
Sesampainya di Thailand. Prin di jemput oleh supir pribadinya. Prin langsung kembali ke rumah orang tuanya.
Sampainya di halaman rumah, Prin langsung di sambut oleh ayahnya dan terlihat brenda.
Prin turun dari mobil, Brenda mengurai senyum kepada Prin.
Prin menghampiri ayahnya memberikan salam.
"Apa kabar nak?" ayahnya memeluk Prin.
"Baik ayah, ibu dimana?" tanya Prin
"Ibu sedang beristirahat di kamar"
Brenda menghampiri Prin dan mengucapkan salam padanya "Hallo Prin apa kabar ?" ucapnya
"Baik..!" Prin terlihat acuh dan hanya menjawab singkat.
Prin masuk terlebih dahulu ke dalam untuk menemui ibunya. Brenda terlihat kesal atas sikap Prin padanya.
Ayah Prin lalu menenangkan hati Brenda "maafkan sikap Mac, mungkin dia lelah karena perjalanannya"
Brenda tersenyum "Iya om, tidak apa-apa"
Ayah Prin dan Brenda masuk ke dalam dan menghampiri Prin dan ibunya yang tengah mengobrol.
Prin duduk di samping ibunya yang tengah tidur terlentang.
Ibu Prin melihat ke arah Brenda "Hei sayang, kemari nak" Lalu Brenda menghampirinya.
"Mac apa kau masih ingat dengan Brenda nak?" tanya ibunya dan Prin menjawab dengan anggukan.
"Dia cantik kan ?" ibunya melirik ke arah Brenda.
Sayang nya Prin tidak memperdulikannya dan hanya menjawab singkat.
Ayah Prin menghampiri "Sudahlah Bu, biarkan Mac untuk istirahat terlebih dahulu"
"Iya sayang pergilah istirahat"
Prin bangkit "Bu aku ke kamar dulu" ibunya mengangguk.
__ADS_1
Di kamar Prin langsung masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi dan mengganti baju Prin tidur.
Di London Anna tengah sibuk mengurus laporan perusahaan miliknya. Sesekali Anna mengecek ponselnya namun tidak ada pesan atau panggilan dari Prin.
Anna menaruh kembali ponselnya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya, Anna memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
Sampainya di apartemen, Anna duduk di sofa. Suara ponselnya berdering di lihat Prin melakukan panggilan video call. Anna dengan cepat mengangkatnya.
"Hallo sayang" sapa Prin
"Iya, kamu sudah sampai ?" tanya Anna
"iya aku sampai tadi pagi, maaf aku baru menghubungi sayang"
"Tidak apa-apa, kau pasti capek"
"Iya setibanya disini, aku langsung menemui ibu setelahnya istirahat"
"Bagaimana dengan keadaan ibu ?"
"Dia sudah mulai membaik"
"Kamu dimana sayang?"
"Aku baru sampai di apartemen"
"Sayang kau sakit ?"
"Tidak, memangnya kenapa?"
"Mukamu pucat sekali" Prin terlihat khawatir.
Anna meraba wajahnya "Tidak apa-apa, mungkin hanya kecapean saja" Anna tersenyum
"kamu pasti seharian ini bekerja terlalu keras sayang?"
"Iya tadi aku pergi ke perusahaan ku, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"
"Jangan lupa untuk minum vitamin dan jangan terlalu capek"
__ADS_1
"Iya, kau juga"
"Ya sudah sekarang kamu pergi mandi, istirahat dan jangan lupa makan"
"Baiklah!" Anna tersenyum
Setelah panggilan nya terputus. Anna langsung pergi mandi dan beristirahat.
*****
Ibu dan ayahnya tengah berbincang-bincang di dalam kamar, ibu Prin tengah membicarakan tentang rencana perjodohan antara Prin dan Brenda.
Namun ayahnya sempat tidak setuju "Mac baru saja kembali Bu, sebaiknya kita membatalkan perjodohan ini"
"tidak ayah, aku sudah janji pada ibunya Brenda bahwa anak-anak kita akan di jodohkan"
"Tapi Bu, Mac dari awal sudah menolak perjodohan ini, apa ibu mau Mac pergi lagi dari rumah ini?"
ibunya terdiam dan berpikir "Bagaimana kalau aku saja yang membujuk Mac, aku yakin Mac tidak akan pernah menolaknya"
"Terserah, aku tidak akan ikut campur jika nanti Mac pergi lagi" Ayah Mac Prin bertanya-tanya apa yang akan istrinya rencanakan.
Prin keluar untuk makan malam bersama, tapi ibunya tidak ikut bergabung karena masih terbaring sakit.
makan malam hanya bersama dengan ayahnya. "Mac bagaimana dengan pekerjaan mu di London ?"
"Semuah baik-baik saja yah!"
"Kau bekerja dimana?"
"Snowden teknologi"
Ayahnya terkejut dan langsung menaruh sendok dan garpu di atas piring "Benarkah ?"
"Iya, aku melamar pekerjaan disana"
ayahnya tersenyum "Jadi dia bekerja di perusahaan milik Edward Snowden" ucapnya dalam hati.
Prin melirik ke arah ayahnya yang tengah melamun "Kenapa yah ?"
"Ah tidak apa-apa? lanjutkan makan mu, ayah ada sedikit pekerjaan" ayah Prin langsung pergi ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Prin terlihat aneh dengan sikap ayahnya. Prin melanjutkan makan malamnya.