
Malam harinya Prin pergi untuk menjemput Anna. Mereka akan pergi keluar, lebih tepatnya Prin mengajak Anna untuk dinner romantis.
Sampainya di depan lobi apartemen, Prin di mintai untuk menunggu di mobil, lalu menghubungi Anna.
Anna baru saja selesai berdandan, pada saat Anna sedang memasang anting di telinga nya. Suara ponselnya berbunyi.
"Hallo Prin..."
"Hallo sayang aku sudah di bawah, apa aku naik untuk menjemputmu ?" Prin melihat ke arah atap apartemen.
"Tidak perlu, sebentar lagi aku turun"
"Ya sudah, aku tutup telponnya"
Anna langsung mengambil tasnya dan turun menaiki lift. Sesampainya di lobi apartemen Anna melihat mobil Prin lalu bergegas menghampiri Prin.
Prin segera keluar dan tersenyum saat melihat Anna. Prin sungguh terpesona melihat penampilan Anna pada malam ini. Anna mengenakan gaun merah tanpa lengan.
Riasan pada wajah Anna pun terlihat sangat natural tidak terlalu mencolok, rambut panjang Curly nya menambah penampilan Anna terlihat sangat manis dan cantik.
Anna menghampiri Prin yang sedang berdiri di samping mobil. Prin sungguh sangat mengagumi Anna.
Pada saat Anna sudah berada di hadapannya, tatapan mata Prin sama sekali tak berkedip. Anna mencoba melambai-lambaikan telapak tangan di hadapan wajah Prin.
Prin tersadar dan langsung menarik pinggang Anna sampai tubuh Anna bertubruk dengan tubuh Prin. Anna mencoba melepaskan dan sedikit mundur ke belakang.
"Prin lepaskan, lihatlah banyak pasang mata disini"
"Kenapa kau malu hmm...?" Prin menggoda Anna.Prin memajukan wajahnya namun Anna langsung menahan dan mendorong wajah Prin.
"Ayo sebenarnya kita mau pergi atau tidak hah?" kesal Anna. dan Prin tersenyum.
"Baiklah ayo" Prin menarik pinggang Anna dan membukakan pintu mobil untuk Anna.
"Silahkan tuan putri!" Anna tersenyum dan masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan Prin terus menggenggam tangan Anna. sesekali Prin melirik ke arah Anna. Perasaan bahagia yang tengah mereka rasakan sekarang membuat keduanya terlena.
Sampainya di tempat tujuan, Prin langsung menggandeng tangan Anna dan berjalan ke dalam restoran xx yang di pesan khusus oleh Prin. Anna merasa aneh kenapa restorannya sepi?
Ternyata Prin telah memboking restoran itu dan khusus untuk dinner romantis mereka berdua saja.
Prin menarik kursi untuk Anna "Silahkan..."
"Terima kasih" Anna duduk.
"Kau mau makan apa sayang?" Pelayanan memberikan buku menu.
Anna memilih menu steak begitu pun dengan Prin. Anna yang merasa aneh dan heran lalu bertanya pada Prin.
"Prin kenapa pengunjung restoran ini sangat sepi dan terlebih hanya ada kita saja berdua?"
Prin meraih tangan Anna "Sayang aku sudah memboking restoran ini khusus untuk kita berdua,untuk dinner pertama kita" Prin tersenyum dan menatap wajah Anna.
__ADS_1
"Benarkah...?"
"Iyah.. setelah ini akan ada satu kejutan untuk mu!" Anna langsung memasang tampang penasaran.
Pelayanan datang dan menyajikan pesanan mereka. Prin memotong daging steak nya kemudian mengambil piring steak Anna lalu memberikan daging steak yang sudah Prin potong kepada Anna.
Anna sangat senang atas perlakuan Prin. hal sepele yang menurut orang lain, tapi lain untuk Anna. Merasa dirinya spesial.
Prin memberikan suapan pertamanya pada Anna.
Anna yang terlihat tersenyum bahagia. membuat Prin merasakan bahagia juga. Selesai dinner. Prin bangkit lalu mengelap noda saus di sudut bibir anna.
Mendapati perlakukan romantis dari Prin.membuat jantung semakin berdebar.
"Setelah ini kita akan pergi ke sesuatu tempat sayang" Prin menarik dan menggenggam tangan anna dan beranjak pergi.
"Kita mau kemana ?" Anna melirik Prin dan bertanya.
"Pantai.." singkat Prin
Sampai di pantai. Anna sungguh takjub saat melihat pemandangan di depan matanya.
Anna tersenyum bahagia "Prin ini indah sekali.." Anna melirik Prin
Lalu Prin menuntun tangan Anna dan duduk di sebuah kursi yang di kelilingi oleh lilin-lilin yang melingkari mereka di tambah dengan alunan orkes musik romantis yang di pesan oleh Prin menambah nuansa keromantisan.
Prin menggenggam kedua tangan Anna "Aku memang tidak bisa menjanjikan apapun untuk mu, tapi aku akan selalu berusaha untuk membuat mu bahagia" ucap Prin
"Anna aku minta maaf atas kesalahanku kemarin, aku sungguh-sungguh sangat menyesalinya, tapi aku berjanji aku tidak akan pernah lari dari tanggung jawab.Apapun yang terjadi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku, aku mencintaimu Anna Snowden" lalu Prin mencium kedua telapak tangan Anna.
