
Visual tokoh tambahan
Namanya Jessica, mantan cinta pertamanya Vano. Dia juga termasuk dari keluarga kaya tapi tidak sekaya keluarga nya Vano.
Kalau ini namanya Puput, dia sempat mendekati Vano dan ingin memiliki Vano seutuhnya. Tapi dia sudah menyerah karena ada Jessica, karena dia takut berurusan dengan Jessica.
Yang ini Chika, dia selalu iri dan merasa tersaingi oleh Dina. Dia ngefans berat sama Vano.
Oke kita lanjut...
***
Setelah Vano dan Riyan dari Cafe, Vano pergi untuk menjemput Dina di sekolahnya. Sedangkan Riyan langsung pulang saja. Saat Vano menjemput Dina, dia menunggu di depan gerbang, dia di dalam mobil hingga tidak ada yang tahu kalau Vano yang antar jemput Dina. Kaca mobil dari luar sangat gelap.
Dina keluar dari kelasnya langsung masuk ke dalam mobil. Anak-anak yang ada di sekolah itu bertanya tanya, itu siapa yang punya mobil mewah?
Chika melihat hal tersebut sangat geram, dia mengepalkan tangannya. Dia iri kalau Dina diantar jemput dengan mobil mewah, dia belum tahu kalau itu Vano. Jika dia tahu kalau Vano, pasti Dina sudah dijambak lagi sama Chika.
"Mas besok kalau mau antar jemput aku, turunin di tempat biasa aja", Dina
"Iya sayang", Vano mengelus rambut Dina. Kemudian Vano melajukan mobilnya pulang. Mereka telah sampai di apart, mereka mandi bergantian dan ganti pakaian. Mereka berdua berniat akan pulang ke orang tuanya Dina untuk menginap beberapa hari.
Mereka keluar dari apart terus naik mobil. Ditengah perjalanan Vano pergi ke toko buah untuk mertuanya. Setelah membeli buah Vano melajukan lagi mobilnya.
__ADS_1
Rumah Dina tidak terlalu jauh, hanya butuh 1 jam sudah sampai di rumah Dina. Mereka turun dari mobil.
Tok tok tok ... (Suara ketukan pintu)
Ibunya Dina membuka pintunya.
"Ooh kalian kenapa gk telpon ibu dulu kalau mau kesini, ibu akan memasak yang enak untuk kalian berdua, silakan masuk nak", ucap ibunya
Dina langsung memeluk ibunya.
"Aku kangen sama ibu", Dina.
"Sudah sudah,, kalian masuk ke kamar dan istirahat, ibu akan masak dulu", ucap ibunya
Vano dan Dina masuk ke kamar. Vano melihat kamar Dina sekeliling
"Kenapa ranjang kamu kecil sekali? nanti kita kalau tidur gimana?", Vano
Setelah itu Dina keluar dari kamarnya menghampiri ibunya untuk membantu ibunya masak. Vano masih dikamar, dia sedang menelepon seseorang untuk membelikan ranjang dengan ukuran king size hari ini juga harus sampai.
Ayah dan adiknya baru sampai rumah dari jalan-jalan sore naik motor.
"Oh ada Dina disini? suami mu mana?", tanya ayahnya
"Dia dikamar yah", jawab Dina
"Ya sudah kalau gitu", Ayah
"Kak Dina, Farel kangen", adiknya Dina berlari langsung memeluk Dina.
__ADS_1
"Kakak juga kangen sama farel, sudah sana dulu, kakak masih mau bantu ibu masak dulu", ucap Dina. Farel melepas pelukannya pergi menonton TV menunggu makanan sudah siap.
Orang yang disuruh Vano beli ranjang sudah sampai.
Tok tok tok ...
Dina membuka pintunya.
"Apa benar ini rumahnya mbak Dina?", tanya laki-laki itu
"Iya benar, ada apa?", Dina
"Ini saya mengantarkan pesanan den Vano", ucap laki-laki itu.
Vano keluar dari kamar
"Oh sudah sampai ya, tolong ganti sekalian pak", ucap Vano.
Dina hanya diam saja melihat kelakuan Vano seenaknya saja mengganti ranjangnya. Orang tuanya juga diam saja.
Setelah mengganti ranjangnya, laki-laki itu pulang.
Sekeluarga sedang makan malam. Setelah makan mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur. Vano dan Dina masuk kamar, dengan posisi Vano berada di belakang Dina, dia mengunci kamar Dina.
"Mau ngapain dikunci?", tanya Dina
"Mau buat anak", Vano tersenyum licik
Vano mendekati Dina dan Dina pun ikut mundur. Dina terperangkap lagi di dinding. Vano langsung mencium bibir Dina, dia juga membalas ciuman dari Vano. Ciuman mereka semakin panas. Vano membaringkan Dina agar lebih mudah untuk menjamah. Mereka berdua sudah tidak berpakaian dan menyatukan tubuhnya. Vano sudah kelelahan akhirnya Vano menyudahinya. Dia membaringkan tubuhnya di samping Dina. Mereka berdua langsung memejamkan matanya dan tidur.
__ADS_1
Selamat malam