
Pagi telah datang
Hari ini hari Senin, Vano tahu Dina akan pergi sekolah lebih pagi dari sebelumnya. Karena setiap hari Senin mengadakan upacara. Vano bangun duluan lebih pagi jam 5:30, Vano pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan buat Dina. Masakan buatan Vano sendiri. Saat di dapur ternyata sudah ada Bi Minah sedang bersih-bersih.
"Bi biar saya yang masak untuk sarapan", ucap Vano
"Iya den", jawab Bi Minah
Di kamar, Dina baru membuka matanya.
"Apakah dia semalam tidak pulang?", gumam Dina.
Dina pikir Vano semalam tidak. Padahal saat dia tertidur Vano baru pulang. Dan saat Dina bangun Vano sudah tidak ada dikamar.
Dina beranjak dari ranjangnya, dia pergi ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Dina selesai mandi. Dina sudah bersiap dan berpakaian rapi. Dina keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan.
Saat Dina turun dari tangganya, dia belum melihat Vano di dapur, dia pikir itu Bi Minah.
"Bi.. Mas Vano belum ya bi", ucap Dina
Vano langsung nongol keluar dari dapur.
"Kamu nyariin aku? Aku tadi malam pulang lho.. Aku tidur sambil meluk kamu. Apa kamu gk tahu?", Vano
"Hehe iya, mungkin tidur ku terlalu nyenyak", ucap Dina sambil nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dina dan Vano sarapan bareng.
"Biar aku yang antar kamu sekolah, tunggu sebentar aku mau mandi dulu", ucap Vano
Vano mandi dan ganti pakaian. Setelah berpakaian Vano keluar dari kamarnya menghampiri Dina.
"Ayo", ucap Vano
Dina mengikutinya dari belakang.
"Pak yang antar Dina ke sekolah biar saya saja", ucap Vano
__ADS_1
"Iya den", jawab pak ijan
"Tumben amat mas nyempetin nganterin aku ke sekolah?", Dina
Vano mendekati Dina dan membisikkan
"Biar romantis", Vano.
Pipinya Dina langsung memerah, dia sangat senang. Mereka berdua masuk ke mobilnya sendiri, mobil yang Vano beli. Saat Vano akan memasangkan sabuk pengaman untuk Dina, Dina menutup matanya, dia mengira Vano akan menciumnya.
"Kamu kenapa merem? Ooh aku tahu pasti kamu tadi mengira aku akan mencium mu, iya kan", Vano
"Eng.. enggak kok", Dina melengos melihat ke luar jendela mobil.
Vano melajukan mobilnya ke sekolah, Vano menurunkan ditempat biasa. Dina sudah melepaskan sabuk pengaman nya. Saat Dina hendak keluar dari mobil.
"Tunggu sebentar", Vano menarik tangannya Dina
"Ada mas", Dina
Tanpa basa-basi Vano langsung mencium bibir Dina, ciuman mereka semakin panas didalam mobil. Saat tangannya Vano akan masuk ke dalam bajunya Dina. Dina menghentikan nya.
"Mas berhenti, nanti aku telat dan juga bajuku nanti berantakan", ucap Dina
Dina tidak menjawab Vano langsung keluar dari mobil. Dina berjalan menuju sekolahnya. Vano melajukan mobilnya pergi ke kampus.
Vano sampai di kampusnya langsung pergi ke kelas. Di kelas ada Jessica yang tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Vano, tapi Vano mengabaikannya dan pergi duduk di samping Riyan.
"Dasar cewek gatel. Kenapa sih dulu loe jadikan dia pacar?", tanya Riyan
"Karena dia dulu baik, sopan, dan cantik. Sekarang ...", Vano
"Kenapa? Loe menyesal?", Riyan
"Iya lah", Vano.
_____
Di sekolah
__ADS_1
Saat jam pelajaran
"Din loe kenapa senyum-senyum sendiri?", tanya Mila
Dina masih diam tidak menjawabnya, dia ingat apa yang dilakukan Vano tadi di mobil.
"Aneh tuh anak", Mila menggelengkan kepalanya.
Bel jam pelajaran telah selesai, mereka bertiga pergi ke kantin.
"Din loe sudah ngapain aja sama kak Vano?", tanya Fina
"Itu privasi Fina", yang menjawab Mila
Dina hanya tertawa, "Dibalik wajahnya yang dingin, dia romantis banget", ucap Dina
"Wow.. pengen punya suami juga seperti kak Vano, tapi nyari dimana ya?", Fina sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Cari di pasar banyak hahaha", jawab Mila. Sedangkan Dina hanya tertawa
Bel pelajaran selanjutnya telah berbunyi, Dina dkk harus masuk ke dalam kelas.
_____
Di kampus
"Sudah Gue mau jemput istri gue", ucap Vano meninggalkan Riyan sendirian
"Hati-hati bro", Riyan
Vano berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, dia melajukan mobilnya ke sekolah Dina. Seperti biasa, Vano menjemput di tempat biasanya. Dina keluar dari gerbang dan melihat Vano sudah ada disana sedang menunggu nya. Dina menghampiri dan langsung masuk ke mobil.
"Jangan lupa nanti malam kita lanjutkan yang tadi", ucap Vano tersenyum licik
"Dasar mesum", Dina
Vano melajukan mobilnya ke apart. Mereka sudah sampai, Vano menurunkan Dina di depan.
"Gue mau ke circuit dulu, jangan lupa nanti malam ya", ucap Vano sambil melajukan mobilnya
__ADS_1
"Dia gk pernah lupa ternyata, dasar mesum", gerutu Dina
Dina masuk ke kamarnya langsung mandi dan ganti pakaian. Dina merasa kesepian, akhirnya Dina mengambil laptop dan cemilan untuk nonton drama Korea.