
Hari ini adalah hari Vano balapan. Vano sudah mempersiapkan diri dengan matang.
Vano datang sendiri ke camp cirkuit tempatnya. Disana staff dan managernya sudah berada di camp.
Vano terlihat sedang santai menunggu waktunya.
Tempat duduk penonton sudah mulai penuh. Dina dkk baru sampai ke tempat duduk penonton. Dina teringat pesan ibunya kemarin.
"Gimana caranya kesana? camp nya saja banyak penjaganya", Dina memikirkan sesuatu dalam hati.
"Eh guys gue mau ke toilet dulu yaa.. mau pipis, kebelet gue nanti takutnya ngompol disini", alasan Dina kepada temannya.
"Ya sudah sana", jawab Fina.
Dina berjalan keluar mondar mandir dan akhirnya memberanikan diri ke camp Vano.
Dina punya ide, Dina akan datang ke camp lewat belakang. Dibelakang pun ada penjaganya. Dina gk bisa masuk, karena gk boleh ada orang yang sembarangan masuk ke camp.
Dina berteriak memanggil Vano "Mas.. Mas
Vano...", Dina dihadang oleh staff penjaga.
Vano mendengar ada suara yang memanggil dia. Vano memeriksa di belakang camp, ternyata ada Dina.
Vano mendekat ke penjaga itu
__ADS_1
"Biarkan pak, aku kenal dia", ucap Vano ke penjaga.
Dina langsung masuk bersama Vano.
"Kau ngapain kesini", tanya Vano.
"Aku mau kamu hati-hati jangan sampai kecelakaan", berbicara dengan pelan karena malu.
"cewek ini mengkhawatirkan ku?", pikir Vano.
"Iya aku akan hati-hati nanti", jawab Vano.
Dina kembali ke tempat duduk bersama temannya. Sedangkan Vano sudah bersiap di garis Start, para wartawan dan staff memenuhi jalan garis start. Disana ada cewek yang tukang memayungi pembalapnya. Cewek itu terus melirik ke arah Vano, seperti terlihat sedang naksir pada Vano.
"Guys lihat deh cewek itu terus melihat ke arah kak Vano terus", ucap Mila.
Balapan nya telah di mulai,, Vano sempat gk sengaja tersenggol lawannya, motornya hampir oleng. Dina cemas melihat Vano, Dina berdo'a agar Vano selamat meskipun gk dapat juara, yang penting selamat.
Akhirnya Vano gk apa-apa. Vano mendapatkan juara 2 terlihat tengah senyum bahagia.
Para wartawan berdesak desakan untuk mewawancarai Pembalap yang mendapatkan juara.
Dina terlihat bahagia juga. Temannya senang melihat Vano gk apa-apa dan mendapatkan juara.
Vano bilang kepada semua fansnya "Aku akan berusaha menjadi yang terbaik, terimakasih atas dukungan dan do'a dari kalian", pidatonya saat menerima piala.
__ADS_1
Semua penonton bubar karena sudah selesai acaranya, wartawan juga sudah bubar, Dina dkk pun langsung bubar.
Vano masih di camp sama temennya. Riyan menghampiri Vano di camp.
"Bro.. loe keren banget sumpah", Riyan kagum.
"Gue pengen kayak loe", sambil tertawa.
Vano hanya tersenyum tidak menjawab Riyan.
"Ayo pulang gue antar loe", Riyan.
"Pasti loe capek kan? bawa motor sendiri", imbuh Riyan.
"Hmm.. ayo", jawab Vano.
"Kak aku pulang dulu ya, mau istirahat", ucap Vano kepada managernya.
"Iya Van sana pulang", jawab managernya.
Riyan mengantarkan Vano pulang naik mobilnya. Sampai di rumah Vano Riyan langsung pulang saja, terus Vano menuju kamarnya ambruk ke ranjangnya karena sudah sangat lelah. Vano tidur tanpa mandi terlebih dahulu.
Sedangkan Dina dkk belum pulang sehabis nonton balap tadi, Dina dkk mampir ke Cafe dulu untuk makan karena sudah lapar dan haus karena sudah berteriak teriak tadi untuk nyemangatin kak Vano.
Mereka bertiga sudah selesai makan langsung pulang, karena sudah lelah juga.
__ADS_1
Bersambung...