
Dina menjelaskan dari awal sampai akhir kepada Mila dan Fina. Vano hanya diam saja sambil makan.
Setelah mereka makan, Fina dan Mila pulang meninggalkan kedua pasangan itu.
"Ayo aku antar kamu pulang", Vano
Vano menyalakan motornya dan menuju ke apart. Setelah sampai, Vano menurunkan Dina di depan
"Aku akan pergi lagi aku ada jadwal pemotretan, nanti kayaknya aku pulang telat, tidak usah menunggu ku, kamu tidur saja", Vano
"Iya mas", jawab Dina
Vano menghidupkan motornya langsung pergi. Dina masuk ke apart, Dina mandi dan ganti pakaian. Dina merasa kesepian, dia membuka laptop untuk menonton drama Korea di kamar. Dina ketiduran sampai tengah malam dengan laptop masih menyala. Perut Dina merasa lapar, dia terbangun dari tidurnya.
"Ternyata aku ketiduran dan jam segini mas Vano belum pulang", gumam Dina
Dina keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk mencari makanan, dia membuat mie instan biar cepat gk keburu perutnya demo.
Saat Dina sedang makan mie instan di ruang makan. Vano baru pulang
"Kamu belum tidur?", tanya Vano
"Aku tadi sudah tidur, tapi terbangun gara-gara lapar", jawab Dina sambil nyengir
__ADS_1
"Minta dong tapi suapin", Vano
Dina menyuapi Vano, mata mereka bertemu dan saling menatap. Setelah Vano mengunyah suapan dari Dina, tiba-tiba Dina diangkat Vano, Dina di dudukkan diatas meja makan. Wajah Vano mendekat ingin mencium Dina.
*anggap saja foto yang cowok itu Vano
Deg
Deg
Jantung Dina berdetak kencang begitu pun jantung Vano.
Bibir Vano sudah menempel di bibir Dina. Awalnya Dina hanya diam saja tanpa membalas ciuman dari Vano, akhirnya Dina membuka mulutnya dan membalas ciuman dari Vano. Ciuman mereka semakin panas dan tangan Vano masuk ke dalam bajunya Dina.
Dina mengangguk. Vano langsung menggendong Dina ala bridal style ke kamarnya dan meletakkan Dina di atas ranjang. Vano melanjutkan ciuman tadi, tangan Vano mulai membuka bajunya Dina dan juga bajunya sendiri. Mereka kini sedang tel*nj*ng tanpa sehelai benang pun. Vano menciumi bibir Dina dan turun menciumi leher Dina meninggalkan jejak kepemilikannya, tangan Vano sambil meremas dan memainkan p*ting p*yud*ra milik Dina.
Dina terbuai kenikmatan yang diberikan Vano. Dina pasrah apa yang dilakukan oleh Vano. Gairah semakin panas Vano memasukkan juniornya ke goa. Tubuh mereka akhirnya menyatu. Vano kelelahan dan menyudahi permainannya. Vano berbaring di samping Dina dan mencium keningnya sambil memeluk Dina.
"Aku mencintaimu", ucap Vano pelan
"Apa mas?", Dina ingin Vano mengulangi ucapannya tadi, dia memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar
__ADS_1
"Tidak apa-apa", Vano ngeles
"Beneran? tapi aku tadi mendengar kamu ngomong sesuatu", Dina
"Gk kok, aku gk ngomong apa-apa", Vano
Vano kembali memeluk Dina dan menenggelamkan wajahnya Dina di Dadanya. Sungguh romantis bukan?
"Apa aku salah dengar?", ucap Dina dalam hati
Malam yang panjang untuk mereka berdua, akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.
-----
Keesokan harinya
Vano membuka matanya dan melihat Dina masih tidur, Vano memberikan morning kiss di keningnya Dina
"Ayo bangun, nanti kamu telat sekolahnya", ucap Vano
Dina mengerjap ngerjapkan matanya dan mengumpulkan nyawanya, Dina bangun dari tidurnya.
"Ayo mandi bareng", ajak Vano
__ADS_1
"Gk mas, kamu mandi duluan saja", Dina
Tanpa basa-basi Vano menggendong Dina ke kamar mandi, Dina pasrah saja dengan apa yang dilakukan oleh Vano. Mereka berendam bersama di bathtub. Mereka hanya mandi dan berendam saja tanpa melakukan apa-apa, Vano takut Dina marah. Akhirnya mereka selesai mandi.