Suamiku Ternyata CEO

Suamiku Ternyata CEO
01 Pengenalan karakter


__ADS_3

Mac Prin mempunyai postur tubuh yang tegap dan atletis. Muda dan mempunyai berbagai prestasi dalam dunia bisnis. Wajah yang tampan tak luput dari banyaknya wanita yang tergila-gila padanya.


Wawasan dan kinerja kerasnya membuat semua orang kagum.Namun di sisi lain Mac Prin harus di hadapkan dengan sebuah perjodohan yang di atur oleh kedua orang tuanya.


"Bu sudah berapa kali aku menolak perjodohan ini" Kesal Mac Prin


"Sayang apa salahnya untuk mengenal terlebih dahulu" Bujuk ibunya.


Mac Prin menghembuskan nafas kasar. Sungguh bukan pertama kalinya Mac Prin menolak untuk di jodohkan, ibunya selalu saja memaksa.


"Bu tolong hargai keputusan ku ini. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai" jelas Mac Prin


"Berjalannya waktu mungkin cinta itu akan tumbuh,ibu kan sudah bilang apa salahnya untuk mengenal terlebih dahulu"


"Sudahlah,perdebatan soal perjodohan ini kita akhiri sampai disini, aku pergi dulu"


"Mac kita belum selesai bicara, kau mau kemana?"


"Maaaaaaac.. Mac Prin" teriak ibunya.


Mac Prin pergi ke Apartemen miliknya. Di setiap ada masalah Mac Prin pasti pulang ke Apartemen untuk menenangkan pikiran nya.


Mac Prin mulai mengemasi barang-barangnya ke dalam koper. Mac berencana untuk meninggalkan Thailand dan pergi ke London Inggris.


Mac akan pergi dan menghindari perjodohan yang di atur orang tuanya. Sepertinya Mac akan menetap di London Inggris dan mencari pekerjaan disana.


"Hallo Chris, jemput aku sesampainya di bandara. Malam ini aku akan pergi ke London. tolong siapkan semua keperluan ku disana!"


"Baiklah, kabari aku jika kau sudah sampai. Aku akan menjemputmu" jelas Chris.


Setelah menghubungi Chris temannya yang tinggal di London. Mac langsung bersiap-siap untuk pergi ke bandara.


*****


Anna Snowden mempunyai postur tubuh ideal,wajah cantik dan berwawasan luas. Banyak pria yang mengagumi kecantikannya.


Namun sampai saat ini Anna masih saja sendiri, mungkin hanya ada beberapa teman lelakinya yang di anggap sebagai teman biasa.


Anna Snowden berjabat sebagai CEO perusahaannya sendiri di bidang perhotelan dan mengelola beberapa butik.


"Selamat sore nona?" Sapa Luis Asisten Edward Snowden.


"Selamat sore Luis, aku ingin bertemu dengan tuanmu!" seringai Anna.


"Silahkan nona,tuan ada di dalam" Luis mempersilahkan Anna masuk ke dalam ruangan ayahnya.


"Terima kasih!"


Anna menemui ayahnya untuk membahas beberapa pekerjaan yang akan Edward Snowden perintahkan kepada anaknya.


"Hallo, selamat sore tuan Edward Snowden?"


"Ah anak kesayangan ku, akhirnya datang juga!" Edward Snowden menghampiri Anna dan memeluknya.


"Ayolah tuan, aku bukan anak kecil lagi" Anna melepaskan pelukannya dan tersenyum manis.


"Bagaimana kabar Dady ?" sambung nya.


"Dady baik, bagaimana dengan keadaanmu ?"


"Aku baik, bagaimana dengan kabar momy ?" Anna berjalan dan duduk di sofa dan di ikuti oleh Edward Snowden.


"Momy baik, dia sangat merindukan anak gadisnya. Setelah ini kau pulang temui momy" titah Edward Snowden.


"Baiklah nanti aku pulang! Jadi ada apa Dady memintaku datang kemari?"


"Begini, beberapa bulan ke depan Dady dan momy akan pergi ke New York, ada beberapa pekerjaan penting yang harus Dady kerjakan disana. Dady ingin meminta tolong padamu, bisakah kau handle perusahaan Dady untuk sementara waktu ke depan?"


"Kenapa tidak meminta tolong kepada Steven saja dady"


"Kakakmu Steven sekarang sedang berada di Belanda, dia sedang mengurus proyek pembangunan hotel disana!" jelas Edward Snowden


"Baiklah, Dady persiapkan apa saja yang akan aku kerjakan nanti. Aku pergi dulu!" Anna beranjak berdiri dan berjalan keluar


Anna Snowden melajukan mobilnya pulang ke rumah untuk menemui ibunya.


