
Ke esokan harinya Anna kembali ke rumah sakit untuk menjenguk dan melihat keadaan Prin. Anna membawa bunga dan buah-buahan untuk Prin.
Setelah mengetuk pintu Anna masuk dan terlihat Prin tengah berbaring dan sedang menonton tv. Anna menghampiri ranjang Prin dan menaruk bunga dan buah di atas meja.
Prin bangkit untuk duduk, lalu Anna dengan sigap membantu Prin.
"Bagaimana keadaanmu ?" Anna bertanya
"Sudah lebih baik!" Prin melihat wajah Anna dan mengurai senyum.
"kau sudah makan?" Prin menjawab dengan anggukan.
"Apa kau ingin makan buah, biar aku kupaskan untuk mu." Prin mengangguk dan Anna mulai mengupas buah apel untuk Prin.
Setelah mengupas dan memotongnya, Anna memberikan piring berisi potongan buahnya kepada Prin.
"Ini makan lah" Anna menyodorkan piringnya.
"Terima kasih" Prin menerima piring buah dari Anna, namun Prin kesusahan karena tangannya ter-infus
Lalu Anna megambil alih garpu yang di pegang Prin dan mulai menyuapinya.
"Sudah cukup, saya sudah kenyang" Prin melirik Anna. lalu Anna menyimpan lalu memberikan Prin minum.
Dokter datang untuk mengecek keadaan Prin.
Mungkin untuk beberapa hari ini Prin nampaknya harus di rawat terlebih dahulu karena dokter masih harus memantau lukanya.
"Pak Prin untuk beberapa hari ini mungkin anda harus bersabar terlebih dahulu, karena saya masih terus memeriksa keadaan luka anda" jelas dokter
"Baiklah dokter" Dokter meninggalkan ruang rawat Prin.
Anna menghampiri Prin dan pamit untuk pulang.
"Prin aku pamit untuk pulang,apa orang tua mu tidak kau hubungi ?" Anna bertanya
"Aku tidak memberi tahu mereka, aku takut mereka akan mengkhawatirkan ku" Prin tersenyum.
"Tapi apakah tidak sebaiknya kau memberi tahu mereka, dengan begitu mereka akan kesini dan menemani mu" Anna merasa kasian Prin akan tinggal sendiri di rumah sakit.
"Tidak apa-apa, nanti temanku Chris akan datang kesini, Anda pulang saja istirahat"
"Baiklah, kau jaga diri baik-baik dan cepat sembuh" Setelah berpamitan lalu Anna meninggalkan Prin.
*****
Di Thailand ibu Mac Prin merasakan pirasat yang tidak baik dan akhir-akhir ini keadaannya semakin menurut.
"Bu ayo makan dan minum obat nya" ayah Prin menyodorkan obat, namun ibunya menggelengkan kepala.
"Aku tidak mau, aku hanya ingin Mac. Apakah dia marah kepada kita karena perjodohan ini ?" ibunya menangis dan teringat kembali perbedebatan mereka tempo hari.
"Mungkin seperti nya begitu Bu, sudahlah nanti kita berusaha lagi mencari Mac.
"Aku sangat merindukan Mac" ibunya melamun kembali.
"Bagaimana kau bisa mencari Mac jika keadaanmu sakit seperti ini?"
Suami menjelaskan jika istrinya sehat maka dia bisa ikut mencari anaknya, karena kesehatannya sekarang lebih penting.
Setelah mendengar ucapan suaminya dia segera meminum obat dan merenungkan ucapan suaminya.
__ADS_1
*****
Setelah beberapa hari di rawat, kini Prin di perbolehkan untuk pulang. Anna yang belakangan sibuk mengurus pekerjaan ayahnya selama dua hari sampai tidak sempat mengunjungi Prin di rumah sakit.
Ke esokan harinya Prin mulai masuk kantor. Keadaan Prin sudah membaik lukanya pun sudah kembali pulih, aktivitas dan pekerjaan yang dia tinggalkan ternyata semuanya telah di kerjakan oleh Anna.
Prin mengira pada saat masuk kerja nanti pasti banyak sekali pekerjaan yang harus di kerjakan.
Anna mulai memasuki kantor. Pada saat lift terbuka Anna melihat Prin masuk ke dalam ruang kerjanya "Apa dia sudah pulang dari rumah sakit?" Anna berkata dalam hati. Anna langsung menghampiri Prin.
Tok tok tok..
"Ya silahkan masuk!" Prin melihat ke arah pintu dan terlihat Anna mengurai senyum.
Prin mempersilahkan Anna masuk
"Silahkan masuk!"
"Pak Prin kau sudah masuk kantor,memangnya anda sudah sembuh, lalu bagaimana dengan lukanya?" Anna bertanya dan khawatir lalu menghampiri meja Prin
"Ya, saya baik-baik saja, dokter bilang lukanya sudah sembuh dan maaf karena saya sakit saya tidak bisa masuk kerja dan untuk pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan malah di kerjakan oleh anda"
"Tidak apa-apa, lagi pula kau sakit juga karena telah menolongku, sekali lagi terima kasih"
"Oh iya pak Prin, anda sudah sarapan ?" tambahnya. dan Prin mengangguk
Setelah obrolannya Anna kembali ke ruang kerjanya. Siang ini mereka akan pergi ke lapangan untuk mengecek proyek pembangunan yang tengah di bangun.
Anna pergi bersama Prin beserta dua karyawannya. Sesampainya di area proyek mereka langsung bertemu dan di ajak berkeliling untuk melihat sampai dimana hasil pengerjaan pembangunannya.
