Suamiku Ternyata CEO

Suamiku Ternyata CEO
03 Salah paham part II


__ADS_3

Brenda berkunjung untuk melihat keadaan ibunya Mac Prin.


"Hallo Tante apa kabar?" sapa Brenda


"kabar Tante belakangan ini agak kurang baik, sampai saat ini kita belum juga menemukan keberadaan Mac" Parinta mulai bersedih.


"Apa om dan Tante sudah mencoba untuk mencarinya ke luar negeri ? mungkin saja Mac pergi dari Thailand. jelas Brenda


"Ayah Mac sudah mencoba mengecek ulang penerbangan atas nama Mac William Prin,namun nihil."


"Tante yang sabar yah, ingat Tante juga harus menjaga kesehatan Tante dan om!"


"Iya terima kasih sayang"


*****


Siang ini Anna dan Prin agar pergi miting di luar kantor. Sesuai dengan jadwal miting hari ini Prin menemui Anna di ruang kerjanya.


Mereka berjalan beriringan memasuki lift khusus. Prin membukakan pintu penumpang untuk Anna, lalu Prin duduk di samping kemudi. Tidak ada obrolan dalam perjalanan hening dan Anna pun sama sekali tidak memperdulikan Prin.


Sampai di restoran xx yang di tuju. Anna dan Prin masuk kedalam ruangan VIP di restoran itu. Terlihat klien dan sekertarisnya sudah sampai terlebih dahulu.


"hallo selamat siang tuan Roma, maaf jika saya terlambat!" sapa Anna dan mereka saling berjabat tangan di ikuti oleh Prin.


"Tidak nona Anna kita juga baru sampai" balas sang klien.


"Baiklah kalau begitu, bisa kita mulai mitingnya sekarang ?" Anna mulai membuka pembahasan miting mereka.


"Nona Anna lalu bagaimana dengan rincian pembiayaan dana pembangunannya ? tanya Roma sang klien.


"Untuk rinciannya, nanti asisten saya akan menjelaskan semuanya tuan." Roma sang klien mulai memahi.


Mitingpun selesai dengan cepat dan lancar. Kini mereka tengah menyantap makan siang bersama. Di sela-sela mereka makan sang klien menggoda Anna dan Prin yang terlihat serasi,dan menanyakan apakah mereka sedang menjalin hubungan.


Namun Anna langsung menepis anggapan kliennya. Selesai makan siang Anna dan Prin kembali ke kantor. Prin mengikuti Anna ke dalam ruangannya.


"Nona apa kita bisa bicara sebentar? aku ingin meminta maaf soal ke salah pahaman kita tempo hari" Prin membuka pembicaraan mereka.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, silahkan kembali ke ruang kerja anda pak Prin!" Anna sempat tidak tertarik dan enggan menanggapi obrolan dengan Prin.


"Tidak nona saya ingin meminta maaf karena sudah membohongi mu soal ke salah pahaman kita, sebenarnya kita tidak pernah melakukan apapun pada malam itu......" Prin menjeda ucapannya.


"sekali lagi maafkan saya nona, awalnya saya hanya ingin bergurau dengan anda, namun sepertinya anda menanggapi dan terus menghindari saya!" pengakuan Prin


Anna langsung menampar keras Prin dan memaki Prin.


"Apa kau bilang bergurau, kau manusia atau bukan hah?" bentak Anna


"Tolong aku minta maaf" Prin merasa bersalah.


"Kau tahu saat kau bilang padaku, kau mengatakan bahwa kita sudah melakukan hal itu, awalnya aku tidak mempercayaimu, semua itu membuatku seperti gila memikirkan apa yang telah terjadi padaku pada malam itu. Dan kau bilang semua itu bergurau!" Anna langsung menyiramkan air minumnya ke wajah Prin.


"Pergi....!" Bentak Anna dan langsung mengusir Prin untuk keluar dari ruangannya.


Prin keluar dengan wajah yang masih basah, Prin kembali ke ruang kerjanya, sungguh Prin sama sekali tidak percaya bahwa Anna akan semarah itu dan membuatnya memikirkan hal yang seberna tidak terjadi.


*****


Sudah seminggu sejak kejadian itu. Prin dan Anna menjaga jarak, Anna semakin menghindari Prin.


Pada jam makan siang Anna langsung melajukan mobilnya kesebuah caffe.Setelah pesanannya datang Anna menyantap makannya.


