
Malaikat Jiwa Abadi membawa Su Xianlin ke bumi, tepat dimana tempat persembunyiannya berada.
“Kau.. apa sebenarnya tujuan mu?!” Su Xianlin menatap tajam Malaikat Jiwa Abadi.
Seluruh tubuh wanita itu masih di rantai, kecuali kepalanya, tidak ada dari bagian tubuhnya yang bisa di gerakkan.
“Apakah masih kurang jelas? Aku ingin mengambil tubuh mu. Tubuh mu memiliki kecocokan dengan jiwa ku, jadi dengan mengambil tubuh mu maka kekuatan ku akan meningkat.”
Jika Malaikat Jiwa Abadi memiliki mulut, maka akan terlihat dia saat ini menyeringai lebar.
“Kau pikir aku akan membiarkan mu melakukannya?!” Su Xianlin mengeluarkan seluruh kekuatan jiwanya untuk menghancurkan rantai jiwa yang mengekangnya.
“Percuma saja, kau memang kuat untuk manusia di tingkatan mu saat ini. Namun rantai jiwa miliki adalah sesuatu yang berbeda, kau tidak akan menemukan ada makhluk yang bisa membuat rantai jiwa seperti milik ku!”
Malaikat Jiwa Abadi adalah makhluk Zaman Kekosongan, jadi tentu saja kemampuan dan kekuatannya akan melebihi makhluk di tingkat yang sama.
“Aku akan mulai ritualnya!” Malaikat Jiwa Abadi perlahan menyusut hingga setinggi manusia biasa.
Sayap di punggungnya menghilang, terlihat kini dia memiliki hidup, mulut, mata, telinga bahkan rambut. Meskipun itu semua berwarna putih bercahaya seperti gumpalan cahaya, tidak terlihat seperti milik manusia.
Su Xianlin sedikit mengerutkan keningnya, Malaikat Jiwa Abadi kini terlihat seperti dirinya, namun tidak mengenakan pakaian apapun, benar-benar telanjang dengan bentuk tubuh yang sempura seperti miliknya.
Jika saja tubuh Malaikat Jiwa Abadi memiliki warna seperti manusia, maka dia 100% akan terlihat seperti Su Xianlin.
“Untuk mengambil tubuh mu, aku harus terlebih dahulu menyesuaikan bentuk jiwa ku dengan tubuh mu,” bahkan sekarang suara Malaikat Jiwa Abadi sama persis dengan Su Xianlin.
“Apakah aku akan berakhir disini?” Su Xianlin bergumam dalam hati, mulai merasa putus asa karena seluruh usahanya tidak membuahkan hasil.
Malaikat Jiwa Abadi melakukan segel tangan. Susunan formasi mulai terbentuk di bawah Su Xianlin.
Malaikat Jiwa Abadi pun melayang dan mulai masuk kedalam tubuh Su Xianlin.
Tubuh Su Xianlin bergetar, rantai jiwa yang mengikat tubuhnya perlahan mulai menghilang.
__ADS_1
Selang beberapa saat, rantau jiwa menghilang. Su Xianlin masih memiliki kesadarannya, namun tubuhnya terasa sulit dikendalikan.
“Jangan melawan agar kau tidak merasakan rasa sakit pada jiwa mu!” suara itu keluar dari mulut Su Xianlin.
“Dan kau pikir aku akan membiarkan apa yang kau lakukan berjalan dengan lancar?” balas Su Xianlin.
“Terserah kau, apapun yang kau lakukan itu akan percuma saja! Aku sekarang sudah mendapatkan kendali yang lebih besar atas tubuh mu sendiri.” Malaikat Jiwa Abadi mengambil posisi duduk bersila lalu melakukan segel tangan.
Mata dan mulut Su Xianlin tiba-tiba terbuka dan mengeluarkan cahaya terang, begitu juga dengan tubuhnya, hanya saja cahaya yang keluar dari mata dan mulutnya jauh lebih terang.
Su Xianlin berusaha melawan saat jiwanya hendak diserap oleh Malaikat Jiwa Abadi.
“Apa ini...? Siapa sangka kau ternyata memiliki barang sebagus ini. Api Surgawi, aku pasti akan mendapatkannya!” Malaikat Jiwa Abadi menyeringai lalu melakukan segel tangan dengan tubuh Su Xianlin, “agar lebih mudah aku rasa aku perlu membuat jiwa mu terikat lebih dulu!”
Di alam bawah sadar Su Xianlin saat ini di rantai kembali oleh rantai jiwa. Tubuh Su Xianlin terlihat sedikit transparan dengan sebuah nyala api putih di perutnya.
