
Chris menghampiri Anna dan Prin.
Anna langsung menggeser duduknya.
"Prin aku sudah memesan tiket pesawatmu, besok malam keberangkatan nya" ujar Chris.
Anna sempat terkejut menoleh melihat Prin "Besok ?"
Prin tersenyum dan mengangguk, Prin menggeser duduknya dan merangkul pundak Anna "Iya, aku meminta Chris untuk memesan tiket pesawat, tapi kamu tenang saja aku tidak akan lama. Aku hanya akan melihat keadaan ibu"
Anna pun memahaminya. Lalu ibu Chris menghampiri mereka dan duduk berhadapan di samping Chris.
"Prin bibi titip pesan untuk mu, jaga Anna lihatlah Anna sangat cantik dan manis" ibu Chris tersenyum melihat Anna.
Prin meraih tangan Anna "tentu bibi, aku akan selalu menjaga Anna, doa kan saja supaya kami tetap bersama" ujar Prin
"Tentu bibi selalu mendoa kan yang terbaik untuk kalian berdua".
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Prin bersama Anna dan soraya berpamitan untuk pulang. teman-teman Prin pun berpamitan. Chris dan ibunya mengantarkan mereka sampai depan pintu.
"Bibi kita pamit dulu, terima kasih atas jamuannya" ucap Anna
"jangan sungkan-sungkan, sering-seringlah berkunjung,Prin ajak Anna untuk datang kemari oke"
"tentu bibi"
Mereka pun meninggalkan kediaman Chris. Disepanjang perjalanan tidak ada obrolan apapun. Prin melihat ke arah Anna di lihat Anna tertidur begitu pula dengan Soraya.
Prin menggenggam tangan Anna dan mengelusnya dengan jari jempolnya.
Prin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tibalah di apartemen Anna. Berhubung Prin tidak tahu alamat apartemen Soraya, maka Soraya pun akhirnya menginap di apartemen Anna. Setelah berpamitan Prin kembali melajukan mobilnya kembali ke apartemen.
__ADS_1
Prin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dan berganti baju,Prin langsung naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
Ke esokan paginya, Anna pergi ke apartemen Prin. Anna membantu Prin untuk berkemas. Di sela-sela membereskan pakaian Prin, Anna merasakan kepalanya sedikit pusing.
Anna terduduk di atas ranjang Prin. Prin melihat Anna memegangi dahinya, lalu menghampirinya "Kamu kenapa sayang?" tanya Prin.
Anna melihat Prin "aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing"
"kita pergi ke dokter yah?" Prin bangkit tapi Anna menahannya.
Anna menolak "Tidak usah, aku tidak apa-apa, mungkin hanya kecapean saja"
"Aku buatkan teh hangat untukmu dulu sebentar" Prin pergi ke dapur
Prin pergi ke dapur dan Anna merebahkan tubuhnya di ranjang memijit kepalanya yang pusing. Prin menghampiri Anna dan membawa cangkir teh untuknya.
Prin duduk di samping Anna "Sayang bangun, ini minumlah dulu" Prin menyodorkan cangkir tehnya.
Anna meneguk teh nya, lalu menaruhnya di meja samping tempat tidur.
Prin memberikan bantal untuk senderan Anna.
"Bagaimana? apa masih pusing?"
"Udah agak mendingan kok"
"Aku panggilkan dokter yah?" ujar Prin
Anna langsung menggeleng kan kepala.
Prin meminta Anna untuk istirahat, Anna tertidur di apartemen Prin. Prin melanjutkan mengemas pakaiannya. Suara deringan ponsel Prin berbunyi.
"Hallo Mac?"
__ADS_1
"Iya Bu, ada apa?"
"Kau sedang apa nak ?" tanya ibu nya
"Aku sedang berkemas"
"Kau akan kembali ke Thailand nak ?"
"Iya..." singkat Prin
"Baiklah kalau begitu, ibu tunggu". ibu nya terlihat senang dan bahagia
Malam harinya Anna mengantarkan Prin ke bandara. Awalnya Prin melarangnya untuk tidak mengantarkan dirinya ke bandara, tapi Anna memaksa, karena keadaan Anna mulai membaik dan akhirnya Prin pun tidak bisa membantahnya lagi.
Chris menghampiri mereka.
Prin menepuk pundak Chris "Aku titip Anna selama aku kembali ke Thailand Chris"
"lo tenang aja, gue pasti jagain Anna buat Lo" senyum Chris
Prin berbalik menatap Anna "Kamu jaga diri baik-baik, setelah keadaan ibu membaik aku akan segera kembali"
Anna mengangguk "Tentu, salam untuk ibu"
Prin memeluk dan mengecup dahi Anna "Aku pergi dulu, aku menyayangimu"
Setelah Prin masuk tinggal Anna dan Prin.
"Anna ayo pulang.." ajak Chris
Anna berbalik dan mengangguk
Di dalam pesawat Prin membuka layar ponselnya, menatap fotonya bersama Anna Prin tersenyum "Aku mencintai mu Anna" gumamnya lirih.
__ADS_1