Setelah selesai makan, Anna keluar dan berjalan ke area parkiran mobilnya. Pada saat Anna sudah masuk kedalam mobilnya ponselnya berdering dan di lihat Prin melakukan panggilan telepon padanya.


"Hallo, ada apa ?" Anna bertanya


"Saya ingin memberi tahukan sebentar lagi klien kita akan datang untuk miting hari ini!" ucap Prin.


Tiba-tiba pintu mobil Anna di ketuk, seseorang meminta bantuan padanya. Namun pada saat Anna membuka kuncian pintu mobilnya. Pintu itu di buka paksa dan langsung menarik Anna keluar dari mobil. sontak membuat Anna panik dan berteriak minta tolong.


Ponsel yang tengah di genggamnya pun terjatuh di dalam mobil.


"Lepaskan kau mau apa ?"


"Tolong tolong aku, lepaskan,lepaskan aku" Anna terus memberontak dan melepaskan diri dari cengkeramannya.

__ADS_1


"Diam ikut kami" Bentaknya.


Rupanya Anna tengah di culik dan di bekap sampai kesadarannya pun mulai tak sadar lagi.


"Ayo bawa dia ke villa" perintah si penculik yang satunya.


Anna langsung di bawa oleh kedua penculik itu menggunakan mobil mereka.


Prin yang mendengar teriakkan Anna pun sontak panik dan khawatir. Panggilan telepon nya masih tersambung namun tidak ada jawaban dari Anna lagi. Prin langsung beranjak pergi untuk menolong Anna.


Prin melajukan mobilnya secepat mungkin. Di perjalanan Prin menelpon Chris untuk meminta bantuan.


Prin menceritakan semuanya pada Chris.


Pada saat panggilan teleponnya masih tersambung, Prin mengingat percakapan si penculik dan langsung melajukan mobilnya ke arah villa.


Prin memberi tahu Chris untuk datang menyusulnya dan meminta Chris untuk menghubungi polisi.


Sampai di villa, Anna langsung di bawa masuk ke dalam, tangan dan kaki Anna di ikat. Anna masih dalam keadaan pingsan.


Sesaat kemudian kesadaran Anna mulai terbangun dan merasakan kaki dan tangannya terasa sakit karena di ikat.


"Dimana aku?" gumamnya pelan.


"Kau sudah bangun sayang?" ucap seorang pria berjalan ke arah Anna.


"Michele! lepaskan aku" bentak Anna


"Hahahaha...tidak akan"


"Apa mau mu ?"


"Aku hanya ingin kamu Anna....! Anna aku sangat merindukanmu sayang"


"Puih aku tidak Sudi..." Anna meludah di depan Michael dan sontak membuat Michael marah dan menapar pipi Anna.


Anna meringis sakit, pipinya terasa perih dan merah.


Anna menarik sudut bibirnya "Sampai kapan pun aku tidak akan sudi kembali padamu, pria ******** sepertimu tidak pantas mendapatkan cintaku, dengar itu!" bentak Anna


"Aku tidak peduli, aku sudah mengetahui kebejatanmu" sinis Anna


"Aku mohon Anna kembalilah padaku, aku hanya ingin bersama mu" Michele terus memohon


"Lepaskan aku...." teriak Anna


Tiba-tiba pintu ruangan di buka paksa. Prin melihat Anna tengah meronta saat Michael mencium paksa pipi Anna. Prin mencekal kerah kemeja Michele dan langsung memukul wajahnya.


Michele tersungkur ke lantai lalu Prin menarik kembali kerah kemeja Michele dan memberikan beberapa pukulan di wajah nya.Michele mendorong tubuh Prin dan memberikan pukulan di sudut bibir Prin sampai mengeluarkan sedikit darah.


Anna panik dan melihat perkelahian mereka. Anna mencoba membuka ikat tali pada lengan nya dan berhasil melepaskan nya, lalu Anna langsung membuka ikatan tali di kakinya.


Anna langsung berlari ke arah Prin, namun lengannya keburu di cekal oleh Michael. Michele langsung menodongkan pistol di kepala Anna.


"Lepaskan aku Michele..." Anna terus memberontak


"Lepaskan dia" titah Prin pada Michele


Michele tertawa "Siapa kau, untuk apa kau ikut campur dengan urusanku? Aku tahu kau bukan pacar dari Anna,kau hanya pegawai rendahan yang bekerja di perusahaan Snowden teknologi." ejek Michael


Anna membelalakkan kedua matanya saat mendengar ucapan Michele.


