
Pelayan itu memasukkan obat ke minuman nya Vano, Sang pelayan menaruh minuman itu di meja depan Vano duduk. Vano mengambil minuman itu dan meneguknya tanpa ada rasa curiga.
Tak lama pun obat itu sudah mulai bereaksi, Vano terasa sedikit pusing dan tubuhnya terasa panas.
"Van loe kenapa? loe mabok? kan loe minum air putih?", Riyan menepuk nepuk pipinya Vano biar sadar. "Ini pasti sudah dicampur obat minum Vano", ucap Riyan dalam hati.
"Kak manager, aku bawa Vano pulang dulu, dia mabok", Riyan membantu Vano berdiri
"Katanya tadi gk mau minum?", manager
"Dia salah minum", Riyan ngeles
"Ya sudah bawa pulang", ucap manager
Riyan membawa Vano keluar dari club, Jessica menghampiri mereka ketika masih di depan club.
"Vano kenapa?", Jessica pura-pura tanya
"Bukan urusan loe", jawab Riyan
"Gue bantuin ya, bawa ke hotel aja gimana?", Jessica
__ADS_1
"Pasti ulah cewek gatel ini. Oke gue ikut main, sabar ya Van ini demi loe, loe tahan dulu ya", ucap Riyan dalam hati
"Oke bawa Vano ke hotel", jawab Riyan
Mereka bertiga masuk ke dalam mobilnya Vano pergi ke hotel, mereka memasuki kamar dan membaringkan Vano di ranjang.
"Vano kenapa sampai begini?, Jessica
"Ada yang sengaja menaruh obat diminuman nya Vano, gue mau telpon dokter untuk kesini", jawab Riyan
"Gue pernah baca novel, jika ada orang minum obat perangsang itu tidak obatnya selain memenuhi gairahnya, gue mau kok memenuhinya, asal Vano gk kenapa-kenapa", Jessica mencoba membodohi Riyan
Riyan sudah siap semuanya. Sebenarnya sebelum Riyan membawa Vano keluar dari club, Riyan menelpon seseorang untuk menyelidiki di club itu. Saat tadi mereka bertiga sampai di depan hotel baru keluar dari mobil, Riyan mendapatkan pesan dari seseorang yang disuruh untuk menyelidiki tadi. Dan menyuruhnya untuk melaporkan nya ke polisi.
Riyan keluar dari kamar itu, polisi sudah sampai di depan hotel dan bergegas ke kamar yang di informasikan.
Di kamar, Jessica sudah membuka bajunya tinggal BH nya, sedangkan bajunya Vano belum dibuka Jessica. Tiba-tiba pintu terbuka, polisi langsung masuk dan menangkap Jessica. Dia tertangkap polisi dengan keadaan pakai BH saja, malunya pasti sampai ubun-ubun, bayangkan 😂. Seorang Jessica yang tertangkap polisi dengan keadaan memalukan.
Riyan juga menelpon Dina untuk segera ke hotel. Dina datang dengan naik taksi. Dina sangat khawatir dengan Vano, sampai dia masuk ke hotel dengan berlari.
Riyan masih stay di depan kamar menunggu Dina datang, akhirnya Dina sampai
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya?", tanya Dina
"Tidak akan kenapa-kenapa, asal kamu bisa memenuhi birahinya", jawab Riyan sedikit tertawa
"Maksudnya?", Dina masih bingung
"Aku sudah bertanya kepada dokter, pokoknya harus memenuhi birahinya, kamu masuk saja kasian Vano", Riyan mendorong Dina masuk ke kamar
"Terima kasih kak sudah membantu Vano", ucap Dina tulus
"Iya, aku sudah menganggap Vano saudara sendiri", jawab Riyan.
Riyan adalah teman baiknya Vano, bisa diandalkan, setia, dan sebagai saudara Vano, karena dia sudah berteman dengan Vano yang cukup lama. Riyan berteman dengan Vano sejak SMA.
Riyan menutup kamar itu langsung pergi dan pulang naik taksi, karena tadi dia membawa mobilnya Vano.
Di kamar, Dina mendekati Vano yang terbaring dan merengek. Tiba-tiba tangan Dina ditarik ke pelukannya.
"Dina bantu aku", ucap Vano belum sadar dari obatnya. Obat semakin bereaksi.
Sebelum Dina ngomong Vano membungkam mulut Dina dengan mencium bibir Dina dengan sedikit rakus karena efek dari obat itu. Vano mulai membuka bajunya dan membuka bajunya Dina, kini mereka sudah tidak memakai baju apapun. Dina hanya diam pasrah, karena ini demi Vano agar tidak kenapa-kenapa. Vano menyatukan tubuhnya dengan Dina, dia mulai kelelahan dan menyudahi nya. Vano langsung tertidur di samping Dina. Dina memeluk Vano dan juga ikut tertidur.
__ADS_1