Suamiku Ternyata CEO

Suamiku Ternyata CEO
Part 56 – Aku Istrimu!


__ADS_3

Devan terdiam, berita tentang dirinya yang hilang ingatan jelas-jelas ditutup rapat dan jika ada yang tau itupun hanya kerabat dekatnya saja. Devan berdiri mendekati Hayu.


Hayu yang melihat Devan mendekatinya tiba-tiba merasa gugup sekaligus takut. Ya Tuhan apa yang akan dia lakukan. Aku sangat gugup, kenapa disaat seperti ini dia terlihat sangat tampan?' batin Hayu, yang menundukkan kepalanya takut.


Hayu reflek memundurkan langkahnya, membuat dirinya saat ini terpojok. "A-apa yang kau lakukan! J-jangan mendekat!" teriak Hayu, sembari menutup matanya takut.


Ya Allah, jangan sampai aku khilaf dan menerkamnya,' batin Hayu, tersiksa.


"Darimana kau mengetahui itu! siapa yang mengirimmu!" Devan menatap tajam Hayu. Membuat Hayu meneguk salivanya susah, ia tak tahu harus apa sekarang.


"Jawab!" bentak Devan, membuat Hayu tersentak kaget.


"Ak-Aku me-memang mengetahuinya! Ka-karena... karena." Hayu terdiam, ia dilema antara harus jujur atau tetap diam.


Sebenarnya ia juga tak tahu apa yang terjadi pada Devan, kenapa lelaki itu melupakan dirinya seperti ini? Jika hanya candaan, Hayu yakin Devan tidak akan becanda sampai seperti ini. "Ak-aku ingin mendengar jawabanmu terlebih dahulu. Apa kau mengingat hal-hal lain sebelum ingatanmu pulih?" tanya Hayu, ia menatap penuh harap pada Devan. Ia sangat berharap Devan mengingatnya, ia tak peduli jika memang iya Devan mempermainkannya.

__ADS_1


Devan diam. "Kau pikir aku akan mengatakannya padamu?" Devan menatap penuh selidik Hayu. Entah kenapa, wajah polos Hayu yang cantik membuatnya tak bisa berpaling.


Devan terpesona. Gadis berkulit putih, berambut panjang, bulu matanya lentik, harumnya bahkan membuat Devan merasa sesuatu seperti pernah merasakannya, apa lagi bibir merah ranum Hayu, yang membuat jiwa lelakinya meronta-ronta.


"Ya sudah! Jika kau tidak memberitahuku maka aku juga tidak akan memberitahumu!" Hayu memalingkan wajahnya dengan sebal.


Kenapa sepertinya dia sama sekali tidak takut padaku? Seperti sudah terbiasa menghadapiku?' batin Devan bertanya-tanya.


Sepertinya memang Mama menyembunyikan sesuatu dibalik kembalinya ingatanku,' batin Devan semakin mencurigai Mama.


"Ya! Aku melakukan operasi dan semua ingatan sesudah aku hilang ingatan menghilang, aku hanya mengingat hal yang terjadi sebelum aku hilang ingatan," jelas Devan. Ia sudah terlanjur penasaran dengan apa yang disembunyikan Hayu. Apa lagi, ia merasakan perasaan aneh pada Hayu.


Hayu yang mendengar semua itu terdiam membisu. Inikah alasan kamu melupakan aku? Aku sekarang harus bagaimana? Bagaimana caranya agar kau mengingatku?' batin Hayu, menatap Devan sendu. Ia menatap dalam mata Devan, mata yang selalu ia rindu-rindukan.


Apa lagi malam itu! Malam yang sangat berarti untuknya, malam saat Devan merenggut haknya, malam saat ini membuat Gio, malam saat mata Hazel Devan menatapnya dalam lebih cinta. Hayu merindukan itu, namun ia harus apa.

__ADS_1


Kenapa dia menatapku seperti itu?'


"Ak-Aku... aku Istrimu..." Hayu mengatakan dengan pasrah, ia tahu Devan pasti tidak akan mempercayainya.


Deg!


"Is-istriku? Ha---Hahaha!" Devan tertawa merasa konyol.


"Istriku? Kau bercanda!" Devan menatap Hayu tajam, ia sungguh merasa konyol.


"Kau mengatakan kau Istriku? Dan, kau kira aku akan mempercayainya?" tanya Devan.


Hayu yang tahu reaksi Devan akan seperti ini, akhirnya hanya tersenyum miris. "Sudahlah jika kau tak percaya! Aku tak memintamu untuk mempercayaiku!"


"Saya permisi pergi, Pak!" Hayu meninggalkan Devan sendirian, Devan yang masih bengong karena merasa tak percaya dengan perkataan Hayu.

__ADS_1


Hayu berlari memasuki toilet. Ia menangis sejadi-jadinya didalam sana. Kenapa? Kenapa Devan harus melupakan dirinya? sekarang ia harus bagaimana? Bagaimana nasib Gio? Ia tak ingin perjuangannya dan Gio sia-sia! Tapi, ia tak tahu harus bagaimana lagi!


"Ya Allah! kenapa kau memberikanku begitu banyak cobaan! Setidaknya berilah suatu keberuntungan untuk Putraku! Sekali saja, biarkan dia mau mengakui Gio," lirih Hayu, ia lalu menghapus air matanya.


__ADS_2