
"Gue juga pulang deh, gue ajak Nathalia kapan-kapan aja", Riyan pergi meninggalkan Cafe
Vano sudah sampai di tempat biasa menjemput Dina, akhirnya Dina berjalan keluar dari gerbang dan menghampiri Vano. Dina merasa ada seseorang yang mengikuti dia, saat dia berbalik badan untuk memastikan apakah ada yang mengikuti dia, tapi tidak ada. Dina terus berjalan dan sampai di hadapan Vano.
"Mas tadi rasanya aku diikuti seseorang, tapi saat aku berbalik gk ada orang, aneh gk sih?", ucap Dina
"Hmm.. mungkin cuma perasaan mu saja", Vano
Dina naik ke motor dan pulang. Seseorang itu mengintip yang tak jauh dari tempat itu. "Akan aku beri foto-foto ini ke Chika", ucap orang tadi yang mengikuti Dina.
Vano dan Dina sudah sampai apart dan menurunkan Dina di depan.
"Aku akan sibuk lagi, maafkan aku sayang", ucap Vano sambil mengusap rambutnya Dina
"Iya gk apa-apa Mas, aku ngertiin kamu, hati-hati di jalan ya", Dina sambil tersenyum
"Iya terima kasih", Vano mencium bibir Dina sekilas
Vano menghidupkan kembali motornya dan langsung pergi meninggalkan Dina sendirian. Kemudian Dina masuk ke kamar ganti pakaian, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di sofa.
"Begini nasib istri dari seorang pembalap", Dina menghela nafas dan tertidur di sofa
Hari semakin gelap waktunya makan malam.
Tok tok tok ... (suara ketukan pintu kamar Dina)
__ADS_1
Dina menggeliat dan membuka matanya ternyata sudah malam.
"Non makan malam sudah siap", ucap bi Minah dari luar pintu kamar
"Iya bi", jawab Dina
"Kenapa mas Vano belum pulang", gumam Dina melihat jam sudah waktunya makan malam.
Dina keluar dari langsung ke meja makan.
"Bi, mas Vano belum pulang ya?", tanya Dina pada bi Minah
"Kelihatannya belum non, soalnya saya belum melihat den Van", jawab bi Minah
"Ooh gitu ya Bi", Dina sedikit tidak semangat
Vano masuk dan mendapati Dina sedang tertidur di sofa.
"Apakah dia menunggu ku?", gumam Vano
Vano mengangkat Dina dan pergi masuk ke kamar, Vano meletakkan Dina di ranjang. Dia menatapi Dina intens
"Kasihan sekali ini, pasti dia lelah dan bosan sendirian disini", gumam Vano
Vano pergi mandi terlebih dahulu sebelum tidur biar lebih nyaman tidurnya. Vano membaringkan tubuhnya dan mengecup kening Dina. "Selamat malam sayang", ucap Vano memeluk Dina dan dia langsung tertidur.
__ADS_1
_____
Keesokan harinya
Dina membuka matanya dan bangun. Posisi masih duduk di ranjang.
"Kenapa aku bisa disini? bukannya aku tadi malam di ruang tamu?", Dina mengoceh sendirian
Vano merasa terganggu dengan ocehan Dina dipagi hari, dia membuka matanya dan dia juga mendengar apa yang dikatakan Dina.
"Ya bisa lah, aku yang memindahkan kamu tadi malam", ucap Vano
"Mas pulang jam berapa?, aku merasa kesepian tauuk", Dina cemberut
"Maaf sayang, gimana nanti kamu ikut aku aja", Vano
"Ide bagus aku suka", Dina tersenyum lebar
Dina dan Vano mandi bergantian dan mereka berdua sudah bersiap seperti biasa. Mereka keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan untuk sarapan dulu.
"Mas nanti naik mobil aja ya", Dina
"Iya sayang", jawab Vano
Mereka berdua selesai sarapan langsung berangkat. Vano mengantar Dina sekolah dan diturunkan ke tempat biasanya. Di tempat itu ada seseorang yang sudah siap mengintip Dina. Dina turun dari mobil dan berjalan kaki menuju sekolahnya.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa yang sering mengantar Dina naik mobil? kemarin kemarin di depan gerbang sekarang di tempat ini? Apa dia Vano?", ucap seseorang itu
Siapakah orang itu?