
Beberapa hari Prin dan Anna di sibukan dengan masing-masing pekerjaan nya.
Tiba-tiba Prin merasakan rindu dan ingin bertemu "Rasanya aku ingin melihat wajahnya!" Prin berkata dalam hati
Anna yang tengah sibuk di depan layar komputernya, suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya.
"Maaf nona, ini dokumen-dokumen yang harus anda tanda tangani" sekertarisnya menaruh dokumennya di atas meja.
"Ada yang bisa saya bantu lagi nona?"
"Tidak ada, dan tolong jika ada yang ingin bertemu dengan ku, kamu sampai kan kalau saya tidak ada di ruangan. saya sedang tidak ingin di ganggu "
"Baiklah nona, ada lagi ?
"Tidak ada"
"Kalau begitu saya permisi"
Prin berjalan ke arah ruang kerja Anna dan menghampiri meja sekertaris.
"Saya ingin bertemu dengan Bu Anna"
"Maaf pak Prin kebetulan Bu Anna sedang tidak ingin di ganggu"
Prin terlihat kecewa "Ah ya sudah kalau begitu saya titip berkas ini" Prin memberikan berkas laporan nya.
Prin kembali ke ruangannya dan terlihat kecewa.
Suara ponsel nya berdering, di lihat Chris menelpon nya.
"Hallo...."
"...................."
"Nanti malam ?"
"........................."
"Bertemu dimana ?"
"........................"
"Baiklah nanti aku kesana"
"........................."
"Yah sampai jumpa!"
setelah sambungan teleponnya terputus. Prin mengambil kunci mobil nya dan pergi untuk makan siang.
Anna masih sibuk mengecek berkas-berkas laporannya. Anna menghubungi sekertaris nya.
"Permisi nona, ini dokumen yang nona minta"
"Terima kasih"
"Nona tadi pak Prin mencari anda" Anna langsung menghentikan aktivitasnya saat mendengar nama Prin.
"Ada apa dia mencari saya ?"
"Untuk itu saya kurang tahu, tapi beliau hanya menitipkan berkas laporan ini untuk di sampaikan kepada nona,ini silahkan nona" sekertaris memberikan berkasnya.
Anna menerima berkasnya dan meminta sekertaris untuk keluar. Anna membuka berkas laporan Prin. Saat Anna membuka setiap halaman ada satu lembar kertas yang terjatuh ke lantai.
Anna mengambil dan membacanya.
Dan setelah membacanya, ternyata itu surat Prin yang mengingatkan dirinya untuk tetap selalu menjaga kesehatan dan jangan terlalu sibuk untuk bekerja.
Mendapati perhatian Prin membuat Anna merasa tersanjung dan tersenyum.
Anna melihat jam dinding dan memutuskan untuk istirahat makan siang.
Malamnya Prin pergi ke Club malam bertemu dengan Chris. Seorang wanita menghampiri Prin dan Chris ternyata itu teman dari Chris yang bernama Aleta.
"Hai Chris!" sapa Aleta lalu matanya melirik kearah Prin.
"Hai! oh ya Aleta kenalin ini temen gue namanya Prin. Dan Prin kenalan ini temen gue Aleta"
"Aleta...."
"Prin..." dan mereka saling berjabat tangan.
Aleta ikut bergabung dengan mereka. Ternyata Aleta terpesona kepada Prin. Aleta mulai mendekati dan so akrab dengan Prin.
"Prin kau bekerja dimana?" tanya Aleta.
"Aku bekerja di Snowden teknologi" Prin memberi tahunya.
"wah kebetulan sekali, perusahaan ayahku juga bekerja sama dengan perusahaan Snowden teknologi"
Aleta tersenyum. dan mulai merencanakan sesuatu untuknya dan Prin. "Bagaimana caranya agar Prin menjadi milikku?" gumamnya dalam hati
__ADS_1
"Prin handphone ku ketinggalan di mobil, aku ambil dulu sebentar" Chris kembali ke mobil untuk mengambil handphone nya.
Prin menunggu bersama Aleta. Tak lama Prin permisi kepada Aleta untuk pergi ke toilet terlebih dahulu.
"Aku permisi ke toilet dulu" lalu Prin beranjak
Aleta mulai melancarkan rencananya. Aleta menaruh obat ke dalam minuman Prin. Chris datang lebih dulu dari Prin.
"Aleta kemana Prin ?" Chris bertanya karena tidak melihat Prin.
"Dia sedang pergi ke toilet Chris"
Tak lama Prin datang. Prin kembali duduk dan mulai meneguk minumannya.
Aleta tersenyum "Ayo Prin habiskan minuman nya" gumam nya dalam hati.
Prin mulai merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Prin berpamitan pada Chris untuk kembali ke apartemen terlebih dulu.
"Chris aku kembali ke apartemen, sepertinya aku sedang tidak enak badan" Prin juga berpamitan pada Aleta.
