Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 8


__ADS_3

Pengenalan Tokoh


Nama : Vano


Umur : 23 tahun


Vano seorang pembalap profesional dan juga seorang model. Orang tua Vano punya AP group, perusahaan terbesar di Negara A yang paling berkuasa dan disegani banyak orang. Vano mempunyai banyak fans.



Nama : Dina


Umur : 18 tahun


Dina seorang gadis cantik dari kalangan orang biasa, Dina termasuk cewek tercantik di sekolahnya. Dina punya teman cowok sekelas namanya Rava yang selalu memberikan Coklat kepada Dina dan selalu bersikap baik kepada Dina, dengan tujuan agar hatinya Dina luluh dan bisa menerima dia. Tapi Dina hanya menganggapnya sebagai teman sekelas nya saja.



Nama : Riyan


Umur : 23 tahun


Riyan termasuk kategori cowok ganteng, tapi tidak seganteng Vano. Riyan juga dari kalangan orang kaya. orang tuanya tinggal di luar negeri, Riyan di negara A hanya sendirian.



Nama : Mila


Umur : 18 tahun

__ADS_1


Mila juga termasuk dari kalangan orang kaya, Mila setiap hari berangkat sekolah selalu diantar jemput sama sopirnya. Mila belum dapat izin sama orang tuanya untuk menyetir mobil sendiri.



Nama : Fina


Umur : 18 tahun


Fina dari juga cukup terkenal, dia seorang selebgram



-----


Hari-hari sudah dilewati sejak Vano balapan. Hari ini hari dimana Vano dan Dina menikah, acaranya diadakan secara tertutup dan secara diam-diam, hanya keluarga yang mengetahui. Ini permintaan dari Vano dan juga Dina.


Vano memakai setelan jas berwarna hitam terlihat sangat ganteng, bersiap berangkat ke rumah mempelai wanita. Vano berangkat naik mobil bersama orang tuanya dan neneknya juga ikut. Neneknya gk bisa berjalan, jadi neneknya menggunakan kursi roda nantinya.


"Gimana semuanya...? sah?", ucap penghulu itu.


"Sah...", Semuanya mengucapkan kata sah.


Mereka sangat bahagia, terutama para orang tua.


Dina keluar dari kamarnya,, Vano melihat Dina tanpa berkedip


"ternyata nih cewek cantik juga kalau dilihat lihat", Vano.


"apa'an sih dia.. melihat aku seperti itu, aku kan jadi malu", Dina.

__ADS_1


Dina menghampiri Vano dan mencium tangan Vano, kemudian Vano mencium kening Dina.


Dina jantungnya merasa berdebar dan pipinya memerah. Vano melihat pipinya Dina sudah memerah, Vano menahan tawa.


Acara sudah selesai.


Orang tua Vano pamit pulang.


"Jeng Nur saya pamit dulu ya.. titip anak saya, kalau nakal jewer saja kupingnya", ucap mamanya Vano ke ibunya Dina


"Mama tega amat sama anak sendiri", Vano protes.


"Iya jeng serahin kepada Saya", ucap ibunya Dina sambil tertawa.


"Ya sudah mama pulang sama papa dan nenek juga, kamu harus bisa mengurusi istri mu", ucap mama Nita


Akhirnya keluarga Vano pulang.


Rencana Vano habis nginap malam ini mau pindah ke apartemen miliknya dan sudah disetujui para orang tuanya.


Vano makan malam bersama keluarga barunya. Selesai makan Vano dan Dina menuju kamar.


"apakah dia akan minta malam ini", pikir Dina sedikit gugup dan takut. Dina hanya duduk ditepi ranjang. Sedangkan Vano sedang mandi. Vano keluar dari kamar mandi


"Kamu gk mandi?", tanya Vano kepada Dina.


"Man Mandi kok?", jawab Dina gugup.


Dina langsung masuk ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Dina selesai mandi terus keluar dari kamar mandi, dia melihat Vano sudah tidur.

__ADS_1


"huuf... untung dia sudah tidur", Dina menghela nafas lega.


Bersambung...


__ADS_2