Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 28


__ADS_3

Vano naik ke podium untuk menerima piala



"Terima kasih atas dukungan dan doa dari kalian semua, terutama fans, manager aku, dan keluarga aku tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa. Terima kasih", Vano


"Dan terima kasih kepada seseorang yang selama ini selalu menemani aku, seseorang yang aku cintai", sambung Vano


Dina melihat Vano dari monitor di camp senyam senyum sendiri. Dina tidak bisa mendekat ke suaminya. Dia hanya bisa menunggu Vano di camp.


Setelah Vano turun dari podium, disana Vano langsung dikerubungi wartawan dan fans lagi. Saat ada wartawan bertanya


"Siapa seseorang yang beruntung yang anda cintai?", tanya wartawan


"Apakah pacar anda atau siapa?", ucap wartawan lain


Vano berjalan terus ke camp tanpa menghiraukan wartawan dan tanpa menjawab pertanyaan dari wartawan. Vano menanggapi mereka hanya dengan senyuman. Biar dikira gk sombong.


Jessica mendengar hal tersebut sangat geram, dia mengepalkan tangannya.


"Siapa pun itu aku gk peduli. Pokoknya Vano hanya milik ku", ucap Jessica.


***


Semuanya telah selesai, semua orang telah bubar. Penonton dan para wartawan yang ada di circuit sudah mulai bubar. Team Vano kembali ke hotel. Riyan dan teamnya Vano akan langsung pulang ke negaranya, agar tidak menggangu honeymoon mereka.


Riyan telah kembali ke negaranya.


Sedangkan Vano dan Dina masih di negara S. Vano hari ini sangat lelah sekali, dia membaringkan tubuhnya di ranjang. Dina menyiapkan air hangat di bathub agar digunakan Vano untuk berendam, biar lebih nyaman dan fresh, menghilangkan kepenatan Vano.


"Mas airnya sudah aku siapkan", Dina keluar dari kamar mandi

__ADS_1


"Iya", Vano berjalan sedikit lemas ke dalam kamar mandi


"Aku akan membantu mu", ucap Dina mencoba membantu Vano


"Kamu mau mandi bareng?", Vano


"Gk.. Aku cuma mau membantu kamu masuk ke kamar mandi saja kok", Dina


"Beneran?", Vano


"I iya", jawab Dina


Vano masuk ke dalam kamar mandi dibantu Dina, Vano berendam tidak terlalu lama dan Vano selesai mandi. Vano juga sudah ganti pakaian tidur. Kini giliran Dina yang mandi, tak butuh waktu lama Dina selesai mandi dan ganti pakaian.


Saat Dina keluar dari kamar mandi, Vano sudah ketiduran.


"Mungkin dia hari sangat lelah sekali", gumam Dina.


_____


Keesokan harinya


Vano bangun terlebih dahulu dan pergi mandi sekalian. Setelah Vano mandi dia memesan makanan untuk sarapan.


"Sayang.. ayo bangun, aku akan membawa mu ke suatu tempat", ucap Vano


Dina menggeliat dan membuka matanya, dia bangun dan pergi ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama Dina selesai mandi dan ganti pakaian. Makanan yang dipesan Vano sudah sampai di kamarnya. Mereka sarapan bareng.


"Mas nanti kita akan kemana?", tanya Dina


"Kita akan jalan-jalan, kita tidak pernah berkencan kan?. Jadi ayo kencan dan buat anak", ucap Vano

__ADS_1


"Aku kan masih sekolah mas, nanti kalau aku hamil saat sekolah gimana?", Dina


"Kamu kan 2 bulan lagi akan lulus, gk apa-apa kalau hamil. Kalau kuliah hamil juga tidak apa-apa. Ayo buat anak dan kasih cucu kepada orang tua kita, pasti mereka akan senang", jelas Vano


Dina membayangkan punya anak dan orang tua mereka sangat senang.


"I iya mas", jawab Dina sedikit pelan


"Nah gitu dong terima kasih sayang, I LOVE YOU", Vano tersenyum mendekati Dina dan memeluknya.


"I LOVE YOU TOO", Dina menjawabnya


Vano dan Dina keluar dari hotel untuk jalan, Vano sudah memesan mobil pribadi untuk kencan tanpa ada sopir yang mengganggu.


Vano mengajak Dina keliling di kota negara S, Dina melihat ada taman yang indah.


"Mas ayo kesana", Dina menunjukkan taman itu.


"Siap sayang", Vano.


Vano menghentikan mobilnya di tempat parkir taman itu.


Dina terlihat sangat senang.


"Mas belikan itu", Dina menunjukkan balon yang terlihat lucu


Vano membeli balon untuk Dina, setelah itu Dina juga melihat Boneka lucu


"Mas aku mau itu juga", Dina menunjukkan boneka.


__ADS_1


Dina terlihat sangat bahagia. Setelah dari taman Vano mengajak kembali ke hotel karena hari sudah semakin gelap.


__ADS_2