Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 22


__ADS_3

Dina sedang menonton suaminya di TV cengar cengir gk jelas


"Seseorang yang dicintai nya? siapa? aku?", gumam Dina


-----


Vano telah menyelesaikan pekerjaannya langsung pulang ke apart. Saat Vano masuk kamar, dia mendapati Dina sudah tertidur. Sebelum Vano tidur, dia mandi terlebih dahulu biar tidurnya nyenyak. Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina dan mencium kening Dina


"Selamat tidur, I Love You", ucap Vano pelan agar tidak terdengar oleh Dina


Vano menarik kedalam selimut dan memeluk tubuh istrinya. Akhirnya Vano tertidur dan pergi ke alam mimpi.


Keesokan harinya


Sinar matahari telah memasuki kamar mereka. Dina mengerjap ngerjapkan matanya, dia mendapati suaminya masih tidur dengan posisi masih memeluknya. Dina menatap wajah Vano "Aaa gantengnya suamiku", ucap Dina dalam hati. Vano terganggu Dina akhirnya Vano membuka matanya


"Kenapa? Kamu baru sadar kalau aku ganteng?", ucap Vano.


"Iya.. eh", jawab Dina sambil nyengir


Vano mencubit hidung Dina dan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.


"Sakit tauk..", Dina memegang hidupnya yang sakit.


Vano mandi sedangkan Dina masih duduk diatas tempat tidur.


Hari ini hari minggu Dina tidak pergi sekolah dan Vano juga libur. Setelah Vano mandi dan berpakaian rapi


"Mas mau kemana pagi-pagi?", tanya Dina


"Aku akan pergi ke tempat latihan balap, 2 Minggu lagi kan aku akan ada balapan di negara S", jawab Vano


"Aku boleh ikut gk, aku kesepian di rumah sendirian", Dina

__ADS_1


"Hmm.. boleh", Vano


"Yeeh... Tunggu dibawah ya aku mandi dulu", Dina jingkrak jingkrak di atas ranjang.


Vano melihat hal tersebut menggelengkan kepalanya. Vano keluar dari kamarnya menunggu Dina di ruang makan.


Dina telah selesai mandi, dia memakai pakaian santai dan keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan. Mereka sarapan pagi bersama.



Setelah sarapan mereka masuk ke dalam mobil, mereka diantar sopir. Selama ini Dina sekolah diantar sopir naik mobilnya milik keluarga Vano. Mobil yang dibeli Vano jarang dipakai sejak Vano sibuk. Mereka duduk di kursi penumpang tidak ada pembicaraan apa-apa, Dina fokus ke luar jendela mobil melihat pemandangan yang mereka lewati.


Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai. Vano dan Dina turun dari mobil masuk ke camp. Disana sudah ada Manager dan asisten nya Vano.


"Ini siapa Van?", tanya manager nya kepada Vano


"Ini istri aku kak", jawab Vano


"Kapan kamu nikahnya? kok aku gk tahu? padahal aku managermu lho", Manager


"Oke siap Van", Manager


Dina duduk bersama asisten Vano. Sedangkan Vano bersiap-siap memakai pakaian khusus untuk balap dan menaiki motornya. Dina sedang mengirim pesan kepada sopirnya yang masih menunggu di depan circuit.


Dina :


"Pak tolong belikan makanan yang enak 4 porsi ya, dan juga tolong belikan minuman dingin"


Pak ijan :


"Iya non siap"


Dina berniat makan siang bersama mereka.

__ADS_1


Saat makan siang sudah datang, akhirnya Vano selesai latihannya. Vano ikut duduk bersama Dina.


"Ayo kalian berdua ikut makan juga, aku tadi suruh sopir beli makanan yang banyak", ucap Dina kepada Manager dan asisten nya Vano


Mereka berdua ikut duduk dan makan bersama Vano dan Dina.


Setelah mereka makan siang dan Vano juga sudah cukup beristirahat.


"Ayo main skateboard bareng", ucap Vano


"Ayo siapa takut", Manager


"Mas aku gk bisa", Dina


"Nanti aku ajarin kamu", Vano


"Aku gk ikut deh mas, lain kali saja, aku menunggu duduk disini", Dina


"Ooh ya sudah kalau gitu", Vano


Vano dan Manager nya main skateboard, sedangkan asisten Vano disuruh managernya untuk memayungi Vano.



Hari sudah semakin sore, Vano menyudahi permainannya. Vano menghampiri Dina yang sedang duduk di camp, Dina ketiduran. Vano menggendong Dina ala bridal style masuk ke dalam mobil. Mereka pulang ke apart.


Saat mereka sampai, Dina masih tidur nyenyak, Vano tidak tega membangunkannya. Vano menggendong Dina lagi dengan ala bridal style masuk ke kamar, Vano meletakkan Dina di ranjang dan menyelimuti tubuh Dina.


Vano akan mandi dulu sebelum tidur. Setelah mandi kemudian Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina dan mencium keningnya.


"Selamat tidur jangan lupa memimpikan aku ya", ucap Vano kepada Dina yang tidur


"I Love You, apa kamu mendengar nya?, ucap Vano ngomong sendiri. Karena Dina sudah tidur.

__ADS_1


Vano memeluk Dina dan akhirnya Vano tertidur.


__ADS_2