Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 6


__ADS_3

Keesokan harinya


Vano masih memejamkan matanya.


drrt... drrt...


Vano mengambil Hpnya yang ada di sampingnya dengan mata yang masih merem.


"Halo", ucap Vano dengan masih malas.


"Van kamu siap-siap yaa.. 3 hari lagi kamu akan ada jadwal balap", managernya menelfon.


"Iya kak", Vano mematikan panggilan.


Vano langsung bangun dan bersiap untuk kuliah.


-----


Dina sudah sampai sekolah, Dina sudah seperti biasanya tidak murung seperti kemarin.


"Hei guys... Aku denger 3 hari lagi akan balap lagi di Cirkuit X, ayo nonton langsung kesana yuuk", ajak Mila.


"Eh ayo pasti seru", Fina semangat.


"Ya sudah gue ikut", ucap Dina pasrah.


-----


Di kampus.


"Van loe akan ada balap lagi ya?", tanya Riyan.


"Hmm...", jawab Vano cuek.


"Gue pasti dateng nyemangatin loe" sambil tertawa, tapi Vano hanya diam saja.


Vano sedikit jenuh memikirkan perjodohan nya.


"Yan ayo kita duel main basket", ajak Vano.


"Wiih.. Ada apa nih tumben, kenapa?", Riyan Kepo.


"Gue jenuh", jawab Vano.


Vano dan Riyan sudah berada di lapangan basket. Para cewek-cewek yang ngefans sama Vano langsung menuju ke lapangan untuk melihat Vano main basket.

__ADS_1



"Vano ganteng banget... gue pengen jadi pacarnya", ucap salah satu cewek yang disana sedang menonton Vano main basket.


"Iya gue juga pengen", ucap cewek satunya lagi.


Vano dan Riyan menyudahi permainannya, ada cewek menghampiri Vano membawakan minuman dengan niat mencari perhatian dari Vano.


"Van, nih minum dulu", cewek itu memberikan minuman.


Vano menerimanya karena emang Vano lagi haus.


"Makasih", ucap Vano


"yes.. Vano menerima minuman dari gue, berarti gue punya kesempatan dan Vano akan menjadi milik gue", ucap puput dalam hati.


"Sama-sama Van", jawab puput.


Vano meminum setengah dan setengahnya diberikan kepada Riyan.


Vano dan Riyan langsung pulang.


-----


Dina sekolahnya sudah selesai waktunya pulang. Dina seperti biasa nunggu angkot.


"Woy..", Vano memanggil Dina.


Dina merasa terpanggil menoleh kearah sumber suara dan mendekati Vano.


"Nih cowok lupa nama gue apa? huh", gumam Dina dalam hati.


"Iya ada apa?", jawab Dina sedikit kesal.


"Ayo naik aku antar kau pulang", ajak Vano.


"Gk usah", jawab Dina cuek.


"Ayo cepat, nanti uang yang kau gunakan untuk bayar angkot bisa kau tabung".


"Eh iya juga ya.. mumpung gratis", pikir Dina.


"Ya sudah", Dina langsung naik ke motor Vano.


"Ternyata dia perhatian juga", ucap Dina dalam hati

__ADS_1


Mereka berdua sampai di rumah ..


"Kau gk mampir dulu masuk ke rumah?", tanya Dina.


"Gk usah", jawab Vano meninggalkan Dina.


"Huh dasar.. gk menghargai niat baik dari ku", Dina dengan kesal masuk ke dalam rumah.


----


Keesokan harinya.


Dina berangkat sekolah.


Mila dan Fina sudah berada di kelas.


"Besok kita jadi nonton balapnya kak Vano kan?", tanya Mila.


"Jadi kok", jawab Dina dan Fina bersamaan.


Kebetulan Vano hari ini gk ada kelas. Vano harus mempersiapkan untuk besok.


Dina pulang dari sekolah sampai rumah langsung menuju ke kamarnya ganti pakaian Dina keluar dari kamarnya menghampiri adeknya yang sedang nonton TV, disana juga ada ibunya.


"Gimana nak sekolah mu?", tanya ibunya.


"Gk ada masalah kok bu", jawab Dina.


"Bu besok kan hari Minggu libur sekolahnya, aku mau nonton kak Vano balapan", Dina minta izin ke ibunya.


"Iya.. tolong kamu besok hampiri nak Vano suruh hati-hati jangan sampai kecelakaan".


"Iya kalau sempat", jawab Dina sambil tertawa.


"Jangan gitu dong, dia kan calon suami kamu, apa kamu gk khawatir? dan lagi kamu jangan panggil nak Vano dengan sebutan kak, kamu harus panggil mas Vano", jelas ibunya.


"Kan sama saja bu"


"Beda nak, kamu gk usah bantah ibu"


"Iya bu", Dina nurut saja.


Ibunya langsung ke dapur untuk memasak makan malam. Setelah selesai..


"Fina, Farel (adeknya Dina), ayah ... sini makan malam sudah siap".

__ADS_1


Selesai makan Dina ke kamar untuk tidur.


Bersambung...


__ADS_2