
Di tempat Circuit Vano sedang latihan bersama rekannya, sedangkan Dina, Riyan, dan Nathalia cuma bisa menonton Vano latihan. Mereka duduk bersama, Dina melihat kalau Nathalia sedang menatap Riyan terus.
"Kak Nat suka ya sama kak Riyan?", tanya Dina. Dina memanggil Nathalia dengan sebutan Kak karena umur Nathalia lebih tua daripada Dina. Umurnya 22.
"Eng engga kok", Nathalia salah tingkah dan pipinya memerah
"Ngaku aja kak, kalian cocok kok hehe", ucap Dina
"Kelihatannya ya?", Nathalia
"Ya haha", Dina malah tertawa
"Ssstt.. Jangan kencang kencang nanti orangnya tahu, ini rahasia ya", ucap Nathalia
Setelah 1 jam Vano selesai latihan, mereka pergi ke restoran. Mereka sampai di restoran. Mereka membuka menu makanan
"Makanan disini mahal mahal", ucap Nathalia
"Tenang aja, nanti yang bayar Vano", ucap Riyan cengengesan sambil melirik ke Vano
"Gue gk bawa dompet, biar Riyan yang bayar", Vano tersenyum licik. Vano berbohong
"Jangan bohong loe, kalau gue yang bayar nanti uang gue gk cukup", Riyan memelas
"Haha tenang bro.. Gitu aja muka loe langsung pucat, gue bawa dompet kok", Vano puas ngerjain Riyan
__ADS_1
"Dasar teman dakjal", Riyan kesel.
Nathalia melihat Riyan sedang cemberut kelihatan lucu menurutnya.
Hp Vano berbunyi terus ada notif. Vano mengecek DM dan membiarkannya.
"Siapa mas?", tanya Dina
Nathalia sudah tahu kalau Vano dan Dina itu sepasang suami istri. Saat perkenalan tadi di depan circuit, Dia sudah mengetahui. Jadi dia gk heran kenapa Dina memanggil Vano dengan sebutan Mas.
"Gk tahu siapa, kayaknya sedang berusaha agar aku membalas DM nya", jawab Vano
"Kayaknya ngefans banget sama kamu", ucap Dina
"Coba kamu lihat nih", Vano melihatkan Hp nya pada Dina
"Kenapa? kamu kenal?", Vano
"Dia teman sekelas aku mas tapi ...", Dina tidak melanjutkan ucapan nya, Dina gk mau Vano tahu hal itu
"Kenapa sayang?", Vano
"Gk apa-apa kok", jawab Dina
Vano mengerti, sepertinya Dina sedang menutupi sesuatu.
__ADS_1
Mereka selesai makan terus pulang.
Vano dan Dina sampai di apart, Mereka masuk ke kamar dan mandi bergantian. Dina sedang menyisir rambutnya tiba-tiba Vano menyerang. Vano mencium bibir Dina, dan Dina pun juga membalasnya. Ciuman mereka semakin panas, dengan posisi masih berciuman mereka berpindah ke ranjang. Vano dan Dina sudah tidak memakai sehelai benang pun. Mereka menyatukan tubuhnya, Vano sudah kelelahan dan menyudahi permainannya.
Vano membaringkan tubuhnya di samping Dina dan memeluknya. Dina sudah tertidur. Vano mengambil Hpnya di atas nakas dan menelpon seseorang.
"Halo", jawab seseorang itu yang ditelpon Vano, namanya Erik. Dia sosok misterius tangan kanan nya Vano yang sangat pintar dan kejam. Dia hanya menampakkan diri jika ada hal serius mengenai Bosnya Vano.
"Selidiki siapa saja teman Dina di sekolah dan perilaku semua temannya terhadap Dina", Vano
"Siap", jawab Erik
Vano mengakhiri panggilan dan meletakkan kembali Hp nya di atas nakas. Vano kembali memeluk Dina "Tidak akan aku biarkan seseorang menyakitimu" ucap Vano.
Vano langsung memejamkan matanya ikut tertidur.
*****
Keesokan harinya
Vano dan Dina bangun, mereka berdua sudah bersiap seperti biasa. Mereka sedang sarapan di ruang makan
"Hari ini hari terakhir aku sekolah mas, besok sudah mulai libur 2 Minggu dan setelah 2 Minggu itu aku akan lulus", ucap Dina
"Hmm.. Aku juga akan sibuk gk apa-apa kan? kita besok pindah ke rumahnya mama papa aja yaa? biar kamu gk kesepian", ucap Vano
__ADS_1
"Iya sayang", Dina mencium bibir Vano sekilas dan tersenyum
"Ayo berangkat nanti telat", Vano