Malaikat Jiwa Abadi melayang di depan Su Xianlin dengan seringai lebar.
“Mari kita mulai mengambil harta surgawi ini!” Malaikat Jiwa Abadi menempelkan telapak tangannya di perut Su Xianlin dan mulai menyerap Api Surgawi, “setelah aku mengambil Api Surgawi ini, jiwa mu pasti akan menjadi sangat lemah dan akan mudah untuk menyerap jiwa mu!”
“Aaarrrggghhh!” Su Xianlin berteriak kesakitan, dia tidak bisa melawan apa yang Malaikat Jiwa Abadi lakukan.
Saat Malaikat Jiwa Abadi sudah menyerap setengah Api Surgawi, dia tiba-tiba merasakan sebuah getaran kuat di luar.
“Sial! Siapa yang datang mengganggu disaat seperti ini?!” Malaikat Jiwa Abadi berdecak kesal.
Dalam situasi ini, kondisi Malaikat Jiwa Abadi sangat sensitif, jika mendapatkan gangguan dari luar maka jiwanya bisa terluka dan bisa saja apa yang akan terjadi nanti malah sebaliknya, jiwanya yang akan diserap oleh Su Xianlin.
Jadi mau tidak mau, Malaikat Jiwa Abadi harus mengatasi pengganggu di luar.
***
Sebuah robekan ruang tercipta di atas bumi. Sosok Shin dan Xiang Yang keluar melalui robekan ruang.
__ADS_1
“Memang benar kubah energi itu kini sudah hilang,” tatapan Shin menelusuri daratan di bumi, “tapi aku tidak bisa merasakan keberadaan makhluk itu.”
Entah apakah mungkin karena Shin yang melemah hingga persepsinya menurun atau karena mungkin Malaikat Jiwa Abadi tidak berada di tempat ini, yang jelas dia tidak bisa merasakan adanya kehidupan di bumi.
Xiang Yang sendiri mengepalkan tangannya. Dia bisa melihat banyak mayat manusia yang berserakan dimana-mana. Tidak ada lagi kehidupan yang tersisa di bumi.
“Mungkin saja dia menggunakan sesuatu untuk menutupi keberadaannya, biar aku yang memancingnya keluar!” Xiang Yang menciptakan banyak bola api lalu melemparnya disetiap benua yang ada di Bumi.
Ledakan-ledakan terjadi membuat seluruh daratan di bumi terjadi gempa besar.
“AKU TAU KAU ADA DISINI! KELUAR KAU! JANGAN MENJADI PENGECUT SEPERTI KURA-KURA DALAM TEMPURUNG!”
Shin berteriak, suaranya dipenuhi dengan kemarahan.
“Hahaha...! Kura-kura dalam tempurung ya.. kalian manusia cukup berani mengganggu sekaligus menghina ku.”
Shin menegang mendengar suara itu, sementara Xiang Yang mengerutkan keningnya. Shin mengenal jelas suara itu sedangkan Xiang Yang kurang yakin.
Sesaat kemudian seorang wanita berparas bagaikan Dewi muncul belasan meter didepan mereka berdua. Wanita itu menyeringai lebar, tatapannya terlihat merendahkan Shin dan Xiang Yang.
“Lin’er?!” Shin sangat terkejut melihatnya, “tidai, kau bukan Lin’er! Siapa kau? Apa yang kau lakukan pada istri ku?!”
Shin tidak menyerang secara sembarangan meskipun suasana hatinya sedang buruk.
“Lin’er?” Malaikat Jiwa Abadi memiringkan kepalanya, “ah, maksud mu pemilik tubuh ini ya? Dia sudah mati, sekarang akulah yang memiliki tubuh ini!”
Aura membunuh langsung meledak dari tubuh Shin, semua aturannya terpusat untuk menekan Malaikat Jiwa Abadi.
“Keluar dari tubuh istri ku sekarang juga jika kau tidak ingin mati!” Shin berkata dengan suara berat dan dingin.
“Oh~ sungguh menakutkan~ apa kau sungguh ingin membunuh istri mu ini?” Malaikat Jiwa Abadi berkata dengan suara bergairah dan menggoda, menaruh kedua lengan di bawah dada, bahkan sedikit mengangkat puncak kembarnya.
Shin semakin emosi, aura diantara pekatnya aura membunuhnya, aura emas perlahan keluar.
__ADS_1
Xiang Yang mengerutkan keningnya, dia merasakan aura yang tidak asing pada Shin.
Xiang Yang paham perasaan Shin. Jika itu dirinya pasti juga akan sangat marah, malah mungkin dia sudah lepas kendali. Dia cukup kagum Shin masih tidak gegabah dalam menyerang.