Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 17


__ADS_3

Keesokan harinya


Dina bangun terlebih dahulu dan langsung menuju ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Dina selesai mandi. Dina sudah bersiap untuk sekolah. Hari ini hari Senin di sekolah akan ada upacara. Dina membangunkan suaminya dengan menggoyangkan tubuh Vano.


"Mas bangun.. nanti telat, aku ada upacara", ucap Dina


Vano langsung bangun dan pergi mandi, tak butuh waktu lama Vano selesai mandi dan sudah berpakaian rapi. Vano pagi ini juga ada kelas.


Dina dan Vano hari ini tidak sempat sarapan, takut telat. Mereka berdua langsung berangkat naik mobil. Seperti biasa Dina diturunkan di tempat biasa. Sebelum Dina keluar dari mobil, Vano memberikan uang jajan kepada Dina. Kemudian Vano melajukan mobilnya ke kampus. Dina berjalan menuju sekolahnya.


-----


Di kampus.


"Dia cantik sekali"


"Siapa dia?"


"Apa dia anak baru di kampus kita?"


Suara bisik-bisik orang yang melihat Jessica ke kampus.


Vano sampai di kampus memakirkan mobilnya kemudian pergi ke kelas.



"Van loe harus siap-siap", ucap Riyan


"Ada apa?", tanya Vano


"Jessica pindah kuliah disini", ucap Riyan


Kemudian sang dosen masuk


"Baik anak-anak disini ada murid baru". ucap dosen kepada anak-anak di kelas


"Silahkan masuk", ucap dosen kepada Jessica


Jessica pun masuk dan memperkenalkan dirinya dan pergi duduk didekat Vano. Jessica mencoba memeluk tangannya Vano tapi Vano langsung melepaskan nya.


Kelas Vano telah selesai, Vano ingin langsung pergi tapi dihadang oleh Jessica memeluknya. Kejadian tersebut dilihat beberapa anak yang masih di kelas.


"Apakah dia pacarnya Vano?"


"Kayaknya gk deh, lihat tuh ekspresi wajahnya Vano kek gk suka gitu"

__ADS_1


Bisik-bisik orang yang ada di kelas itu.


"Tolong lepaskan", ucap Vano sambil melepaskan tangan Jessica yang sedang memeluk tubuhnya


"Gk mau, aku mau kita balikan", ucap Jessica


"Kita sudah gk ada apa-apa lagi, sudah cukup", ucap Vano mengeras dan dengan kuat melepaskan tangannya Jessica.


Jessica sampai terpental, Riyan melihat Jessica menahan tawa.


Vano dan Riyan pergi ke halaman dulu.


-----


Di sekolah


Dina dkk di kantin


"Din loe tadi malam saat acara fanmeet kak Vano langsung ngilang. Emangnya loe kemana?", tanya Mila


"Emm.. Gue ada urusan di rumah, jadi cepet-cepet pulang", ucap Dina ngeles


"Gue cariin loe gk ketemu, gue niat nganterin loe pulang sekalian", ucap Mila


"Iya kita tadi malam cariin loe", ucap Fina menambahi


Bel pelajaran selanjutnya telah berbunyi, Dina dkk masuk ke kelas.


-----


Vano dan Riyan masih di halaman kampus.


"Loe gk pulang sekarang?", tanya Riyan


"Gue disini dulu mau jemput istriku sekalian", jawab Vano


"Eh istri loe emangnya dimana?", tanya Riyan sedikit kepo


"Lagi sekolah, jam segini belum waktunya pulang", jawab Vano


"Ooh istri loe masih sekolah. Enak banget loe dapet istri masih sekolah", Riyan


"Sstt.. jangan keras-keras dong, nanti ada yang denger gimana?", ucap Vano melotot ke Riyan.


"Iya iya sorry, tapi gue ingin lihat istri loe seperti apa, gue nanti ikut loe ya, gue main ke apart loe", ucap Riyan

__ADS_1


"Terserah", Vano


Akhirnya mereka berdua jemput Dina, mereka naik mobil masing-masing.


Dina keluar dari gerbang dan melihat Vano sudah ada disana. "Kok ada mobil dua disana?" , ucap Dina dalam hati sambil berjalan mendekati mobil Vano.


Dina masuk ke mobil dan bertanya ke Vano "Mobil yang dibelakang siapa mas?".


"Itu temen aku", jawab Vano


Vano melajukan mobilnya dan diikuti Riyan dibelakang. Sampai apart mereka langsung masuk. Diruang tamu mereka berkumpul, Dina sudah ganti pakaian. Dina menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk mereka berdua. Dina ikut duduk bersama mereka.


"Kenalin gue Riyan teman Vano dari kecil, bisa dibilang gue saudaranya Vano", ucap Riyan mengulurkan tangannya kepada Dina sambil cengengesan


"Dina", jawab Dina sambil tersenyum dan salaman dengan Riyan


"Istri loe cantik juga ya ternyata, loe emang bisa milih cewek cantik", goda Riyan ke Vano


Vano hanya diam saja mengabaikan Riyan ngoceh terus.


Hari sudah semakin malam Riyan pamit pulang. "Gue mau pulang saja sudah malam, gue gk mau jadi pengganggu", ucap Riyan berdiri dari duduknya.


"Untung loe sadar diri", Vano


Dina melihat mereka berdua tertawa ringan.


Kini hanya ada Vano dan Dina di ruang tamu.


"Kayaknya mulai besok aku sibuk sekali. Kamu bisa naik motor gk?", tanya Vano kepada Dina.


"Bisa tapi yang matic", jawab Dina


Vano memiliki banyak motor, tapi gk ada satupun motor matic, semuanya motor cowok.


"Ya sudah besok aku beli motor matic buat kamu, aku mulai besok kan sudah mulai sibuk dan gk bisa antar jemput kamu. Atau aku panggil sopir saja buat kamu?", Vano


Belum sempat Dina menjawab


"Aku panggilin sopir saja ya? biar aman, nanti kalau kamu naik motor sendiri terus jatuh gimana", ucap Vano


"Uwu.. dia perhatian banget", ucap Dina dalam hati


"Iya mas, makasih sudah perhatian sama aku", Dina


"Hmm..", Vano

__ADS_1


Setelah berbicara mereka berdua langsung ke kamar untuk tidur.


__ADS_2