Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 3


__ADS_3

Bel jam pelajaran telah berbunyi, Dina dkk harus masuk ke kelas lagi.


Sampai waktu jam pelajaran selesai, semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang. Mila dan Fina sudah pulang dijemput. Kini tinggal Dina sendirian di gerbang depan sekolah nungguin angkot.


"Neng nungguin siapa?", tanya satpam sekolah.


"Nunggu angkot pak", jawab Dina.


"Oh ya sudah neng bapak tinggal dulu", satpam itu meninggalkan Dina sendirian.


-----


Vano dan Riyan sudah selesai ngampus keluar dari kelasnya.


"Van loe gk ada jadwal balap lagi?", tanya Riyan.


"Belum, saat ini belum ada", jawab Vano.


"Kalau ada jadwal balap lagi kabarin ya.. nanti gue datang nyemangatin loe", kata Riyan.


"Gue gk butuh semangat dari loe", jawab Vano dingin dan cuek sambil berjalan.


Vano berjalan menuju motornya yang ada di parkiran, Vano memakai helm dan menaiki motornya keluar halaman kampus, Riyan naik mobilnya sendiri.


Jalan kampus menuju pulang ke rumah lewat sekolahnya Dina, Vano gk sengaja melihat Dina "Itu kan cewek kemarin yang gue tabrak", gumam Vano.


Vano putar balik menghampiri Dina.


"Woy...!", suara Vano


Dina menoleh ke sumber suara


"Pa'an?", tanya Dina dengan cuek dan males.


ini kan cowok kemarin yang nabrak gue


"Kau sendirian nungguin siapa?", tanya Vano.


"Nunggu angkot", jawab Dina masih cuek.


Vano melihat lututnya Dina yang masih memar


"Ayo naik, aku antar kau pulang", tawar Vano.

__ADS_1


"Gk usah makasih", Dina.


"Beneran gk usah?", Vano.


"Iya gk usah", jawab Dina sambil melengos.


"Iya sudah aku pergi nih", Vano sambil menghidupkan motornya dan beneran pergi.


"Dasar cowok gk punya hati nurani", gerutu Dina.


Tak lama pun angkotnya datang.


Dina sampai rumah


"Habis ganti pakaian kesini ya nak, ada yang ibu dan ayah bicarakan sama kamu", kata ibunya.


"Iya Bu", jawab Dina.


Dina anak yang penurut sama orang tuanya.


Dina sudah ganti pakaian langsung menghampiri kedua orang tuanya.


"Nak kamu tahu kan saat ayah sakit jantung dan disaat kami gk punya biaya, ada yang nolongin ayah sampai ayah sembuh?", kata ayahnya.


"Mereka tadi kesini, mereka ingin kamu jadi menantunya, dinikahkan dengan anaknya", imbuh ayahnya


"Tapi yah Dina masih sekolah", Dina mencoba menolak.


"Dina ingin menggapai cita-cita Dina dulu yah", Dina menahan air mata.


"Nak, Nikah itu bukan suatu halangan untuk menggapai cita-cita kamu nak..", kata ibunya.


"Ayah mohon sama kamu untuk menerima perjodohan ini", kata ayahnya.


Dina gk tahan air matanya langsung menetes, Dina meninggalkan mereka ke kamar.


Dina di kamar menangis, memikirkan bagaimana dengan cita-citanya, Dina tidak pernah memikirkan menikah secepat ini. Dina gk tahu siapa cowok yang akan jadi suaminya nanti. Apakah dia baik? Apakah dia buruk? Dina gk tahu sifat cowok yang akan jadi calon suaminya.


Dina menangis di kasurnya akhirnya Dina tertidur karena lelah manangis.


-----


Dimalam hari di rumah Vano.

__ADS_1


Vano baru pulang karena Vano dari kampus keluyuran dulu.


Vano masuk ke kamar untuk ganti pakaian setelah itu Vano ke kamar neneknya.


"Gimana keadaan nenek?", tanya Vano kepada suster yang merawat nenek nya di rumah. Neneknya gk mau dirawat di rumah sakit.


"Nenek masih seperti kemarin", jelas suster.


Nenek membuka matanya dan melihat Vano duduk disampingnya.


"Vano?", suara nenek lirih.


"Iya nek?", jawab Vano.


"Kamu ingin nenek cepat sembuh kan?", tanya nenek.


"Iya pasti dong nek", berusaha menenangkan hati neneknya.


"Nenek ingin melihat kamu menikah", kata nenek.


"Tapi nek Vano kan masih muda, masih kuliah juga", Vano berusaha menolak neneknya dengan halus.


"Pokoknya dalam waktu dekat ini kamu harus menikah!", suruh nenek kepada Vano.


"Iya nek, tapi..."


Suara Vano terpotong


"Gk ada tapi tapian!", nenek memotong suara Vano.


Vano keluar kamarnya nenek sedikit kesel karena disuruh menikah dalam waktu dekat ini.


"Van kesini sebentar", mamanya memanggil Vano ke ruang tamu.


"Iya ma ada apa?", tanya Vano.


"Mama sudah punya calon istri buat kamu", kata mama.


"Ah males ma jangan bicarakan ini Mulu, aku lelah mau tidur", jawab Vano sambil berjalan menuju kamar.


Bersambung...


Lanjut...?

__ADS_1


__ADS_2