Terik matahari yang panas membuat Anna tidak nyaman. Lalu Prin menghampiri Anna.
"Tidak apa-apa, sebentar lagi juga selesai" Anna mengurai senyum. dan mereka berjalan kembali.
Setelah selesai Anna dan Prin begitu juga dengan kedua karyawan lainnya menyempatkan untuk singgah ke restoran xx untuk makan siang.
Di tengah menyantap makanannya, Anna melontarkan pertanyaan kepada Anita.
"Anita, bagaimana dengan proyek pembangunan soal rumah sakit yang di China, apakah semuanya berjalan dengan lancar ?"
"Semuanya berjalan lancar ,aman dan terkendali nona " jelas Anita.
"Oh ya Anita nanti sesampainya di kantor aku minta berkas laporan miting kemarin, nanti kamu antar ke ruangan saya" pinta Anna.
"Baik nona"
Mereka sudah menyelesaikan makan siang dan beranjak kembali ke kantor. Saat akan menuruni anak tangga, tiba-tiba Anna terkilir, untung saja Prin menangkap tubuh Anna.
Sesaat mereka saling berpandangan. Saat Anita bertanya tentang keadaan, Anna langsung melepaskan pegangan tangannya,namun Anna hampir terjatuh kembali.
Prin langsung menggendong tubuh Anna ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Prin apa yang kau lakukan, lepaskan"
"Tidak nona, anda hampir saja terjatuh kaki anda terkilir dan itu pasti sakit" Prin melihat ke arah wajah Anna.
Prin mendudukan Anna di kursi penumpang di itu oleh kedua karyawan. Prin melakukan mobilnya dan kembali ke kantor.
Prin keluar dan membukakan pintu untuk Anna, pada saat Prin akan menggendong Anna kembali. Anna langsung menahannya.
"Prin tidak usah, aku bisa di bantu oleh Anita saja" Anita memapah Anna.
__ADS_1
"Hati-hati nona!" Anna mengangguk.
Para karyawan heran apa yang terjadi pada atasan nya, kenapa sampai bisa terluka. Prin kembali ke dalam ruang kerjanya.
Prin teringat atas kejadian tadi, pada saat membantu dan menggendong Anna. Prin merasakan sesuatu yang aneh jantungnya berdetak kencang setiap kali Prin berada di samping Anna.
"kenapa jantungku selalu berdebar saat Anna di dekatku?" gumam Prin.
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Waktunya pulang kerja. Semua karyawan sudah meninggalkan kantor tinggal beberapa karyawan yang akan bekerja lembur.
Prin hendak pulang. Di lawan arah Prin melihat Anna, di lihat Anna tengah kesusahan untuk berjalan. Lalu Prin menghampiri Anna.
"Nona kau ingin pulang ? biar saya bantu ?" Anna mengangguk. lalu Prin memapah Anna pelan.
"Apa kau juga ingin pulang ?" Anna melihat wajah Prin dan Prin mengangguk.
Sesampainya di lobi. Prin langsung menawarkan diri untuk mengantarkan Anna pulang.
"Pak Aryo kemana sih, ko belum sampai juga" Anna tengah menelpon supir pribadinya.
"Bagaimana kalau saya antar pulang, sebentar lagi gelap cuacanya juga sebentar lagi turun hujan" Anna langsung menerima tawaran Prin.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan. Hujan sudah turun.Lalu Prin melihat ke arah Anna dan melihat Anna yang tengah meringis sakit.
lalu Prin bertanya "Apa masih sakit?"
Anna melihat Prin "iya..." singkat Anna
Sampai di apartemen Anna. Prin membuka jas dan membukakan pintu untuk Anna. Jasnya di gunakan untuk penutup kepala Anna agar tidak kehujanan.
Pelan-pelan Prin langsung menggendong tubuh Anna dan membawanya masuk ke dalam Apartemen milik Anna.
Sebagian tubuh Prin basah karena khujanan. Prin hendak berpamitan namun Anna menahannya dan meminta Prin untuk tinggal sebentar Anna akan membuat kan cokelat hangat untuk Prin.
Pada saat Anna akan bangkit, tiba-tiba Anna meringis kesakitan lagi. Prin berjongkok di hadapan Anna dan meraih kaki kanan Anna, memijatnya.
"ah...Prin sakit" Anna menjerit.
"Tahan sebentar" pinta Prin. dan prin langsung membetulkan kaki Anna yang terkilir.
"Bagaimana? apa masih sakit? tanya Prin
Anna merasakan kakinya sudah tidak sakit lagi, perlahan Anna bangkit berdiri dan ternyata kakinya sudah tidak sakit.
Anna melihat Prin dan tersenyum "Prin kaki mu sudah tidak sakit lagi" Anna tersenyum bahagia.
"Terima kasih" ucapnya. dan di angguki Prin.
"Sebentar aku akan buatkan cokelat hangat untuk mu" Anna beranjak ke dapur.
Prin menunggu Anna di sofa sambil menonton televisi.
"Ini, silahkan di minum" Anna menyajikan cokelat hangat dan cemilan di atas meja.
"Terima kasih" ucap Prin.
"Prin aku permisi sebentar untuk ganti baju, kamu santai-santai saja dulu" Anna beranjak masuk ke kamar
Anna langsung mandi, Anna merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika di dekat prin. setelah mandi Anna keluar dan kembali menghampiri Prin. Anna terlihat sangat manis dengan balutan kaos.
setelah menghabiskan cokelat panasnya Prin berpamitan untuk pulang.
__ADS_1