Alunan musik santai mengiringi perjalanan Anna Snowden.


Tin tiiiiin...(suara klakson mobil)


"Anet, coba kau lihat suara mobil siapa yang datang?" Perintah Carolin Snowden.

__ADS_1


"Baik nyonya!"


Anet membuka pintu utama dan melihat Anna berjalan masuk. Anet tersenyum dan langsung menyapa Anna.


"Nona Anna, silahkan!"


"Anet nyonya mu dimana ?" tanya Anna


"Nyonya sedang berada di taman belakang nona, silahkan biar saya antar!"


"Tidak usah anet, kau ke dapur saja buatkan aku minum, tenggorokan ku sangat haus."


"Baik nona."


Anna berjalan ke taman belakang rumahnya untuk menemui ibunya.


"Hallo, selamat sore nyonya. Apakah aku bisa bertemu dengan nyonya Carolin Snowden?" goda Anna.


Carolin Snowden langsung menoleh melihat wajah Anna, ibunya langsung tersenyum dan berjalan menghampiri anaknya.


"Sayang kau pulang ?" Carolin Snowden memeluk Anna. Rasa rindu kepada anak gadisnya.


"Ya sebenarnya aku tidak ingin pulang, tapi karena Dady yang meminta akhirnya aku pulang untuk menemui mu." Anna melepaskan pelukannya.


"Anak kurang ajar, apa kau tidak merindukan ibumu ini hah?" kesal Carolin Snowden.


Anna terkekeh melihat kekesalan ibunya. "Aku hanya menggoda mu momy!"


"Ah sudahlah.Bagaimana kabar mu sayang?" Carolin dan Anna berjalan dan duduk di kursi taman.


"Baik!" singkat Anna.


"Apa kau sudah menemui Dady mu sayang? ku dengar Dady mu ingin bicara denganmu!"


"Aku sudah menemuinya tadi di kantor, Dady memintaku untuk menghandle pekerjaan nya selama momy dan Dady di New York" jelas Anna.


"Apa kau akan menginap disini sayang ?"


"Aku akan pulang ke apartemen ku, besok pagi sekali aku harus pergi menemui klien penting ku dari Paris!"


"Tapi sempatkan untuk makan malam bersama terlebih dahulu oke?" bujuk Carolin Snowden.


*****


"Hai Mac apa kabar?" Chris menghampiri Mac di bandara.


"baik, terima kasih sudah menjemput ku Chris!"


Chris melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


"Ada urusan apa kau datang ke Landon ?" tanya Chris.


"Aku akan bekerja disini" singkat Mac


"Bekerja? untuk apa kau bekerja bukankah kau mempunyai perusahaan sendiri ?" Chris heran kepada Mac.


"Sebenarnya aku ingin menghindari perjodohan dari orang tua ku Chris, lalu aku memutuskan untuk pergi ke London dan mencari pekerjaan disini!"


Mac menceritakan semuanya kepada Chris soal permintaan orang tua nya yang ingin menjodohkan dirinya.


"Wanita yang akan di jodohkan dengan ku itu ternyata Brenda anak dari teman bisnis ayahku, aku sudah mengetahui semua tentang Brenda. Untuk itu aku menolak perjodohan ini"


"Apa ibu dan ayahmu tahu kalau kau pergi ke London?" Chris menoleh kearah Mac.


"Tidak, mereka tidak tahu. Untuk itu panggil aku Prin, aku akan melamar pekerjaan sebagai orang biasa disini"


"Kau yakin dengan keputusan mu ?"


"Aku akan memutuskan akan tinggal disini. Apa kau sudah mengurus semua yang aku perlukan disini Chris?" Mac bertanya dan menoleh ke arah Chris.


"Sudah, sekarang kita akan pergi ke apartemen mu!"


Sampai di apartemen Mac yang telah di siapkan oleh Chris. Mac langsung pergi masuk ke kamar mandi.


Selesai Mac mandi Chris langsung berpamitan kepada Mac untuk kembali ke rumahnya.


Mac tengah duduk di sofa, mulai berkutat dengan laptopnya. Mac langsung mencari pekerjaan dan mulai mengirimkan beberapa lamarannya melalui situs online ke beberapa perusahaan ternama di London.


Ke esokan harinya Chris datang menjemput Mac untuk pergi. Malam harinya Chris mengajak Mac pergi ke Club malam. Keadaan Club malam sangat ramai, banyak wanita cantik dan sexy yang mulai mencari perhatian dan menggoda Mac.


Dengan ke tampanan yang di miliki Mac, membuat beberapa wanita mulai mencoba mendekati Mac.

