Suamiku Ternyata CEO

Suamiku Ternyata CEO
episode 13


__ADS_3

Pukul tujuh malam Prin menghampiri ibunya.


Prin duduk di samping ibunya.


Dengan kesempatan ibunya yang tengah sakit, ibunya membuat rencana, meminta Prin untuk mau menerima rencana perjodohan nya dengan Brenda.


Ibunya memohon agar Prin mau menikah dengan Brenda. Sejenak Prin terdiam. kekesalan dan rasa kecewapun Prin rasakan. Prin teringat kepada Anna, dirinya yang sudah berjanji kepada Anna untuk tidak meninggalkan dan bertanggung jawab atas apa yang dulu Prin perbuat kepada Anna.


Prin merasa sangat bersalah dan dilema. Dengan permintaan ibunya yang kini tengah terbaring sakit, membuat Prin merasa kasihan dan tidak ingin membuat ibunya kecewa dan semakin sakit lagi.


Namun di sisi lain ada hati wanita yang sangat Prin cintai.Prin bingung harus bagaimana ?


Prin sangat mencintai Anna. Dan Prin tidak ingin berpisah dengannya.


"Mac ibu mohon, kau mau menerima perjodohan ini. Kau bisa melangsungkan pertunangan terlebih dahulu, bagaimana?" Prin sejenak terdiam.


ibunya meraih tangan Prin "Ibu hanya ingin kamu menikah dengan Brenda nak, ibu pasti sangat bahagia jika melihat kalian bisa bersama"


"Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu Mac, keadaan ibu semakin hari semakin memburuk karena hanya memikirkanmu. jika kau menolak perjodohan ini" tiba-tiba Ibu Prin terbatuk-batuk. Prin langsung memberikan air minum pada ibunya.


"Aku akan menerima perjodohan ini, asalkan ibu kembali sehat dan pulih" ucap Prin.Ibunya langsung tersenyum senang.


"Terima kasih Mac, ibu sangat bahagia mendengarnya"


Prin kembali ke kamarnya. Prin berdiri di atas balkon kamarnya, terdiam dan melamun. "Anna maafkan aku" ucapnya dalam hati.


Prin memikirkan Anna, bagaimana perasaan Anna nantinya ?


Suara ponsel Prin berbunyi. Pesan masuk dari Anna.


"Sayang, kamu sedang apa?" Anna


Prin terdiam. Perasaannya dan hatinya tengah dilema.


"Hai sayang, aku sedang memikirkan mu.kamu belum tidur?" Prin


"Benarkah ? aku belum mengantuk" Anna

__ADS_1


"Tentu saja, aku merindukanmu sayang" Prin


"Aku juga." Prin tersenyum melihat balasan pesan dari Anna.


"Aku mencintaimu Anna Snowden" Prin


"Aku juga sangat mencintai mu Prin" Anna


Prin kembali terdiam, Prin bingung apa yang harus dia lakukan. Kali ini perasaan yang di miliki Prin kepada Anna sungguh sangat mencintai dan menyayangi nya.


*****


Ibu Prin sudah menghubungi keluarga Brenda, dan telah memberi tahukan tentang rencana pertunangannya.


Kedua belah pihak keluargapun akan segera bertemu untuk membicarakan tentang tanggal dan hari pertunangan Prin dan Brenda.


Brenda amat sangat bahagia mendengar berita pertunangannya. Brenda pun bersiap dandan untuk pergi makan malam bersama Prin.


Ini kali pertamanya Brenda dan Prin pergi bersama. Kencan pertama sebelum pertunangan.


Prin tengah berganti baju. Prin sama sekali tidak bersemangat lalu ibunya menghampiri kamar Prin dengan menggunakan kursi roda di dorong oleh asisten rumah tangganya.


"Wah kamu ganteng sekali nak" puji ibunya. dan Prin tersenyum


"Anakku ibu harap kamu tidak marah kepada ibu ya nak?"


mendengar ucapan ibunya yang, Prin berjongkok di hadapan ibunya. "Jangan bicara seperti itu Bu, aku sangat menyayangimu. tentu aku tidak marah" ucap Prin dan mengurai senyum


Ibunya mengelus bahu Prin "Terima kasih sayang"


Selesai bersiap,Prin mengendarai mobilnya.Prin menjemput brenda terlebih dahulu. Setelah menjemput brenda mobil pun melaju menuju restoran yang telah di reservasi oleh ibunya Prin.


Sepanjang perjalanan keduanya saling diam. tidak ada obrolan apapun.


Sampainya di restoran yang di tuju. Prin turun terlebih dahulu dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Brenda.


"Terima kasih" ucap brenda.

__ADS_1


Mereka masuk dan jalan saling berdampingan.


Prin menarik kursi untuk Brenda.


Setelah pelayanan mengajikan makanannya. Mereka langsung menyantap makanan nya.


Prin selesai terlebih dahulu. Prin mengelap mulutnya. Brenda selesai dan menaruh pisau dan garpu dan meneguk air minumnya.


"Mac setelah ini kau ada rencana kemana?" tanya Brenda.


Prin menggeleng kan kepala "Tidak ada"


"Hm bagaimana kalau kita jalan-jalan terlebih dahulu"


Prin tidak bisa menolak "Baiklah"


Prin melajukan mobilnya menuju taman kota. Sampainya di taman kota Prin dan brenda berjalan kaki.


Brenda memulai obrolan "Hm Mac terima kasih"


"Terima kasih atas apa ?"


"Karena kamu sudah mau menerima perjodohan kita, dan terima kasih atas makan malam tadi" Brenda merasa canggung.


Prin hanya membalas dengan senyum terpaksa.


"Oh ya Mac apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"bertanya apa?"


"Hm apa kamu mempunyai kekasih?"


Prin terdiam tak lama dia mengangguk kan kepala.


"Lalu kenapa kamu mau menerima perjodohan ini Mac?"


"tidak apa-apa, kenapa memangnya kau tidak mau ?" Prin tanya balik

__ADS_1


"Ah tidak maksudku, aku hanya ingin tahu saja alasanmu menerima perjodohan ini"


"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya" ujar Prin


__ADS_2