
Dina sudah sampai ke rumahnya. Kalau Vano entah kemana, dia gk langsung pulang.
"Nak, nanti orang yang akan menjadikan kamu menantu akan datang kesini nanti malam, kamu dandan yang cantik yaa..", ucap ibunya Dina.
"Iya Bu", jawab Dina.
"Ya sudah kamu masuk kamar dan bersih-bersih badan dulu sana dan istirahat lah, kalau mereka datang nanti kamu ibu kasih tahu".
"Iya bu", jawab Dina.
Dina berjalan menuju kamarnya, "kira-kira wajah cowok yang akan jadi suamiku seperti apa ya?", gumam Dina dalam hati.
Di kamar, Dina langsung masuk ke kamar mandi dan cukup 15 menit Dina selesai mandi, terus ganti pakaian. Hari ini Dina sangat lelah, Dina langsung ambruk ke ranjangnya untuk tidur.
-----
Di rumah Vano.
Vano pulang dari keluyuran, tiba di rumah...
"Vano nanti malam jam 19.00 kamu dandan yang cakep ya, nanti kita akan ke rumah calon istri kamu", ucap mamanya.
"Terserah", jawab Vano males dengan enteng.
Vano masuk ke kamar langsung mandi dan tak butuh waktu lama Vano selesai mandi. Vano hari ini juga lelah, Vano langsung ambruk ke ranjangnya untuk tidur sebentar sebelum tiba waktunya ke rumah yang dibilang calon istrinya itu. Vano memejamkan matanya langsung tertidur.
Beberapa jam kemudian, mamanya Vano masuk ke dalam kamarnya Vano.
"Vano cepat bangun! Kamu harus dandan yang cakep sekarang!", ucap mamanya sedikit berteriak.
__ADS_1
Vano masih diam dan merem tidak menanggapi mamanya.
"Kalau kamu gk bangun, semua akses kamu akan mama cabut termasuk balap kamu juga", mamanya sudah mulai kesel.
"Iya iya maa... ", Vano langsung turun dari ranjangnya untuk bersiap.
Vano hanya memakai pakaian kasual dan rambutnya sudah tertata rapi sudah terlihat keren.
------
Di rumah Dina.
Ibunya Dina masuk ke kamar anaknya
"Nak bangun, cepat kamu siap-siap yaa.. dandan yang cantik, mereka sebentar lagi mereka akan datang", ucap ibunya.
Dina membuka matanya "Iya bu Dina akan bersiap".
-----
Vano masuk ke dalam mobil bersama orang tuanya untuk berangkat ke rumah calon istrinya.
Sesampainya di rumah Dina, mereka langsung dipersilakan masuk.
"Saya akan panggil Dina nya dulu", ucap ibunya Dina.
Ibunya masuk ke kamar Dina "Nak, ayo keluar, mereka sudah disini".
Dina gugup dan takut, Dina ikut keluar dengan ibunya.
__ADS_1
Di ruang tamu, mereka sudah berbincang bincang dengan ayahnya.
Vano melihat Dina dan Dina pun melihat Vano juga tak kalah kaget.
"Kau!", ucap Vano dan Dina bersamaan.
"Kalian sudah saling kenal?", tanya mamanya Vano.
"Gk, aku gk kenal, cuma...", Vano gk bisa meneruskan ucapannya, kalau nanti dia jujur akan kena marah sama mamanya.
"Kamu kenal nak Vano?", tanya ibu Nur kepada Dina.
"Dina gk kenal", jawab Dina enteng. Dina juga gk mau berkata jujur, Dina takut akan jadi masalah.
"Ya sudah kalian kenalan dulu", ucap ayah Dina.
"Vano", ucap Vano memperkenalkan diri ke Dina sambil salaman.
"Dina", menyalami tangan Vano.
"Dina mau menerima perjodohan ini, dia sudah setuju", ucap ayahnya.
Dina hanya diam saja.
Vano pun juga hanya diam saja.
"Vano juga sudah setuju kok, pak Arif tenang saja", ucap papanya Vano.
Mereka berbincang bincang cukup lama dan akhirnya mereka pamit pulang. Acara pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi dari sekarang.
__ADS_1
Bersambung...