bu yah nanti sore kami akan pindah ke apartemen ku", Vano meminta izin kepada mertuanya.


"Iya nak", jawab mertuanya bersamaan.


Dina hanya diam saja nurut kepada suaminya, dia tidak ingin jadi istri yang durhaka kepada suaminya. Dina ingin menjadi istri yang baik.


Hari telah sore


Vano dan Dina pamit kepada orang tuanya, semua barang sudah dikirim ke apartemen.


"Nak Vano tolong jaga Dina ya.. Dia gadis ceroboh", ibunya.


"Iya Bu, aku akan menjaganya", jawab Vano.


Dina dan ibunya saling berpelukan dengan ayahnya juga.


"Sudah.. jangan nangis, nanti kalau kamu kangen bisa pulang lagi", Vano gk tega melihat Dina menangis.


"Benarkah?", Dina memastikan.


"Iya...", jawab.


Vano dan Dina sampai di apartemen, semua barang sudah ditata rapi. Dina menghampiri Vano yang ada di ruang tamu.


"Apa kamu menerima pernikahan ini?", tanya Dina.


Vano diam saja, Vano melirik ke arah Dina yang terlihat menginginkan jawaban dari Vano.

__ADS_1


"Kalau boleh jujur, aku belum bisa menerima ini semua", jawab Vano.


Hati Dina terasa sakit tapi dia menahannya.


"Tapi aku akan berusaha menerima semua kenyataan ini dan aku akan berusaha menerima keberadaan kamu, karena posisi ku sekarang ini menjadi suami. Aku akan berusaha", jelas Vano.


Sedangkan Dina masih terdiam.


"Aku akan bertanggung jawab atas kamu. Aku gk mau seperti yang ada di novel nikah kontrak atau apalah itu pokoknya. Aku akan berusaha menerima kamu", imbuh Vano.


"Sekarang aku belum bisa, tapi aku akan berusaha", sambung Vano lagi.


"Iya aku tahu, juga akan berusaha menjadi istri buat kamu", jawab Dina.


"Aku akan menjalankan tugas sebagai istri seperti istri biasanya", imbuh Dina.


Setelah mereka berbicara masalahnya. Dina membantu pembantunya yang sedang memasak untuk makan malam. Sedangkan Vano berada di kamarnya. Setelah selesai masak Dina memanggil suaminya yang ada di kamar.


"Mas makan malam sudah siap", kata Dina.


"Iya", jawab Vano.


Dina dan Vano makan malam bersama, Dina melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauknya. Hatinya Vano telah ditutup saat dia ditinggalkan cinta pertamanya. Vano belum bisa mencintai Dina.


Hari ini hari terakhir cuti nya, mereka berdua besok harus beraktivitas seperti biasa.


Vano dan Dina tidur bersama di ranjang tapi tidak melakukan apa-apa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2