Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 14


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kali ini Vano yang bangun duluan, dia melihat Dina masih tidur "dia terlihat lucu kalau lagi tidur", ucap Vano sambil tersenyum. Vano mencoba membangunkan Dina


"Dina bangun, nanti kamu telat", ucap Vano sambil menggoyangkan tubuh Dina


Dina kaget dan merasa senang juga, akhirnya sang suami memanggil namanya. Dina langsung berlari ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Dina selesai mandi, Dina sudah bersiap. Sedangkan Vano belum mandi dia masih main Hp di ranjang.


"Mas kok belum mandi?", tanya Dina


Tanpa berkata apa-apa Vano berjalan menuju kamar mandi dan cukup 15 menit Vano selesai mandi, dan hari ini Vano akan kuliah karena ada kelas. Vano memakai pakaian kasual terlihat sangat keren.


Vano turun dan menghampiri Dina di meja makan. Saat sarapan tidak ada pembicaraan apa-apa. Hanya diam membisu dan terlihat canggung.


Akhirnya mereka berdua selesai sarapan dan keluar dari apart. Mereka menaiki mobil, Dina akan diturunkan di tempat biasa. Sebelum Dina keluar dari mobil


"Kamu mau kan datang ke acara fanmeet aku?", tanya Vano sedikit ragu


"Iya mas.. aku mau kok, aku malah seneng", Dina tersenyum gembira


"Kamu ajak teman juga biar nanti kamu gk sendirian", Vano


"Iya nanti aku akan beritahu mereka", Dina


"Teman kamu berapa? nanti aku beliin tiket", Vano


"Temanku dua", jawab Dina


"Hmm.. oke kalau gitu", Vano


Kemudian Dina keluar dari mobil dan berjalan kaki menuju sekolahnya. Sedangkan Vano juga ke kampusnya.

__ADS_1


Dina sampai ke kelas dan seperti biasa temennya Mila dan Fina sudah sampai duluan ke kelas. Dina menghampiri mereka berdua


"Guys besok hari minggu ayo pergi ke fanmeet mas Vano", Dina tanpa sadar dan keceplosan menyebut Vano dengan sebutan Mas bukan kak tidak seperti kemarin.


Mila dan Fina kaget mendengarnya


"Apa katamu? mas? loe nyebut kak Vano jadi mas Vano?", tanya Mila


Dina menggaruk kepala yang tidak gatal. Dina mencari akal dan alesan


"Cuma ingin saja", sambil tertawa


"Beneran?", tanya Fina memastikan


"Eh kalian mau gk?", Dina


"Iya mau donk", Mila


Jam pelajaran telah berbunyi dan Gurunya masuk ke kelasnya.


Di kampus Riyan dan Vano duduk di halaman


"Van gue denger dari gosip loe akan ada jadwal balap ke negara S ya?", tanya Riyan


"Hemm", jawab Vano cuek


"Gue ikut kesana ya?", Riyan


"Hemm", jawab Vano cuek lagi


"Elo dari tadi cuma ham hem,, lama-lama loe seperti Nisya Sabyan", Riyan kesel. Tapi Vano hanya diam saja.

__ADS_1


Hpnya Vano berbunyi ada pesan masuk "Vano aku besok pulang". Setelah mendapat pesan itu muka Vano terlihat seperti menahan marah. Dia teringat saat ditinggalkan kekasihnya tidak bilang apa-apa langsung pergi ke luar negeri.


"Loe kenapa bro?", tanya Riyan heran tiba-tiba mimik mukanya Vano berubah


"Dia besok akan pulang", Vano


Riyan tahu siapa dia yang dimaksud oleh Vano.


"Kalau dia ngajak balikan jangan sampai mau, nanti loe sakit hati lagi", ucap Riyan


"Yan gue mau ngomong sesuatu ini rahasia", Vano ingin memberi tahu ke Riyan bahwa dirinya sudah menikah


"Iya mau ngomong apa loe?", Riyan


"Gue sudah punya istri", ucap Vano pelan


"Apa? yang bener saja loe. Kok gue gk tahu? lelucon loe garing", Riyan tidak percaya sama omongannya Vano


"Sstt.. Jangan keras-keras ini rahasia cuma loe doang yang gue kasih tahu", Vano


"Loe beneran? cewek mana yang loe nikahin?", Riyan kepo


"Sama cewek yang pernah gue tabrak, yang pernah gue ceritain ke loe", jawab Vano


"Hahaha", Riyan tertawa sampai terpingkal.


"Ternyata yang namanya jodoh gk akan kemana", sambung Riyan.


Vano hanya diam saja.


Setelah mereka berdua berbicara, mereka berdua langsung pulang.

__ADS_1


__ADS_2