Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 30


__ADS_3

Keesokan harinya


Anggap saja ini hari terakhir mereka honeymoon di negara S yaa.. Padahal belum seminggu.


_____


Dina bangun duluan dan pergi ke kamar mandi, tak butuh waktu lama Dina selesai mandi dan ganti pakaian.


"Mas ayo bangun, aku ingin membelikan oleh-oleh untuk temanku", ucap Dina


"Iya ya aku bangun", Vano bangun langsung pergi mandi, tak butuh waktu lama juga Vano selesai mandi.


Mereka berdua keluar dari hotel pergi ke mall untuk membeli oleh-oleh. Mereka telah sampai di mall, mereka masuk dan berbelanja. Setelah belanja, mereka kembali ke hotel untuk beres-beres barangnya. Mereka akan pulang ke negaranya sore ini.


Setelah beres-beres barangnya, mereka pergi ke restoran hotel itu. Mereka akan makan siang, Setelah makan siang mereka masuk ke kamar mengambil koper dan check out dari hotel.


Mereka pergi ke bandara naik taksi. Mereka naik pesawat pribadi tidak usah menunggu lama. Mereka menempuh perjalanan jauh. Dan mereka sudah sampai di bandara negara nya.


Pak ijan sudah menunggu mereka berdua didepan bandara. Dan memasukkan koper mereka.


Saat sampai di apat mereka membaringkan tubuhnya karena sangat lelah.


"Kamu besok langsung pergi sekolah?", tanya Vano


"Iya, aku sudah kangen sekolah", jawab Dina


"Hmm.. Besok aku akan antar jemput kamu lagi", ucap Vano


"Kamu gk sibuk?", tanya Dina


"Gk. Aku sudah mengosongkan jadwal ku 2 Minggu ke depan", Vano.


"Kenapa?", Dina heran. Tidak biasanya Vano membatalkan jadwalnya.


"Karena aku ingin bersama mu", jawab Vano


"Hehe mas bisa aja", Dina senyam senyum


"Kita harus tidur sekarang, besok kamu kan harus sekolah", Vano


"Iya sayang", Dina memeluk Vano dan menenggelamkan wajahnya di dada Vano. Mereka berdua tidur saling berpelukan.


***


Sinar matahari telah memasuki kamar mereka. Dina mengerjap ngerjapkan matanya


"Hah.. aku terlambat", Dina langsung berlari ke kamar mandi


Vano terkaget juga ikut gugup takut Dina telat sekolah. Vano pergi mandi di kamar mandi bawah, karena kamar mandi yang ada di kamar digunakan Dina mandi.

__ADS_1


Setelah mereka mandi dan sudah berpakaian rapi, mereka tidak sempat sarapan. Vano memakai mobilnya untuk antar jemput Dina lagi. Sedangkan pak ijan disuruh kembali lagi ke Papanya.


Kali ini Vano menurunkan Dina di depan gerbang sekolah.


"Kenapa diturunkan disini?", Dina


"Ingin saja", jawab Vano


Saat mobil mereka di depan gerbang, anak-anak sekolah berlarian keluar melihat mobil mewah.


"Tuh kan mas anak-anak langsung kepo", Dina sedikit kesal


"Tidak apa-apa, biasakan mulai sekarang", Vano mengusap rambutnya Dina


Dina keluar dari mobil, semua anak-anak heran Dina keluar dari mobil mewah. Bukannya Dina dari kalangan orang biasa?


Semua anak-anak heran, khususnya teman sekelasnya Dina.


Mereka belum tahu jika yang mengantar itu Vano pembalap terkenal.


Dina masuk ke kelas, semua temannya mengerubungi Dina.


Ada Chika menghampiri Dina, bisa dibilang dia itu tidak suka sama Dina.


"Loe pasti jadi simpanan om-om ya?", ucap Chika


"Dasar ******", Chika.


"Apa loe bilang?", Dina menjambak rambut Chika dan Chika juga menjambak rambut Dina. Mereka bertengkar dan dihentikan teman-temannya.


"Sudah Din jangan hiraukan cewek suka iri", Mila berusaha menenangkan Dina.


"Iya Din, anggap saja dia tuh iri, karena dia gk punya apa yang loe punya", Fina juga ikut menenangkan Dina


Mereka kembali duduk. Dina juga sudah memberikan oleh-oleh untuk mereka berdua.


Chika termasuk ngefans berat sama Vano. Mungkin jika dia tahu Dina adalah istrinya Vano pasti akan sangat marah. Chika juga punya 2 teman yang selalu setia kepadanya, apapun yang Chika suruh pasti mereka mau melakukannya.


Chika selalu iri dengan Dina, karena selalu kalah dalam tiap aspek. Akhir-akhir ini Chika sebenarnya mau tobat, tidak akan iri lagi ke Dina. Hari dia melihat Dina diantar oleh mobil mewah, Chika kembali membenci Dina.


_____


Di kampus


Vano masuk ke kelas dan duduk di samping Riyan. Jessica menghampiri mereka berdua dan duduk di sampingnya Vano.


"Mau apa lagi?", tanya Vano


"Mau duduk lah", jawab Jessica

__ADS_1


"Gk ada tempat lain apa?", Riyan juga ikut kesel karena ada Jessica


Tanpa basa-basi Vano bangun dan pergi keluar dari kelas, dia bolos Riyan juga ikut kemana Vano pergi. Mereka berdua duduk di tempat biasa nongkrong di halaman kampus.


"Dia belum nyerah ngejar loe Van", Riyan.


"Hmm...", jawab Vano cuek


"Loe gk beresin aja dia biar kapok, takutnya nanti dia berulah lagi, terus terjadi kesalahpahaman loe sama Dina", Riyan kali bijak


"Akan gue pikirkan nanti", jawab Vano.


"Nongkrong ke cafe biasanya yok, mumpung bolos begini", Riyan


"Oke", Vano


Mereka berdua pergi ke tempat parkiran mengambil mobilnya. Mereka naik mobil masing-masing.


Saat mereka sampai di Cafe dan duduk, mereka memesan minuman saja. Riyan di Cafe itu melihat cewek bule yang cantik tak jauh dari mejanya.


"Bro..Bro.. Lihat tuh ada cewek cantik", Riyan menunjuk ke seseorang yang duduk disana.


"Masih cantikan Dina kemana-mana", Vano


"Loe sudah kena virus bucin, dasar. Gue akan kesana kenalan dengan dia. Lihat saja ya", Riyan.


Riyan berjalan menuju ke cewek itu langsung ikut duduk di depannya.


"I'm sorry, can I sit here? are you alone?", ucap Riyan mencoba basa-basi


"Oh silahkan", jawab bule itu


"Kamu bisa bahasa sini?", tanya Riyan


"Iya, aku sudah lama tinggal disini", jawab bule itu sedikit tertawa


"Apa boleh aku kenalan dengan kamu?", Riyan


"Boleh"


"Aku Riyan, aku masih kuliah", Riyan mengulurkan tangannya untuk salaman.


"Aku Nathalia", jawab bule itu


"Bolehkah aku minta nomor mu?", Riyan


"Boleh", Nathalia


Setelah Riyan mendapatkan nomornya Nathalia, dia kembali duduk bersama Vano.

__ADS_1


__ADS_2