Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 42


__ADS_3

Saat makan malam berlangsung


"Acara lulusan kamu kapan Din?", tanya mama


"2 Minggu lagi ma", jawab Dina


"Kayaknya papa sama Mama gk bisa datang sayang, kita ada hal penting di luar negeri, gk apa-apa kan sayang?", mama


"Iya ma gk apa-apa kok, Dina ngerti", jawab Dina


"Biar Vano yang nemenin kamu", mama


"Iya ma", Dina


Setelah mereka makan malam, papa dan mama pergi ke kamar, Dina dan Vano juga pergi ke kamar. Dina memikirkan apa yang dikatakan Vano tadi yang akan menghukumnya.


Vano duduk di tepi ranjang.


"Sini", Vano memanggil Dina agar mendekat


Dina berjalan mendekati Vano sedikit takut "Kalau mau menghukum aku jangan terlalu berat ya", Dina memelas


"Haha.. emangnya apa yang kamu pikirkan kan?", Vano.


Dina menggelengkan kepalanya


"Aku akan menghukum mu di atas ranjang", ucap Vano langsung menarik tangan Dina dan memangku Dina. Dia mencium bibir Dina dengan lembut kemudian Vano membaringkan Dina, posisinya sekarang Dina di bawah dan Vano di atasnya Dina. tangannya Vano mulai nakal dan masuk ke dalam bajunya Dina. Vano sudah tidak bisa menahan lagi, dia membuka bajunya Dina dan bajunya sendiri. Kini mereka berdua sudah tidak memakai sehelai benang pun.


Vano menyatukan tubuhnya dengan Dina, setelah Vano kelelahan dan menyudahi permainannya. Dia membaringkan tubuhnya di samping Dina dan memeluknya. Mereka memejamkan matanya dan langsung tertidur.


******


Keesokan harinya

__ADS_1


Vano sudah membuka matanya, dia melihat istrinya masih tidur. Dia tidak membangunkan nya. Vano bangun pergi mandi dan bersiap untuk pergi kuliah, karena ada kelas pagi. Vano pergi tanpa sarapan terlebih dahulu.


Dina membuka matanya, Vano sudah tidak ada disampingnya.


"Mas Vano kemana sih, pagi pagi sudah tidak ada", gumam Dina


Dina bangun dan pergi mandi juga ganti pakaian. Dina turun langsung menuju ke ruang makan untuk sarapan.


"Mas Vano kemana ma?", tanya Dina ke mama


"Dia tadi buru buru pergi kuliah, dia juga gk sarapan dulu", jawab mama


"Gimana kalau kamu nanti antar makanan nya Vano ke kampus nya?", mama


"Iya ma", jawab Dina


"Biar diantar pak ijan nanti", ucap mama


"Ya sudah terserah kamu sayang", ucap mama


Setelah mereka sarapan, Bi Atin menyiapkan makanan di kotak untuk Vano.


"Ini non makanan nya den Vano", ucap bi Atin


"Iya bi terima kasih ya~", Dina


Dina keluar dari rumah dan berjalan kaki menuju jalan raya untuk mencari taksi. Dan tidak menunggu lama taksi nya lewat dan Dina menghentikan nya. Dia langsung masuk ke mobil taksi.


Saat Dina sudah sampai di depan gerbang, dia tidak tahu Vano dimana. Dia lupa membawa Hp nya.


Ketika ada seorang wanita lewat gerbang itu


"Maaf mbak boleh tanya gk?", ucap Dina

__ADS_1


"Iya mau tanya apa?", ucap wanita itu adalah Puput


"Kenal mas Vano gk?", tanya Dina ke Puput


"Dia menanyakan Vano? terus dia juga manggilnya mas, apa dia adiknya? tapi setahu aku dia anak tunggal gk punya saudara. apa dia saudara sepupunya?", ucap Puput dalam hati


Puput mengira kalau Dina itu adik sepupunya Vano.


"Iya kenal kita satu kelas, ada apa?", jawab Puput


"Ini ada makanan buat Vano, tadi dia gk sarapan", Dina


"Makanan nya biar aku yang memberikan nya pada Vano", Puput


"Maaf gk bisa, ini harus aku sendiri yang memberikan nya", Dina


Akhirnya Dina dan Puput saling menarik makanan itu. Vano yang baru keluar dari kelasnya dia melihat Dina langsung berlari menghampiri nya.


"Kamu ngapain disini?", ucap Vano sambil memegang tangan Dina


Puput melihat hal tersebut langsung curiga, dia ingat kalau Vano sudah punya kekasih.


"apa itu dia?", ucap Puput dalam hati


Vano menarik tangan Dina, dia membawa Dina ke dalam kelasnya, semua orang menatap mereka berdua.


"Lain kali kalau ketemu dia langsung abaikan saja ya", ucap Vano


"Kenapa mas?", tanya Dina


"Gk usah tanya kenapa, kamu harus nurut sama aku", Vano


Jangan lupa like and coment ya~😊🙏

__ADS_1


__ADS_2