Suamiku Ternyata CEO

Suamiku Ternyata CEO
07 Cemburu


__ADS_3

Pagi ini di kantor Snowden teknologi akan berlangsungnya miting dengan perusahaan milik papahnya Aleta.


Anna tengah mempersiapkan berkas dokumen untuk miting.


Prin tengah berada di depan ruangan staf tengah berbincang membahas soal laporan dengan Anton. Tiba-tiba seorang memanggil namanya sontak Prin memutar pandangan nya dan melihat kedatangan Aleta.


Prin heran sedang apa Aleta kesini "Aleta!" gumam Prin.


Aleta langsung menghampiri Prin. "Hai Prin...Apa kabar? Sapanya.


"Baik, bagaimana dengan kabar mu?" lalu aleta menjawab pertanyaan Prin.


"Kamu sedang apa disini?" tanya prin.


"Aku datang kemari di minta oleh papahku untuk ikut miting dengan perusahaan ini' jelas nya


"oh...lalu dimana pak Bram?" bola mata Prin mencari ke arah belakang Aleta.


"Papahku masih di jalan,mungkin sebentar lagi sampai !"


Tak lama papah Aleta sampai dan berjalan ke arah Prin dan Aleta. Aleta yang terlihat senang karena bertemu kembali dengan Prin. lalu memperkenalkan prin kepada papahnya.


"Selamat pagi pak, senang bisa bertemu dengan anda!" Prin menyapa dan memberi salam pada pak Bram


"Sepertinya saya baru melihat anda di perusahaan ini pak Prin. Apa anda karyawan baru disini?"


"Anda benar pak, senang bisa berkenalan dengan anda" Papah Aleta tersenyum.


Tiba-tiba Aleta bergelayut manja pada Prin. terlihat sangat bahagia. Lalu keluar dari dalam lift dan melihat Prin tengah tersenyum, di sebelahnya ada seorang wanita yang bergelayut manja di lengannya. Terlihat mereka tengah tersenyum.


Prin belum menyadari kedatangan Anna. Tak lama Prin mengalihkan pandangannya. "Anna..." gumamnya pelan. Prin terkejut dan langsung melihat raut muram Anna. Prin sontak menyingkirkan tangan Aleta dan kembali melihat ke arah Anna dan tersenyum.


Anna berjalan menghampiri mereka dan langsung menyapa Klien nya.


"Hallo pak Bram, selamat datang!" Anna mengulurkan tangannya untuk berjabat.


"Nona Anna, ya terima kasih. Bagaimana kabar Anda nona?" Bram bertanya dan menyambut uluran tangan Anna.


Anna tersenyum "Kabar saya baik, bagaimana dengan kabar anda pak?"


"Baik juga nona ! nona Anna perkenalkan ini putri saya Aleta, dia akan ikut dalam miting kita hari ini" Bram memperkenalkan Aleta.


Aleta terkejut "Ini bukannya wanita yang di apartemen itu,siapa dia?" gumamnya dalam hati

__ADS_1


"Aleta!" Aleta memperkenalkan dirinya nya dan langsung mengulurkan tangannya


"Anna !" Anna tersenyum


"ah ya ampun pak Bram kita malah mengobrol disini, ayo silahkan pak kita ke ruang miting" Aleta dan papahnya begitu dengan sekertaris nya berjalan terlebih dahulu.


Prin melihat wajah Anna, Anna langsung memberikan tatapan yang tak asa. Prin tahu jika Anna pasti marah.


Prin berjalan di belakang Anna dan sekertaris nya. Prin tersenyum melihat raut wajah anna ketika sedang marah.


Sampai di ruang miting, Prin duduk bersebelahan dengan Anna sedangkan Bram dan Aleta di sebrangnya. Aleta dan Prin saling berhadapan. ditengah miting berjalan terlihat Aleta malah terus-terusan memandangi Prin.


Prin hanya fokus memperhatikan layar monitor di depan yang sedang di presentasi oleh pihak Bram. Anna melirik ke arah Aleta dan melirik ke arah Prin. Prin menyadari dirinya yang di lirik oleh Anna pun langsung beradu pandangan, Anna langsung mengalihkan kembali pandangan nya.


Prin melirik ke arah Aleta, Aleta tersenyum lalu di balas oleh Prin. tanpa Prin sadari Anna memperhatikannya kembali dan pada saat Prin melirik terlihat Anna tengah menatap dengan penuh penerkaan.


