Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 44


__ADS_3

Mereka bermain di belakang sampai sore.


"Din, kita pamit pulang ya sudah sore", ucap Mila


"Oh iya, hati hati ya", jawab Dina


Mila dan Fina pergi pulang.


"Loe gk pulang?", tanya Vano ke Riyan


"Gk, gue pulang ntar malam saja, gue nunggu makan malam disini", jawab Riyan


"Enak saja. Pulang sana!", Vano mengusir Riyan


"Mas Vano tega amat sama teman sendiri, biarin kak Riyan ikut makan malam nanti", ucap Dina


"Istri loe saja ngizinin gue disini", Riyan


Mama dan papa pulang sore dari perusahaan


"Halo om tante", sapa Riyan ke orang tuanya Vano


"Eeh ada Riyan disini", ucap mama


"Sudah lama disini?", tanya papa


"Iya om sudah dari tadi", jawab Riyan


"Ya sudah disini saja, nanti makan malam bersama", ucap mama


"Iya tante", jawab Riyan sambil tersenyum


Mama dan papa masuk ke kamar untuk istirahat. Riyan dan Vano sedang main game bersama, sedangkan Dina merebahkan tubuhnya di kamar. Sampai waktunya makan malam tiba. Bi Atin menghampiri Vano

__ADS_1


"Anu den makan malam sudah siap", ucap bi Atin pada Vano


"Iya bi, aku akan beri tahu Dina", Vano. Riyan langsung ke ruang makan. Bi Atin pergi memberi tahu ke mama papa


Vano masuk ke kamar melihat Dina tertidur, dia membangunkan Dina dengan mencium bibir Dina.


Cup


Dina masih belum merespon, matanya masih merem. Vano mengulangi lagi Cup, masih belum bangun, dan Cup lagi. Akhirnya Dina merasa kalau ada yang menempel di bibir nya. Dina membuka matanya


"Makan malam sudah siap, ayo turun", ucap Vano


Dina masih diam karena mengumpulkan nyawa nya dulu.


"Gk mau bangun ya, oke", Vano langsung menggendong Dina ala bridal style


"Aaa.. turunkan aku, nanti mama papa lihat bagaimana?", Dina


"Apa salahnya seorang suami menggendong istrinya sendiri", Vano


"Kalian gk tahu kalau ada seorang jomblo disini?", ucap Riyan pada Vano dan Dina


"Hhha.. Makanya yan buruan cari istri", ucap mama


Setelah makan malam, Riyan pamit pulang. Mama dan papa pergi masuk ke kamar. Vano dan Dina juga pergi ke kamar untuk istirahat.


******


Keesokan harinya


Sekeluarga sarapan bersama, cuma nenek saja yang tidak ikut makan. Saat sarapan berlangsung tiba-tiba suster yang merawat nenek berlari menghampiri mereka.


"Maaf nenek kritis", ucap suster itu dengan ngos ngosan

__ADS_1


Semua berlari ke kamarnya nenek


"Vano cepat siapkan mobil, bawa nenek ke rumah sakit", ucap papa.


Nenek langsung dibawa ke ruang operasi. Semua menunggu di luar dengan sangat cemas. Beberapa jam kemudian Dokternya keluar.


"Gimana dok ibu saya", ucap mama


"Maaf ibu anda tidak bisa tertolong, kami sudah berusaha", ucap Dokter itu langsung pergi.


Seketika itu semuanya menangis. Semua merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan urusan mereka.


***


Di tempat makam, mama masih menangis.


"Sudah jangan nangis lagi, ibu disana ikut sedih", ucap papa berusaha menenangkan mama.


"Terima kasih sudah datang ngelawat", ucap mama ke besan nya dengan keadaan masih sedikit nangis


"Kami ikut berduka", ucap ibunya Dina


Riyan dan juga Temannya Dina datang.


Setelah acara pemakaman selesai mereka semua bubar.


"Sayang kamu jangan sedih ya, kalau kamu sedih nenek disana juga ikut sedih", ucap ibunya Dina


"Ya Bu", Dina memeluk ibunya


"Kami pamit pulang ya", ibunya Dina


"Ya Bu, hati-hati ayah ibu", Dina

__ADS_1


Orang tuanya Dina sudah pergi, Riyan dan juga Temannya Dina juga sudah pergi pamit pulang.


__ADS_2