"Aku antar Prin" Chris berdiri
"tidak usah Chris aku bisa sendiri" Prin beranjak
"baiklah hati-hati Prin" Prin mengangguk.
Aleta tersenyum licik melihat keadaan Prin. Lalu tak lama dia pun berpamitan kepada Chris dengan beralasan ayahnya memintanya untuk segera pulang.
Prin mulai melajukan mobilnya. Pikiran Prin terus teringat kepada Anna. Rasa rindunya mulai datang dalam pikirannya. Aleta melajukan mobilnya dan membuntuti mobil Prin dari belakang.
Prin merasakan sesuatu yang aneh lagi pada dirinya,tanpa di sadari Prin malah melajukan mobilnya ke arah apartemen Anna.
Aleta terus membuntuti Prin. Sampai akhirnya Prin langsung mengetuk pintu apartemen Anna. Aleta merasa aneh "Kenapa Prin harus mengetuk segala, bukankah itu apartemennya ?" gumam Aleta .
Lalu pintu apartemen di buka, dan Aleta melihat wanita cantik membuka pintu apartemen yang di ketuk oleh Prin.
"Siapa wanita itu?" gumam aleta penasaran.
Anna terkejut saat melihat Prin berada di depan pintu apartemen nya.
"Prin....."
"Boleh aku masuk?" Prin menatap wajah Anna. Anna mempersilahkan Prin masuk.
"Ada perlu apa Prin kau datang kemari?" tanya Anna dan menaruh secangkir teh.
"Aku kesini....." Prin pun merasa heran untuk apa Prin ke apartemen Anna.
Aleta yang melihat Prin masuk kedalam pun merasa heran, sebenarnya siapa wanita itu? apakah Prin sudah memiliki seorang wanita atau apakah itu istrinya?
Merasa rencananya gagal lalu aleta memutuskan untuk pergi.
Prin mendekati Anna dan meraih kedua tangan Anna. Prin menatap wajah Anna.
Anna merasa aneh dengan tingkah Prin, lalu bertanya.
"Ada Prin....?"
"Anna aku ingin bilang sesuatu padamu!" Prin menggenggam tangan Anna
Anna menatap mata Prin "Ada apa dengan Prin?" gumam nya dalam hati
"Anna aku mencintaimu...!" sontak membuat Anna terkejut.
"Maukah kau menjadi kekasih ku?" Prin mulai mengatakan isi hatinya .
Jantung Anna berdetak kencang. Anna kembali menatap mata Prin. Mungkin Anna pun sudah mulai merasakan jatuh cinta pada Prin. Selama ini anna tidak menyadarinya.Anna pun mengangguk sebagai jawaban.
Prin tersenyum bahagia. Setelah itu Prin melihat ke arah bibir Anna. Tanpa berlama-lama Prin langsung Mencium bibir Anna perlahan Anna pun membalas ciuman Prin.
Prin mulai merasakan panas dalam dirinya. Prin mulai memperdalam ciumannya, Prin menuntun Anna masuk ke dalam kamar Anna , masih dalam posisi berciuman.
Perlahan Prin menidurkan Anna dan Prin berada di atasnya. Prin ******* bibir Anna. Tidak tahan dengan perasaannya Prin langsung membuka kancing bajunya.
Ternyata obat yang di masukan Aleta adalah obat perangsang.Membuat Prin merasakan sesuatu yang aneh.
Tanpa mereka sadari akhirnya mereka sudah dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.
Pada saat Prin akan memasukan juniornya, tiba-tiba merasakan sesuatu yang berbeda.
Prin lalu menatap wajah Anna "Sayang kau belum pernah melakukannya ?" dan Anna mengangguk.
Lalu setelah berusaha dengan keras, akhirnya Prin berhasil masuk dan mencium dahi Anna "Aku mencintai, Anna !"
Terjadilah malam penuh gairah Prin dan Anna.
Ke esokan paginya. Prin bangun terlebih dahulu dan melihat Anna tertidur dalam dekapannya.
Prin tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Anna. Perlahan Anna mengerjapkan matanya.
"Selamat pagi sayang" ucap Prin dan tersenyum.
__ADS_1
lalu Anna melihat wajah Prin dan tersenyum "Kau sudah bangun?" Prin mengangguk dan
"Sayang maafkan aku, atas apa yang telah terjadi semalam" Prin menatap wajah Anna.
"Sungguh aku tidak tahu apa yang terjadi, sesuatu yang sangat aneh membuatku tidak bisa mengontrol emosi dan......" Prin tidak melanjutkan ucapannya.
"Tapi aku berjanji aku akan bertanggung jawab, aku mencintaimu" Prin mencium dahi Anna penuh dengan kasih sayang.
Anna merasakan bahagia detak jantungnya pun berdetak sangat kencang. Meskipun akhirnya Anna harus kehilangan sesuatu yang berharga dalam dirinya.