__ADS_1


Bruggggh...


Mac bertabrakan dengan seorang wanita. Wanita yang bertabrakan dengan Mac terjatuh ke lantai.


Wanita itu langsung beranjak dan memaki Mac. "Apa kau buta, tidak mempunyai mata untuk melihat jalanmu tuan!"


"Maaf nona, bukannya Anda yang salah berjalan sambil memainkan ponsel"


"Kau sengaja menabrak ku kan, dan sekarang dimana ponsel ku? apa kau mengambilnya?"


Lalu teman wanita itu datang menghampiri dan melihat teman nya bertengkar.


"Anna ada apa ? dan ini ponsel mu terjatuh" tanya Bianca


"Nona tolong beri tahu kepada temanmu ini, agar berjalan tidak sambil memainkan ponsel dan tidak sembarangan menuduh orang sebagai pencuri." Mac melirik tajam dan menarik ujung bibirnya ke arah Anna.


Ternyata wanita yang bertabrakan dengan Mac adalah Anna Snowden. Anna juga sedang berada di Club malam itu, pergi bersama teman-temannya.


Selesai dengan pertengkarannya Mac duduk bersama Chris di depan meja bar dan memesan minuman beralkohol.


Anna bergabung bersama teman-temannya di sofa VIP yang berada di lantai 2. Suara dentuman musik semakin malam semakin asyik dan pengunjung mulai ramai.


"Hai, boleh bergabung?" goda salah satu wanita dan duduk di sebelah Mac.


Mac hanya menanggapi dengan senyuman. "Mau dance bersama ku?"


"Tidak terima kasih" lagi-lagi Mac tidak menghiraukan wanita di sampingnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mac dan Chris mulai meninggalkan club begitu juga dengan Anna Snowden.


Anna Snowden tengah berjalan ke arah parkiran mobilnya dalam keadaan mabuk. Tiba-tiba lengannya di cekal oleh seorang pria. Anna memutar tubuhnya untuk melihat siapa pria itu.


Pada saat Anna melihat wajah pria yang menarik lengannya, sontak membuat nya marah dan langsung menepis kasar lengan pria itu.


"Lepaskan, apa mau mu?" kesal Anna Snowden.


"Anna, aku hanya ingin bicara denganmu!"


"Tidak, aku tidak mau." Anna mulai berjalan sempoyongan meninggalkan pria itu, lagi-lagi lengan nya di tarik oleh pria itu.


"Tolong..tolong" Anna berteriak.


"Lepaskan aku...!" Anna menarik-narik lengannya dari genggaman pria itu.


Mac dan Chris melihat dan mendengar teriakkan Anna.


"Mac kau lihat wanita itu, kenapa dia berteriak minta tolong?" Chris menunjuk ke arah Anna.


"Tidak tahu, mungkin sedang bertengkar dengan pacarnya" Mac acuh ketika melihat wajah Anna.


"Tapi Mac, kurasa wanita itu sedang mabuk dan lihat itu. Lengannya di tarik paksa oleh pria itu, kasihan dia Mac."


Mac melihat dan merasa kasihan melihat Anna yang tengah mabuk di cengkram lengannya dan di tarik-tarik paksa oleh pria itu.


Mac menghampiri mereka. "Hei bung lepaskan wanita itu"


"Siapa kau ? jangan ikut campur dengan urusan ku." Pria itu terus menarik lengan Anna untuk masuk ke dalam mobil.


Mac langsung menarik lengan kiri anna dan menepis kan cengkraman tangan pria itu.


"Aku sudah bilang lepaskan!"


"Apa urusan mu ? Anna ayo ikut!" Pria itu langsung menarik kembali lengang Anna.


Kesadaran Anna yang mulai melemah karena mabuk, membuat tubuhnya tidak seimbang


Mac langsung menahan tubuh Anna dalam dekapannya.


"Sebaiknya kau pergi jangan mengganggu pacarku lagi bung!" Mac berpura-pura mengaku sebagai pacar Anna agar pria itu lekas pergi dari hadapan nya.


Setelah kepergian pria itu. Chris menghampiri Mac. "Sepertinya dia mabuk Mac"


"Lalu bagaimana, apa harus aku menahan terus tubuhnya seperti ini?" kesal Mac


"Kau antarkan saja dia pulang, coba kau lihat kartu identitasnya" titah Chris


Mac membuka tas dan mencari-cari kartu identitas Anna namun tidak di temukan.


"Tidak ada Chris, bagaimana ini?" tanya Mac


"Bawa saja dulu ke apartemen mu, besok kalau dia sadar, kau tinggal tanya saja alamat nya." saran Chris

__ADS_1


__ADS_2