Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 12


__ADS_3

Dina sudah memakai pakaian nya dan berniat membangunkan Vano.


"Mas bangun nanti telat", ucap Dina sambil menggoyangkan badannya Vano


Vano pura-pura menggeliat dan mengucek matanya seperti baru bangun. Vano langsung bangun dan mandi terus bersiap. Dina sudah menunggu Vano di bawah. Vano turun terus menghampiri Dina di meja makan. Mereka berdua sarapan pagi bersama.


Mereka berdua telah selesai sarapan, langsung berangkat naik mobil baru. Saat Dina masuk ke dalam mobil, Vano memasangkan sabuk pengaman untuk Dina, jantungnya berdetak kencang saat Vano mendekat dan mata mereka bertemu, Vano mencium bibir Dina sekilas. Dina kaget seperti terhipnotis. Dina hanya diam saja, toh itu haknya Vano seorang suami dan sudah halal.


Akhirnya mereka berangkat, dan seperti biasa Dina diturunkan di tempat biasa.


"Apa uang yang aku kasih kemarin masih?", tanya Vano


"Masih kok mas", Dina


"Kalau sudah habis bilang ya", Vano


"Iya mas", jawab Dina sambil keluar dari mobil


Setelah menurunkan Dina, Vano langsung melajukan mobilnya ke kampus.


Saat Vano sampai kampus, semua mata tertuju padanya. Seorang Vano pecinta motor sekarang naik mobil. Baru kali ini melihat Vano naik mobil nyetir sendiri pula, teman-teman kampusnya heran.

__ADS_1



Puput sudah lama mengincar Vano, dia ingin Vano menjadi miliknya. Vano sekarang dingin banget, saat ada cewek yang ingin dekat dengannya dia mengabaikan semuanya.


Vano berjalan menuju ke kelas


"Bro tumben pakai banget elo naik mobil apalagi nyetir sendiri, ada apakah?", Riyan kepo


Vano hanya diam tidak menanggapi pertanyaan dari Riyan.


-----


Di sekolah. Dina seperti biasa bersama Mila dan Fina terus. Hari ini Rava mencoba mendekati Dina lagi, Rava mendekati Dina dkk yang ada di kantin. Rava memegang Coklat dan bunga mawar langsung menembak Dina


"Maaf ya Rava, sudah aku katakan berkali-kali, aku mau fokus belajar", ucap Dina tegas


"Tapi kamu mau kan tetep temenan sama aku?", tanya Rava


"Iya", jawab Dina cuek


Rava langsung pergi.

__ADS_1


Jam pelajaran telah selesai, waktunya pulang. Dina menunggu Vano di depan gerbang dulu, dilihat tempat yang biasa dia turun terlihat belum ada Vano. Saat Dina di depan gerbang Rave menghampirinya "Kamu nungguin siapa Din?", tanya Rava


"Nungguin angkot", jawab Dina


Saat mobilnya Vano lewat, dia melihat Dina sedang berbicara dengan cowok. Vano berhenti di tempat biasa. Dina menunggu sekolahnya terlihat sepi dan Ravaa juga sudah pergi, baru Dina menghampiri Vano.


Dina masuk mobil


"Cowok tadi siapa?", tanya Vano


"Cuma teman sekelas aku kok mas", jawab Dina


"Kamu jangan dekat-dekat sama dia", suara Vano sedikit mengeras


"Iya mas", jawab Dina.


"Apakah dia cemburu?", ucap Dina dalam hati sambil menahan tawa. Dia senang kalau Vano cemburu, berarti Vano sudah mulai menerima dia.


Akhirnya mereka sudah sampai ke apart dan memakirkan mobilnya. Mereka berdua masuk ke kamar, Dina duduk di sofa sedangkan Vano langsung mandi dan tak butuh waktu lama Vano selesai mandi, Vano keluar dari kamarnya mandi hanya memakai handuk sampai pinggangnya, Vano bertelanjang dada. Dina melihat tubuh Vano pipinya memerah. Kemudian Vano memakai pakaian rapi seperti orang pergi. Dina melihat Vano berpakaian seperti itu


"Mas kamu mau kemana?", tanya Dina

__ADS_1


"Aku ada pemotretan lagi, aku gk akan pulang sampai tengah malam, kamu tenang saja", Vano berusaha meyakinkan Dina


Vano pergi menggunakan motornya lagi


__ADS_2