"Apa, Prin mengaku sebagai pacarku. Apa maksudnya ini?" Anna berkata dalam hati


Prin melihat ekspresi wajah Anna.


"Dia memang pacarku, jadi lepaskan aku sekarang" Anna berkata dan mengklaim bahwa mereka memang berpacaran.


Michele terus tertawa "Aku tidak percaya"


"Terserah padamu, itu memang kenyataannya" Anna menarik sudut bibirnya


"Tolong lepaskan dia" titah Prin .Prin berjalan maju perlahan.


"Berhenti dari langkah mu, atau aku akan menembak kepalanya" ancam Michele.

__ADS_1


Doorrrr..


Michele menembak kaki kanan Prin.


Prin terjatuh mendapatkan tembakan di kakinya.


"ahhhhh...Prin" teriak Anna.


Anna mulai menitikan air mata. Sesaat Chris datang bersama polisi. lalu Anna menggigit lengan Michele yang mengunci lehernya. dan berlari menghampiri Prin.


"Prin kau tidak apa-apa?" tanya Anna mengkhawatirkan Prin.


Michele lalu mengarahkan pistolnya ke arah Anna. Prin langsung mendekap tubuh Anna dan melindunginya.


Dooorrrrr...


suara tembakan mengarah tepat di punggung Michele, tembakan itu berasal dari Chris. Chris menembak Michele membuat nya tersungkur.


Polisi mengamankan anak buah Michele lalu membawa mayat Michele. Prin di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan serius.


Anna sangat khawatir karena menolongnya Prin jd seperti sekarang, Anna tetap setia menunggu di depan pintu ruang operasi. Chris datang menghampiri Anna dan berbicara kalau Prin pasti akan baik-baik saja.


Dokter keluar dan memberi tahu kalau operasinya berjalan lancar, Prin akan di pindahkan ke ruang rawat dan untuk sementara waktu Prin di saran untuk beristirahat.


Prin sudah di pindahkan ke ruang rawat. Anna menghampiri Prin, terlihat Prin masih memejamkan mata nya. Anna menggenggam tangan Prin air matanya menetes.


Prin mulai mengerjapkan matanya. Anna langsung melepaskan genggaman nya dan menyusut air matanya. Prin membuka matanya dan melihat Anna dan tersenyum.


"Kau sudah bangun?" Prin mengangguk.


"Aku akan panggilkan dokter sebentar" namun Prin mencekal lengan Anna.


"Tidak usah, aku baik-baik saja nona ! bagaimana denganmu ?" Prin tengah mengkhawatirkan keadaan Anna


"Panggil saja Anna ! aku tidak apa-apa, terima kasih atas bantuan mu. Karena menolongku kau jadi seperti ini" Anna menundukkan kepalanya.


Prin tersenyum "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja"


Chris datang menghampiri mereka dan bertanya pada Prin bagaimana dengan keadaannya?


Lalu Anna berpamitan untuk pulang.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu, besok aku kembali lagi."


"Anda pulang dengan siapa?" Prin bertanya, sebenarnya Prin masih mengkhawatirkan Anna.


"Sudah ada supir menjemputku dan menungguku di luar"


"Baiklah hati-hati". Anna pergi meninggalkan ruang rawat Prin.


*****


Orang tua Anna telah mengetahui atas apa yang telah terjadi pada Anna. dan secepatnya akan kembali.


Ponsel Anna berdering, terlihat ibunya menelpon.


"Hallo momy"


"Sayang bagaimana keadaanmu ?"


"Aku baik-baik saja momy, hanya saja kini Prin tengah di rawat dia mendapatkan tembakan di bagian kakinya" jelasnya


"Siapa Prin?" ibunya bertanya.


"Dia yang sudah menolongku momy, dia juga bekerja di perusahaan Dady."


"Lalu bagaimana dengan Michael, ku dengar dia juga mati terbunuh karena di tembak?"


"momy tenang saja semuanya sudah di tangani dan anak buahnya sudah di amankan oleh polisi"


"Momy mengkhawatirkan mu sayang" Carolin Snowden sungguh sangat mengkhawatirkan Anna dan bersedih karena jarak mereka.


"Momy jangan khawatir aku tidak apa-apa kok. Ya sudah aku ingin beristirahat dulu momy. selamat malam" ucap Anna


"Iyah kau istirahatlah, selamat malam sayang"

__ADS_1


Setelah telponnya terputus, Anna langsung pergi mandi dan beristirahat.


__ADS_2