Anna tersenyum haru dan langsung memeluk Prin "Terima kasih, aku mencintaimu Prin" Anna menetes air mata bahagia
Prin melepaskan pelukannya dan mencium dahi Anna dengan sangat lembut lalu menempelkan dahi mereka. Prin mengelus rambut panjang Anna.
Setelah adegan itu kini Prin dan Anna tengah menikmati malam dengan deburan ombak dan musik romantis.
Anna menyandarkan kepalanya di bahu Prin. saling bergenggaman tangan.
"Sayang, apa kau bahagia?" tanya Prin
"Aku sungguh bahagia"
"Aku tidak menyangka akan jatuh hati padamu" Prin melirik Anna lalu Anna mengangkat kepalanya dan menatap wajah Prin.
"Sejak awal kita bertemu, aku pikir aku hanya terpesona dan sejak kejadian itu saat kau menghindari ku, tiba-tiba aku selalu merasakan kerinduan padamu" jelas Prin
"Perlahan perasaanku berubah dan pikiran ku selalu teringat akan dirimu, dan terakhir malam aku pergi ke Club untuk bertemu dengan Chris, setelah menghabiskan minumanku ada sesuatu yang aneh menimpaku, entah kenapa saat di perjalanan aku teringat padamu. lalu tanpa aku sadari aku melajukan mobilku ke arah apartemen mu......" Prin menahan ucapan nya.
"Paginya aku ingin menemui mu untuk memberikan berkas laporan. tapi sekertaris mu bilang kau sedang tidak ingin di ganggu, lalu aku menulis sesuatu. Apa kau membacanya ?" Prin melirik Anna.
"Iya... akhir-akhir ini pekerjaan ku banyak sekali belum lagi aku harus mengurus perusahaan ku sendiri" keluh Anna
Prin terkejut. Prin belum mengetahui jika Anna memiliki perusahaan sendiri.
__ADS_1
"Sayang memangnya kamu mempunyai perusahaan ?" Prin bertanya lalu Anna mengangguk
"Lalu bagaimana caranya kamu bisa menghandle kedua perusahaan sekaligus ?"
"Kamu tahu sendiri, di hari Senin-kamis aku pergi ke perusahaan milik Dady, Jum'at dan Sabtu aku mengunjungi perusahaan ku sendiri"
"Sayang kau tidak lelah ?" Prin mengelus rambut Anna
"Sebenarnya aku juga lelah,tapi bagaimanapun itu sudah menjadi tanggung jawab ku. apa lagi Dady sendiri yang memintaku untuk sementara mewakilinya" Anna melirik Prin.
"Kamu tenang saja, aku pasti akan selalu membantu mu"
"Terima kasih" Anna menyenderkan kepalanya kembali.
Deburan ombak dan hembusan angin yang semakin malam semakin dingin, membuat Prin melepaskan jas nya lalu memakai kan nya kepada Anna.
"Pakai ini sayang" Prin memakai kan jas pada tubuh Anna.
"Lebih baik kita pulang, ini sudah malam" Prin dan beranjak.
Prin mengantarkan Anna kembali ke apartemennya. Setelah itu Prin pun kembali ke apartemen miliknya.
Dering ponsel Prin berbunyi "Hallo Chris ada apa" ternyata Chris yang menelpon.
"Hallo Prin sekarang kau dimana?"
"Aku baru sampai di apartemen,ada apa?" Prin balik bertanya.
"Tadi ayahmu menghubungi ku, dia bertanya tentang dirimu. ayahmu bilang jika ibumu kini sedang sakit Prin, dia sangat mengkhawatirkan mu" ucap Chris. Sesaat Prin langsung terdiam.
"Hallo Prin..hallo"
"ah iya terima kasih Chris informasinya, secepatnya aku akan kembali ke Thailand. Tapi aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku disini terlebih dahulu"
"Baiklah kalau begitu aku tutup dulu" Telpon pun berakhir.
Prin terdiam, ibunya sakit ini pasti karenanya. Tapi jika Prin tidak pergi pasti ibunya akan terus memaksanya untuk menerima perjodohan bersama Brenda.
Disisi lain Prin teringat akan Anna, wanita yang sekarang sangat Prin sayangi dan cintai. Prin tidak ingin berpisah dengan Anna. setelah apa yang sudah Prin lakukan, membuat Prin harus bertanggung jawab dan menjaga Anna.
*****
Di Thailand
"Bagaimana suamiku apa kata Chris?"
"Chris bilang Mac sedang berada di London, dia bilang jika Mac baik-baik saja" ibunya langsung mengurai senyum mendapatkan kabar Mac Prin.
"Lalu kapan Mac akan kembali ?" ibunya kembali bertanya.
"Aku sudah menyampaikan semua nya pada Chris, dan Chris bilang dia akan mencoba membujuk Mac untuk secepatnya kembali" jelas ayah Mac Prin.
"Aku sangat merindukannya" ibunya sedih
__ADS_1
Ayah Mac Prin duduk di samping istrinya. "Sudahlah jangan bersedih, lagi pula kita sudah tahu keberadaan Prin, dan secepatnya akan kembali ke sini" ayahnya mencoba menenangkan ibu Mac.