Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 25


__ADS_3

Hari-hari sudah dilewati, jadwal balapan Vano tinggal 2 hari lagi. Semua persiapan sudah disiapkan. Vano dan Dina berniat mengunjungi ibu nur dan ayah Arif orang tuanya Dina untuk meminta do'a dari mereka.


Vano dan Dina tiba di rumahnya Dina. Mereka berdua masuk dan duduk bersama.


"Silahkan duduk nak Vano biar ibu buat minuman dulu", Ibu Nur. Dina ikut pergi ke dapur membantu ibunya.


Sedangkan Vano duduk bersama ayah Arif. Tak lama ibu Nur dan Dina sudah selesai membuat minuman ikut gabung duduk bersama.


"Ayah Ibu.. Emm.. Saya kesini mau ngomong sesuatu. Saya mau minta do'a dari kalian agar Vano selamat tidak terjadi apa-apa dan agar Vano dapat juara 1. Vano akan balapan di negara S", ucap Vano menundukkan kepalanya


"Iya tidak apa-apa nak Vano, kami berdua mendukung kamu dan selalu mendoakan kamu, asal kamu tidak kenapa-kenapa. Kami tahu resiko balapan itu sangat besar", ucap ayah Arif


"Iya nak Vano, kamu tidak harus dapat juara 1 yang penting keselamatan kamu", Ibu Nur


"Terima kasih ayah ibu", ucap Vano sambil tersenyum


"Ayah Ibu kami kesini hanya sebentar, habis ini kami akan pergi ke rumah mama papa", ucap Dina


"Kok gk nginap saja?", ucap ibu Nur


"Kapan-kapan saja bu, kami akan pergi 2 hari lagi ke negara S, aku takut mas Vano capek", ucap Dina


"Ooh gitu, ya sudah hati-hati yaa. Jaga suami mu jangan sampai sakit", pesan ibunya


"Iya Bu. ya sudah kita pamit dulu", Dina


Vano dan Dina menyalami tangan mereka.


Mereka naik mobil dan melakukannya ke rumah mama papa.


Mereka berdua telah tiba


Tok tok tok...


Kebetulan keluarga Vano di rumah semuanya karena hari ini hari minggu, waktunya istirahat di rumah.

__ADS_1


Mamanya membuka pintu langsung memeluk Dina "Ayo sayang masuk", ucap mama Nita


"Mah kok Vano diabaikan?", Vano merengut


"Gk kok", mamanya memeluk Vano


Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu, ada nenek dan juga mama papa.


"Paa Maa Nek, Vano kesini cuma sebentar. Vano mau minta do'a dari kalian semuanya, Vano sebentar lagi akan tanding balapan di negara S, 2 hari lagi. Doakan Vano agar selamat tidak terjadi apa-apa dan agar dapat juara 1", ucap Vano


"Iya Van kami akan mendoakan kamu", ucap Papa Rizky


"Mama akan mendoakan kamu, tapi janji satu hal, jangan sampai kecelakaan", ucap mama Nita


"Vano gk tahu lah maa", Vano


"Pokoknya kamu jangan sampai kecelakaan titik", ucap mama Nita


"Iya akan Vano usaha kan", jawab Vano


"Kapan kamu berhenti balapan dan mengambil alih perusahaan orang tua mu Vano?", ucap Neneknya


Vano kembali menundukkan kepalanya.


"Vano masih ingin balapan nek, tolong ngertiin aku", jawab Vano


"Apa kamu tidak memikirkan resikonya?", suara nenek mengeras


"Iya Vano tahu resikonya", jawab Vano


"Kamu itu penerus perusahaan satu-satunya, kamu juga sudah punya istri. Apa kamu tidak memikirkan Dina juga? Nanti kalau kamu terjadi apa-apa gimana? nanti Dina jadi janda gimana? Hiks..", Neneknya sedih memikirkan nya.


"Kenapa nenek ngomong gitu sama cucu sendiri", ucap mama Nita


"Do'a dari kalian pasti Vano tidak akan kenapa-kenapa", ucap Vano sambil memegang tangan Dina

__ADS_1


"Aku akan mendoakan kamu kok mas, aku akan menyemangati kamu disana nanti", ucap Dina


"Terima kasih sayang", ucap Vano sambil tersenyum


Mereka berbincang bincang lumayan lama.


"Kami pamit pulang dulu, kami gk bisa nginap hari ini", ucap Vano


"Iya hati-hati nak", ucap papa Rizky


Dina memeluk nenek, mama, dan papa juga, Mereka berdua langsung pergi pulang.


Mereka berdua tiba di apart pergi ke kamar, Dina mandi sedangkan Vano duduk di sofa menunggu Dina selesai. Setelah Dina selesai mandi dan ganti pakaian, kini gantian Vano yang mandi.


Mereka makan malam bersama. Setelah mereka makan malam, mereka berdua masuk ke kamar. Dina ganti pakaian tidur, Vano melihat bagian atas bajunya Dina terlihat belahan dadanya Dina membuat Vano ingin.


Dina membaringkan tubuhnya, Vano masih berdiri melihat dadanya Dina yang sedikit terbuka. Tanpa basa-basi Vano mengunci tubuh Dina dibawahnya, posisi Vano berada di atas Dina.


"Mas mau ngapain", tanya Dina kaget


"Aku ingin memakan mu", Vano


"Mas lupa? aku kan masih datang bulan", jawab Dina


"Terus selesai nya kapan?", Vano turun dari tubuhnya Dina kemudian berbaring di sampingnya.


"Mungkin 3-4 hari lagi", ucap Dina


"Tapi kalau yang itu bisa kan?", menunjukan buah dada milik Dina


"Hmm..", jawab Dina


Vano langsung mencium bibir Dina, Dina pun membalasnya. Vano mencium Dina dengan panas sambil meremas buah dadanya Dina. Vano juga menciumi leher Dina dan meninggalkan jejak kepemilikannya.


Vano menyudahi permainannya. Mereka berpelukan sampai tertidur.

__ADS_1


__ADS_2