Mitingpun selesai. ketika Prin dan Aleta tengah membereskan berkas-berkas di atas meja. Aleta menghampiri Prin.


"Prin, setelah ini kau ada pekerjaan apa lagi. kalau tidak ada bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama?"


Prin melihat ke arah Anna "Maaf Aleta seperti aku tidak bisa, karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" tolak Prin


Aleta sedikit kecewa atas penolakan Prin. "Baiklah tidak apa-apa. kalau begitu aku permisi prin" setelah itu Aleta pergi.


setibanya di dalam ruang kerja Anna. Anna langsung menaruh berkas dokumen dan duduk di kursi kebesarannya. Prin duduk di hadapannya.


Mood Anna masih kacau "untuk apa anda ikut masuk kedalam ruangan saya?" tanya Anna sinis


"Sayang ada apa denganmu..hmmm? kenapa kamu marah ?" tanya Prin. Anna tidak menjawab.


Tiba-tiba prin bangkit kedua tangannya menumpu di meja lalu mendekat kan wajahnya. Prin menyeringai "Kau cemburu padaku hmm..?" Prin menggoda Anna.


Anna sontak memasang wajah kecut dan mengejek Prin "Apa, cemburu? siapa yang cemburu?" sinis Anna


Prin membenarkan kerah jas nya lalu duduk kembali "Benarkah? kamu yakin tidak cemburu ?" Prin terus-terusan menggoda Anna.


tiba-tiba ponsel Prin berdering "Hallo Aleta" Anna sontak terkejut dan prin langsung melirik ke arah Anna dan tersenyum kaku.


"Hallo Prin" panggil Aleta.


"Iya Aleta ada apa ?" tanya Prin


"Nanti malam kau ada acara apa?"

__ADS_1


"Tidak ada!" jawab Prin,Anna mencoba acuh tapi diam-diam mencoba mendengarkan.


"MMM.. bagaimana kalau kita pergi keluar makan malam bersama, kau mau tidak?" ajak Aleta


"keluar makan malam?" Anna langsung menatap tajam pada Prin. dan lagi Prin melirik ke arah Anna tersenyum kaku.


"Iya...makan malam,kau mau keluar?" tanya Aleta


"Maaf Aleta sepertinya aku tidak bisa, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan!"


"oh.. baiklah tidak apa-apa, mungkin lain kali kita bisa keluar bersama" Aleta sedikit kecewa lagi harus mendapatkan penolakan dari Prin.


"aahhh iya.." singkat Prin.


"Ya sudah Prin sampai jumpa" Aleta menutup telponnya.


Prin menyimpan ponselnya kembali di balik jasnya. Anna memalingkan tatapannya.


"Sayang.." lirih Prin. tapi Anna tak menanggapi nya.


"Sayang, kau marah? ayolah jangan cemberut, aku tahu kamu cemburu!" Anna langsung menatap tajam Prin. Prin memasang wajah memelas.


"Siapa juga yang cemburu" bantah Anna.


"iya sudah aku minta, please tolong jangan marah lagi sayang" Prin memohon, Anna cuek.


"Ayolah sayang aku minta maaf" Prin terus memohon


"Ok sebagai permintaan maaf ku, bagaimana kalau nanti malam kita pergi nonton setelah itu kita pergi beli es cream, bagaimana ?" Anna melirik Prin sekilas.


"Aku tidak mau, memangnya aku anak kecil apa!" Anna tetap cemberut


"Ayolah sayang itung-itung kita pergi berkencan, aku juga ingin melihat kekasihku bahagia" Prin memasang senyum penuh arti.


Anna sedikit berpikir, dan perlahan mulai luluh kembali. "Bagaimana kau mau kan maafin aku?" Anna pun mengangguk


Prin bangkit dan menghampiri kursi Anna, lalu memeluk dan mencium gemas pipi Anna.


Anna sontak melepaskan dan memukul pelan lengan Prin. "Prin apa yang kau lakukan, ini di kantor nanti kalau ada orang yang masuk bagaimana?" kesal Anna. Prin tersenyum dan kembali ke kursinya.


Tok tok tok


suara ketukan pintu dan Anna langsung mempersilahkan duduk. Prin pun pamit kembali ke ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2