
Dina sudah mulai bosan, hari sudah mulai malam. Dina keluar dari kamarnya menuju ke dapur.
"Aku bantuin ya Bi", ucap Dina
"Gk usah non", Bi Minah
"Gk apa-apa kok Bi, Dina lagi suntuk dan bosan, biar Dina bantu agar aku gk suntuk lagi", Dina
"Eh iya non", Bi Minah
Dina membantu Bi Minah memasak untuk makan malam. Sampai waktunya makan malam, Vano belum pulang. Dina makan malam sendirian. Setelah makan Dina pergi ke kamarnya, dia membuka buku untuk belajar karena besok akan ada ujian.
Sampai Dina selesai belajar, Vano juga belum pulang dari tadi. Dina sudah mengantuk dan pergi tidur. Dina sudah tidur nyenyak, Vano baru pulang dan langsung masuk ke kamar, dia mendapati Dina sudah tertidur.
"Nyenyak banget tidurnya", Vano.
Vano membuka pakaian pergi ke kamar mandi, tidak butuh waktu lama Vano selesai mandi. Vano pergi tidur hanya menggunakan boxer, dia tidak menggunakan kaos. Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina, tidak lupa Vano mencium keningnya "Selamat tidur", Vano memejamkan matanya.
_____
Keesokan harinya Vano dan Dina bangun bersamaan.
"Kenapa tadi malam kamu tidur duluan?",. Vano
"Aku ketiduran", jawab Dina
"Iya kah? kalau gitu kita lakukan sekarang saja", Vano
"Mas nanti telat lho..", Dina
"Gk.. Cuma sebentar", Vano langsung mencium bibir Dina, ciuman mereka semakin panas. Vano sudah mulai kecanduan. Saat tangan Vano ingin masuk ke bajunya Dina, Dina menghentikan nya.
"Mas sudah dulu, liat tuh sudah jam 6:30, nanti aku telat sekolah. Hari ini aku ada ujian", Dina meninggalkan Vano diranjang pergi ke kamar mandi.
"Aah sial, kenapa sih jam nya berjalan", gerutu Vano
Dina sudah selesai mandi dan berpakaian seragam dengan rapi. "Mas aku berangkat dulu ya!", ucap Dina keluar dari kamar.
Bi Minah sudah menyiapkan sarapan. Tapi Dina tidak pergi sarapan. Dina diantar sopir lagi. Dina sudah buru-buru pergi sekolah takut telat nanti kena hukum.
Vano sudah selesai mandi dan berpakaian rapi untuk berangkat ke kampus. Vano juga tidak sarapan. Vano pergi ke kampus menggunakan motornya.
Saat sampai di kampusnya.
__ADS_1
"Bro gimana persiapan loe, bentar lagi loe akan balapan di negara S", tanya Riyan
"Lumayan", jawab Vano
"Kok lumayan sih Van, harus full dong. Aku ikut kesana ya", Riyan
"Iya terserah loe", Vano
"Btw.. Nanti istri loe gimana? kalau istri loe tinggal sendirian, apa loe gk ngjak dia?", Riyan
"Emm.. entahlah, nanti sepulang dari kampus akan gue tanya dulu", jawab Vano
"Biar loe semakin semangat haha", Riyan
Vano hanya diam saja.
_____
Di sekolah
Dina dkk sudah berada di kantin
"Din bentar lagi suami loe akan balapan di negara S, apa loe gk ikut?", tanya Mila
"Emm.. Gue sih pengennya ikut. Nanti gue tanya saja sama mas Vano", jawab Dina
"Iya gue juga huhu...", Fina
Bel jam pelajaran selanjutnya telah berbunyi, Dina dkk harus masuk ke kelas. Setelah selesai Dina keluar dari kelasnya untuk pulang, Dina sudah di jemput sopirnya.
_____
Di kampus
Kelas Vano telah selesai, dia langsung meluncur ke tempat latihan balapan.
"Van kamu harus percaya diri kalau kamu bisa, kamu harus semangat", ucap manager nya Vano
"Iya kak", jawab Vano.
Vano bersiap dan memakai pakaian khusus untuk balapan. Vano latihan dibantu rekan-rekannya.
Hari sudah semakin sore, Vano menyudahi latihannya. Vano kembali lagi ke camp.
"Kamu harus jaga kesehatan ya Van, jangan sampai sakit", ucap manager sambil menepuk bahu Vano
__ADS_1
"Iya kak, akan aku usahakan, kalau gitu aku mau pulang dulu", Vano
Vano mengambil motornya langsung pergi pulang.
Saat Vano sampai di apart, Vano langsung masuk ke kamar, dia pergi mandi dan ingin langsung tidur, dia sudah capek banget. Dia ingin istirahat. Setelah Vano keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian tidur.
"Mas aku ingin ikut kamu ke negara S", ucap Dina memelas
"Sekolah kamu gimana kalau kamu mau ikut?", Vano
"Minggu depan ujian ku sudah selesai, aku bisa izin gk masuk sekolah", ucap Dina sambil memegang tangannya Vano
"Hmm.. Ya sudah nanti aku atur dan siapkan Paspor untuk kamu", Vano
"Terima kasih sayang", Dina
"Hah apa? coba ulangi lagi", Vano
"Gk apa-apa kok", ucap Dina sambil nyengir
"Kalau kamu gk ulangi lagi kata tadi, aku gk izinin kamu ikut", Vano
"Eh iya iya, terima kasih sayang", Dina dengan suara pelan karena dia malu
"Kurang keras, aku gk denger", Vano
"TERIMA KASIH SAYANG", suara Dina mengeras
"Hahaha", Vano tertawa sampai terpingkal
"Dasar tuli", Dina
"Ngomong apa tadi kamu?", Vano
"Tuh kan beneran", Dina kesel
"Masa' kamu ngatain aku suami mu sendiri ini tuli?", Vano
"Hehehe", Dina cengengesan
Vano punya ide ingin menggoda istrinya, Vano melangkah mendekati Dina, Dina semakin mundur dan terperangkap Vano di tembok. Vano mendekatkan wajahnya ke wajah Dina, Jantungnya Dina sudah tidak bisa di atur lagi seperti habis lari maraton. Dina memejamkan matanya
"Hahaha, kamu ketipu", Vano malah tertawa dan lari
"Sial", gerutu Dina, dia langsung mengejar suaminya. Mereka main kejar-kejaran mengelilingi ruang tamu, Mereka sudah capek akhirnya duduk bersama di ruang tamu.
__ADS_1
"Sudah ayo ke kamar, capek", Vano berjalan ke kamar dan diikuti Dina di belakangnya.
Mereka berbaring dan Vano memeluknya tanpa melakukan apapun terhadap Dina, Vano sudah capek seharian ini. Akhirnya mereka tertidur saling berpelukan. Romantis bukan?