
Masih sangat pagi Dina bangun duluan untuk membuatkan sarapan untuk suaminya. Dina dibantu pembantunya. Sedangkan Vano masih molor.
"Bi, biasa mas Vano suka makan apa?", tanya Dina sama pembantunya .
"Den Vano suka masakan apapun, asal jangan udang non. Soalnya den Vano alergi udang", jelas pembantunya.
"Ooh ya sudah bi, makasih ya.."
Sarapan sudah siap di meja makan. Dina masuk kamar lagi untuk mandi dan bersiap untuk pergi sekolah. Dina membangunkan suaminya "Mas bangun, kamu gk kuliah? ada kelas gk?". Vano langsung melek "Iya hari ini aku ada kelas", jawab Vano.
"Ya sudah aku tungguin di bawah", ucap Dina keluar kamar sudah rapi berseragam. Dina memakai pakaian di kamar mandi sekaligus, takut Vano melihatnya.
Vano turun sudah rapi dan menuju meja makan. Mereka berdua sarapan bareng. Setelah sarapan Dina keluar apartemen nya sedang berpikir "aku berangkat naik apa?"..
Vano melihat kegelisahan Dina.
"Ayo naik, aku antar kamu sekolah", Ucap Vano sambil menghidupkan motornya. Di apartemen gk ada mobil. Kemarin mobil yang mengantar mereka itu mobilnya milik keluarga Vano.
"Nanti kalau ada yang lihat terus anak-anak pada tahu gimana?", jawab Dina khawatir.
"Gampang.. nanti aku turunin kamu agak jauh dari sekolah, gimana?, ucap Vano.
"Hmm.. Ya sudah kalau gitu", Dina naik ke motor Vano tidak lupa memakai helm. Dina pegangan bahunya Vano.
"Kenapa pegangan disitu?", tanya Vano.
"Nanti kamu jatoh", sambung Vano.
Vano langsung meletakkan tangannya Dina memeluk dirinya dari belakang. Dina hanya pasrah jantungnya berdetak kencang.
Akhirnya mereka berdua berangkat bareng.
__ADS_1
Saat hampir sampai dekat sekolahnya Dina yang agak jauh, Dina turun dari motor Vano.
"Mas minta uang jajan", sambil nyengir.
Vano langsung mengeluarkan dompetnya memberikan uang 200rb ke Dina yang menurutnya sangat banyak, tidak seperti biasanya Dina dikasih uang jajan sama orang tuanya cuma 20rb.
"Makasih mas", sambil tersenyum.
Vano langsung berangkat menuju kampusnya.
Saat Dina sampai di kelas
"loe kemana saja 3 hari gk masuk sekolah?", tanya Mila.
"Emm.. anu itu.. gue pergi ke keluarga jauhnya ayah", Dina berbohong agar temennya gk tahu kalau dia sudah menikah dengan Vano.
"Beneran? Kamu gk bohong?", tanya Fina juga penasaran.
"maafin gue, gue terpaksa bohong, kalau sudah waktunya aku akan menceritakan semuanya kepada kalian", ucap Dina dalam hati.
Bel pelajaran pun berbunyi waktunya pelajaran mulai.
-----
Di kampus.
"Hei Van, loe 3 hari cuti kemana saja?, tanya Riyan kepo.
"Gue latihan", Vano berbohong.
"Loe mau ada jadwal balap lagi?", Riyan.
__ADS_1
"Hmm", jawab Vano cuek.
Riyan merasa bosan
"Van ayo main skateboard", ajak Riyan kepada Vano.
"Ayo", Vano setuju.
Mereka berdua bermain skateboard di halaman kampus, semua cewek yang melihat langsung berlarian ke halaman untuk melihat Vano. Puput seperti kemarin juga mengambil kesempatan untuk memberikan minuman dengan niat untuk mencari perhatian Vano.
Saat mereka berdua selesai bermain skateboard,, Puput menghampiri Vano, tapi Vano malah mengabaikan puput. Karena Vano ingat ucapannya kemarin, dia akan belajar menerima Dina, dia akan menjadi suami yang baik.
"Vano tidak seperti kemarin", pikir Puput.
Vano dan selesai ngampusnya.
"Van ayo nongkrong dulu", ajak Riyan.
"Gk, gue mau langsung pulang", jawab Vano
"Gk seperti biasanya loe", Riyan.
Vano hanya diam saja mengambil motornya keluar dari halaman kampus.
Vano berniat jemput Dina, ditempat tadi saat Dina turun.
"sepertinya dia belum pulang, sekolahnya masih rame", pikir Vano
Tak lama pun Dina muncul dari belakang Vano, "Mas.. sudah nunggu lama ya?", tanya Dina. "Eh gk kok, aku baru sampai", jawab Vano. Tadi Dina sempat berpikir caranya pulang ke apartemen gimana. Karena gk ada angkot menuju ke arah apartemen. Ternyata ditempat tadi sudah ada Vano yang menunggunya.
__ADS_1