Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 36


__ADS_3

"Satu bulan lagi aku akan ada jadwal balap di negara X", ucap Vano


"Iya mas, kamu hati-hati ya", Dina memeluk Vano


Setelah mereka berbincang bincang, mereka masuk ke dalam kamar. Mereka juga sudah mandi. Dina sedang belajar sedangkan Vano bermain game di komputer nya untuk menghilangkan kepenatan.


Dina selesai belajar nya, dia menghampiri Vano yang masih main game. Sudah lumayan lama berdiri di dekat Vano, tapi Vano mengabaikan Dina. Dina yang merasa terabaikan, dia hendak pergi tiba-tiba tangan Dina ditarik oleh Vano dan terduduk di pangkuan Vano.


Dengan posisi masih duduk di pangkuan nya, Vano masih melanjutkan main game sambil memangku istrinya. Dina senyam senyum sambil memeluk Vano.


Vano menghentikan main gamenya, dia langsung mencium bibir Dina. Dina pun juga membalas ciuman dari Vano.


"Mas 1 bulan lagi aku juga ada acara lulusan gimana?", Dina


"Kamu gk usah ikut aku ke negara X gk apa-apa kok", jawab Vano


"Tapi aku khawatir sama kamu", Dina


"Aku gk bakalan kenapa-kenapa, aku akan cepat pulang dan ikut ke acara lulusan sekolah kamu, gimana?", Vano


"Nanti kalau kamu muncul, anak-anak pada tahu gimana?", Dina


"Tidak apa-apa sayang, sudah waktunya hubungan kita diketahui publik, aku akan melindungi kamu", Vano mencoba meyakinkan Dina


"Hmm,, iya", Dina kembali memeluk Vano


"Sekarang waktunya tidur, tapi sebelum tidur aku mau ituu...", ucap Vano


Vano menggendong Dina, dia membaringkan tubuhnya, Vano mulai mencium bibir dan lehernya, Vano langsung menyatukan tubuhnya dengan Dina. Vano sudah kelelahan dan menyudahi permainannya dia memeluk Dina langsung keduanya tertidur.


____


Sang mentari menampakkan diri, Vano dan Dina sudah bersiap siap, Dina hari ini masih diantar Vano ke sekolah tapi menggunakan motor, karena Vano habis pulang kuliah dan juga mengantarkan Dina pulang, Vano akan langsung ke cirkuit tempat latihan balap.

__ADS_1


Kali ini Vano menurunkan Dina di tempat biasa agak jauh dari sekolah, karena dia menggunakan motornya.


"Hati-hati di jalan ya mas", ucap Dina sambil tersenyum


"Hmm..", Vano langsung pergi


Saat Vano menurunkan Dina di jalan, ada seseorang yang melihatnya dan memotret mereka berdua.


Siapakah dia?


Dina berjalan kaki menuju sekolahnya. Seperti biasa Dina selalu datang belakangan. Temannya sudah sampai ke kelas baru Dina yang sampai.


"Loe kok dateng nya belakang mulu sih Din?", tanya Mila


"Gue bangun nya kurang awal hehe", Dina cengengesan


*Di kampus


Vano memakirkan motornya, dia langsung masuk ke kelas dan duduk di samping Riyan


"Oke", jawab Riyan


Setelah jam kelas mereka selesai, mereka berdua pergi ke Cafe. Mereka masuk ke Cafe dan duduk, mereka memesan makanan dan minuman.


"Pesan sepuas loe, gue yang traktir", ucap Vano


"Ada apa nih? gk seperti biasanya", Riyan penasaran


"Emm.. terima kasih", ucap Vano pelan. Dia malu


"Apa? gue gk denger", Riyan


"Terima kasih", Vano

__ADS_1


"Hahaha.. oh loe traktir gue karena mau terima kasih?", Riyan


"Hmm", Vano


"Tapi kalau cuma ditraktir doang kayaknya kurang", Riyan punya ide sesuatu


"Terus mau loe apa?", Vano


"Gue mau motor loe satu", Riyan


"Enak aja, beli sendiri, loe kan kaya", ucap Vano sedikit kesel karena motornya diminta satu Riyan


"Tapi kan gk se kaya loe Van, gue maunya motor loe", ucap Riyan memelas


Vano menatap Riyan yang begitu, akhirnya dia mau memberikan salah satu motor nya. Karena Riyan sudah menolong nya.


"Ya tapi jangan yang motor favorit gue", Vano


"Siap bos", Riyan


Riyan celingukan seperti mencari sesuatu, Dia berharap bertemu Nathalia di Cafe, tapi Nathalia gk ke Cafe.


"Loe mencari siapa?, tanya Vano


"Cewek bule kemarin yang gue ajak kenalan, tapi kayaknya gk ada disini", jawab Riyan


"Kenapa gk loe chat aja terus ajak ketemuan", ucap Vano


"Oh ya lupa hehe", Riyan cengengesan terlihat bodoh soal itu


"Gue cabut dulu mau jemput istriku", Vano beranjak dari tempat duduknya


"Yaelah Van gue jadi sendirian dong", Riyan

__ADS_1


Vano tidak menanggapi Riyan lagi, dia langsung berjalan keluar meninggalkan Riyan sendirian di Cafe


Maaf baru bisa up lagi yaa.. Soalnya list drakor saya numpuk 😅


__ADS_2