Entah sejak kapan perasaannya tumbuh dan jatuh cinta pada Prin. Membuatnya merasakan sesuatu yang sangat aneh dan ingin menjadikan Prin sebagai kekasihnya.
Pada saat Anna ingin bangkit, Prin kembali mendekapnya "Kau mau kemana?" senyum Prin
"Aku mau bangun Prin, aku mau mandi"
"Baiklah....." Prin melepaskan dekapannya.
Anna melilit tubuhnya dengan selimut. Ketika akan beranjak berdiri dan berjalan. Anna meringis merasakan perih pada area intimnya.
"aaaaaaaaaawwww....." Sontak membuat Prin menghampiri Anna.
"Sayang kamu kenapa ?" Prin memegang bahu Anna
"Apa masih sakit ?" tanya nya. dan Anna mengangguk.
Prin langsung menggendong tubuh Anna dan membawanya ke dalam kamar mandi. Setelah itu Prin keluar dan melihat ada bercak darah di atas tempat tidur.
Prin teringat atas kejadian semalam. Dirinya mulai menyesali atas perbuatannya. Dirinya yang tidak bisa menahan diri membuatnya merenggut sesuatu yang berharga dalam hidup Anna.
Prin menghubungi Chris memintanya untuk datang ke apartemen Anna dan membawakan baju ganti untuknya.sekalian membawa sarapan untuknya dan Anna.
Anna keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam walk-in closed. nyeri pada area intimnya kini sudah agak membaik. Anna keluar dan menghampiri Prin di ruang tamu.
Terlihat Prin pun sudah berpakaian rapih dengan setelan jas kerjanya. Saat Anna di kamar mandi Prin juga masuk ke dalam kamar mandi yang berada di luar kamar.
Tak lama dari itu Chris pun datang dan membawakan pesanan yang di minta oleh Prin.
Prin bangkit dari duduknya dan menghampiri Anna "Sayang apa masih sakit? bagaimana kalau kita ke dokter terlebih dahulu?"
"Tidak usah, sakitnya sudah membaik" lalu Prin memegang pundak dan lengan Prin dan berjalan menuju sofa.
"Sayang apa kau yakin?" Prin masih merasakan khawatir
Anna duduk dan Prin berjongkok di hadapan Anna "Iya semuanya baik-baik saja" Anna mengurai senyum.
Prin bangkit duduk di samping Anna "Baiklah kalau begitu, kita sarapan terlebih dahulu" Anna heran sudah ada makanan di atas meja.
Prin menyadari tatapan Anna "Makanan ini tadi aku pesan dan di antarkan oleh Chris sekalian membawakan baju ganti untuk ku" jelasnya.
"Sudahlah ayo makan" Prin memberikan piring pada Anna.
Mereka mulai menyantap makanannya. Sesekali Prin menyuapi Anna dan bercanda di tengah-tengah sarapan mereka.
Awalnya Anna cukup kecewa, namun Anna menyakitkan hati dan dirinya bahwa Prin pasti akan menepati ucapannya. bahwa Prin akan bertanggung jawab dan tidak akan meninggalkan nya.
Mereka pergi ke kantor dengan membawa mobil masing-masing. Anna menolak pergi bersama karena tidak ingin semua orang mempertanyakan kedekatan mereka, dengan alasan belum waktunya semua orang tahu status kedekatan mereka saat ini.
Mereka sampai di parkiran mobil. Prin turun terlebih dahulu dan menunggu Anna.
Anna keluar dan segera menutup pintu mobilnya. di lihat Prin menunggu nya Anna tersenyum dan berjalan terlebih dulu.
Prin tersenyum bahagia dan berjalan di belakang Anna. Mereka menaiki lift bersama, pada lantai kedua pintu lift terbuka dan masuk karyawan lain dan menyapa Prin dan Anna.
Setelah sampai di lantai 34 Prin dan Anna keluar. Prin berjalan ke arah berlawanan dengan Anna.
Anna masuk ke dalam ruang kerjanya. menaruh tas dan duduk di kursi kerjanya.
tiba-tiba ponselnya berdering.
"Hallo momy"
"Hallo sayang momy merindukan mu"
"Aku juga merindukan mu"
"Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Carolin Snowden ibunya.
"Aku baik-baik saja momy, lalu bagaimana dengan kabar momy dan Dady?"
"Semuanya baik-baik saja sayang"
"Kapan momy dan Dady akan kembali kesini ?"
"Sepertinya kami belum bisa kembali ke London secepatnya sayang, karena Dady masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan" jelasnya
"Tapi bagaimana dengan perusahaan ku momy, aku sudah lama meninggalkan nya, belum lagi aku harus mengurus perusahaan Dady"
"Iya momy tahu sayang, momy dan Dady minta maaf untuk itu,setelah pekerjaan dady selesai.secepatnya kita kembali oke"
"Baiklah, ya sudah aku harus kembali bekerja"
__ADS_1
"Baiklah sayang jaga dirimu baik-baik yah.sampai jumpa!"