Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 34


__ADS_3

Keesokan harinya


Vano membukanya matanya, dia bingung melihat sekeliling.


"Kenapa aku ada disini?", Vano tidak mengingat kejadian semalam. Dia hanya ingat saat di club minum air kepalanya terasa pusing.


Dina merasa terganggu dengan Vano yang tadi hanya ngoceh sendirian, Dina terbangun dari tidurnya.


"Kenapa mas?", tanya Dina.


"Kenapa kita ada disini? apalagi kita telanjang?", Vano masih bingung


Dina menceritakan semua kejadian semalam. Vano mendengar hal itu sangat marah. Dia langsung menelpon papanya


"Halo", suara papanya di telpon


"Paa tolong bantu Vano bereskan keluarga nya Jessica sekarang juga", Vano


Panggilan berakhir.


Saat itu juga perusahaan keluarga Jessica bangkrut, sedangkan Jessica masih di penjara.


Vano dan Dina sudah mandi dan ganti pakaian. Pakaian yang sudah dibelikan seseorang suruhan Vano. Mereka keluar dari hotel dan pergi mencari restoran untuk sarapan. Mereka sudah sampai di restoran mewah, mereka memesan ruangan VIP agar tidak ada orang yang tahu. Mereka masuk dan memesan makanan. Tak lama pun makanan mereka sudah siap.


"Mas kamu harus terima kasih sama kak Riyan", ucap Dina


"Iya nanti kalau ketemu sama Riyan", jawab Vano

__ADS_1


Sekarang hari minggu, sekolahnya Dina libur dan Vano kuliahnya juga libur. Setelah mereka sarapan dan pergi meninggalkan restoran. Mereka pergi pulang ke rumah Dina.


Vano dan Dina duduk di ruang tamu, ibunya menghampiri mereka.


"Nak Vano kamu tidak apa-apa? Semalam ada apa?", ibunya Dina tidak tahu apa yang terjadi.


"Tidak apa-apa kok bu, cuma mabok dan Dina saya suruh kesana nemenin di hotel", Vano tidak ingin ibunya Dina tahu, nanti akan khawatir tentang Dina, takut dipisahkan oleh orang tuanya


"Iya Bu mas Vano tidak apa-apa kok", Dina mencoba meyakinkan ibunya


"Ya sudah lain kali jangan minum terlalu banyak", ucap ibu kepada Vano


Ayahnya Dina baru pulang dari kebun, sedangkan adeknya Dina sedang bermain di luar dengan teman tetangganya. Ayahnya ikut duduk di ruang tamu.


"Ayah ibu, kami akan pulang nanti malam", ucap Vano


"Iya nak", jawab ibu dan ayah bersamaan


"Iya Bu", jawab Dina


Sedangkan Vano hanya mengangguk.


Ibunya pergi ke dapur dibantu Dina memasak.


Vano dan ayah masih duduk di ruang tamu.


"Yah kalau gitu Vano masuk kamar dulu ya, mau membereskan barang-barang ke koper", ucap Vano

__ADS_1


"Iya silahkan nak", jawab ayah


Vano berjalan pergi masuk ke kamar, Vano melipat bajunya dan baju milik Dina dimasukkan ke dalam koper. Dia menyisakan satu ganti pakaian masing-masing untuk nanti sore setelah mandi. Vano sangat perhatian dan pengertian, dia adalah suami idaman setiap wanita. Tanpa disuruh dia tahu apa yang harus dilakukan.


Makan siang telah siap. Dina pergi ke kamar memanggil Vano, sedangkan ibunya memanggil Farel yang masih bermain di luar.


Vano, Dina, Ayah sudah duduk di ruang makan tinggal menunggu ibu dan Farel. Tak lama pun Ibu dab Farel masuk dan duduk di ruang makan. Mereka makan siang bersama, saat makan tidak ada pembicaraan apapun.


Setelah makan Vano dan Dina pergi ke ruang tamu lagi nonton TV. Ayah dan ibu pergi ke kebun lagi, farel juga ikut mereka pergi ke kebun. Kini di rumah hanya ada Vano dan Dina.


Vano berbaring di sofa, Dina duduk di lantai.


Posisinya seperti ini. Bayangkan yang cowok itu Vano. Karena yang digambar bukan Vano yaa, tapi yang cewek itu Dina.



Vano tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke leher Dina, dia mencium leher Dina. Dina merasa geli.


"Mas jangan disitu", ucap Dina


"Terus dimana? di itu?", mata Vano menunjukkan ke buah dadanya Dina


"Aah jangan", Dina menutup dadanya dengan tangan menyilang.


"Ya sudah kalau gitu di leher ya, kalau kamu nolak, kamu akan berdosa gara-gara menolak permintaan dari suami", ucap Vano.


Dina belum menjawab, Vano langsung menciumi leher Dina. Itu sudah menjadi candu. Vano meninggalkan jejak kepemilikannya sangat banyak dilehernya.

__ADS_1


"Kok banyak sih bekas c*pang nya", Dina mengaca dan melihat lehernya begitu banyak bekas c*pang dari Vano.


Vano terkekeh melihat Dina berusaha menyembunyikan bekas c*pang dengan cream. Dina terlihat lucu menurutnya.


__ADS_2