
Vano dan Dina kembali ke hotel. Mereka berdua ke restoran hotel itu dulu untuk makan malam sebelum masuk ke kamarnya. Setelah makan mereka pergi ke kamarnya. Mereka mandi bergantian.
"Apa kita harus melakukannya sekarang?", ucap Vano mendekati Dina
"Me- melakukan apa", Dina gugup, dia mundur dan terus mundur akhirnya dia terperangkap Vano di dinding.
"Membuat anak", Vano
Sebelum Dina berbicara lagi, Vano sudah membungkam mulut Dina dengan bibirnya. Dina hanya diam saja, belum membuka mulutnya untuk membalas ciuman dari Vano. Vano menggigit bibir Dina agar mau membukanya agar Vano bisa menjelajahi mulut Dina. Akhirnya Dina mau membuka mulutnya dan membalas ciuman dari Vano. Ciuman mereka semakin panas dan Dina juga terbuai permainan Vano, dia pasrah saja.
Vano mulai turun menciumi leher Dina dan tangannya mulai masuk ke dalam bajunya Dina. Masih dalam keadaan berciuman mereka melangkah sedikit demi sedikit ke tempat tidur. Vano membaringkan tubuh Dina, posisi Vano berada di atas tubuhnya Dina. Vano membuka bajunya Dina dan bajunya sendiri, hingga kini mereka berdua sudah telanjang tanpa sehelai benang pun.
Tangan Vano sangat suka bermain di buah dadanya Dina. Vano dan Dina sudah menyatukan tubuhnya, mereka sudah lelah dan menyudahi nya. Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina, dia mencium keningnya dan memeluknya.
"Terima kasih sayang", ucap Vano
"Iya mas", jawab Dina membalas pelukan dari Vano.
"Tidur lah besok kita akan jalan-jalan lagi, aku akan membawa mu ke suatu tempat", Vano
"Iya", Dina
Mereka memejamkan matanya dan langsung tertidur dengan saling berpelukan. Romantis bukan?
_____
Keesokan harinya
Vano membuka matanya, dia mendapati Dina masih tidur. "Dia lucu sekali saat tidur", ucap Vano dalam hati sambil tersenyum.
"Sayang ayo bangun, kita akan jalan-jalan lagi", Vano
Dina membuka matanya, tiba-tiba Vano menggendongnya ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mas ngapain?", tanya Dina
"Ayo mandi bareng", Vano
"Gk, kamu mandi duluan", Dina gk mau karena malu
"Gk usah malu, aku sudah melihat tubuh mu semuanya. Aku gk akan macam-macam kok", Vano menurunkan Dina di kamar mandi. Mereka berdua mandi bersama dan Vano menetapi omongannya untuk tidak berbuat apa-apa.
Vano menyuruh Dina keluar dulu saat selesai mandi. Sedangkan Vano masih mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menenangkan junior nya. Dia pria normal, melihat tubuh istrinya junior nya bangun. Vano selesai mandi dan ganti pakaian kemudian Vano keluar dari kamar mandi.
"Kenapa mas?", tanya Dina
"Tidak apa-apa, ayo", jawab Vano. Dia tidak ingin Dina tahu, kalau sampai Dina tahu pasti akan menertawakan dirinya.
Vano dan Dina keluar dari kamarnya menuju restoran dulu untuk sarapan. Setelah sarapan mereka langsung pergi. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Mereka berdua masuk ke mobil.
"Hari ini kita akan kemana?", tanya Dina
"Kita ke pantai yang paling indah di negara S ini, apa kamu mau?", Vano
Mereka berdua akhirnya sampai di pantai. Mereka berdua turun dari mobil. Dina tidak ingin basah bajunya, dia ingin menikmati angin kencang saat itu.
"Apa kamu ingin lihat bakat ku yang tidak pernah kamu lihat?", Vano
"Kamu punya bakat apa lagi?", tanya Dina penasaran
"Kamu disini saja yaa.. Cukup kamu lihat aku saja", Vano pergi menyewa papan selancar, dia juga sudah memakai pakaian renang.
"Ooh kamu mau main selancar?, Oke aku akan melihat mu dari sini", Dina.
Vano langsung pergi ke laut dan memperlihatkan bakat aksi main selancar nya kepada Dina.
__ADS_1
Dina melihat suaminya dari kejauhan merasa sangat beruntung mempunyai suami yang sempurna menurutnya. Tidak hanya kaya dan tampan, dia punya berbagai macam bakat.
"Suami siapa ciih kok tampan gitu, ya suami aku lah", Dina berbicara sendiri.
Setelah beberapa menit Vano kembali menghampiri Dina.
"Gimana?", tanya Vano
"Kamu terlihat sangat keren", jawab jujur Dina
"Kamu baru sadar kalau aku keren?", Vano
"Hehehe", Dina tertawa
Vano pergi dulu ke toilet untuk ganti pakaian, kemudian menghampiri Dina lagi. Dina suka dengan pantainya tapi dia tidak ingin bajunya basah. Vano tidak ingin memaksa Dina untuk bermain air, dia takut kalau Dina akan marah, jadi dia tidak memaksa Dina.
Vano menggandeng tangan Dina jalan-jalan di tepi pantai. Hari semakin sore mereka masih disana ingin menyaksikan matahari tenggelam. Saat momen itu Vano mencium Dina dengan lembut.
"Mas nanti ada orang bagaimana?", Dina
"Gk kok, lihat saja sekeliling gk ada orang", jawab Vano
"Mas aku lapar", Dina
"Ya sudah ayo", Vano menggandeng tangan Dina sampai ke mobil, mereka masuk ke mobil dan melajukannya. Mereka berdua telah sampai di restoran mewah, Dina makan apa saja doyan, dia tidak pernah pilih-pilih makanan. Mereka berdua duduk dan memesan makanan. Saat makan tidak ada pembicaraan apa-apa. Setelah selesai mereka pergi ke hotel lagi. Di perjalanan menuju kembali ke hotel, Dina ketiduran. Mereka sampai di depan hotel, Vano menggendong Dina ala bridal style sampai ke kamarnya. Ketika Vano menggendong Dina masuk hotel melewati tempat resepsionis
"Wow.. Suami idaman, dia menggendong istrinya yang tertidur", kata resepsionis
"Aku pengen deh punya suami seperti itu", kata resepsionis yang satunya lagi
Vano masuk ke kamar dibantu staff hotel. Vano meletakkan Dina di ranjang kemudian dia pergi untuk mandi sebelum tidur. Setelah mandi Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina.
__ADS_1
"Kenapa sudah tidur sih, jadi gemes. Kita belum melakukan sesuatu", Vano berbicara sendiri. Dia mencium keningnya Dina dan memeluknya, Vano langsung tertidur.