Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.35 - Penyelamatan


__ADS_3

Shin dan Lan Ma langsung berpisah ke dua arah yang berbeda untuk mencari keberadaan Hun Fan.


Shin berkeliling ke berbagai jalan dan gang, melihat para iblis berlalu lalang.


Sesaat kemudian, Shin mendengar suara cambukan dari arah gang lain. Dia pun berjalan kearah sumber suara.


Shin berjalan santai, dia sekarang berada di daerah para iblis, dia tidak boleh membuat gerakan yang mencurigakan.


"Dasar pemalas!"


*Ctas!


Shin akhirnya melihat para manusia dengan pakaian lusuh berjalan sambil membawa sekarung kristal Qi.


Salah satu dari orang itu menjatuhkan barangnya sampai karungnya robek, membuat kristal Qi didalamnya berserakan.


Hal itu membuat iblis yang menjadi pengawas mereka marah, mencambuk pria itu dengan keras.


Para manusia lainnya tidak berani berhenti, mereka terus berjalan seolah tidak peduli dengan nasib rekan mereka.


Mereka sadar jika mereka berhenti, mereka yang akan menjadi target cambukan berikutnya.


Pria yang di cambuk itu masih berbaring di tanah, nafasnya melemah, matanya setengah terbuka. Entah berapa kali pun iblis mencambuknya, dia tidak bergerak ataupun berteriak.


Sesaat kemudian pria itu pun menghembuskan nafas terakhir.


"Dasar manusia lemah!" Iblis penjaga mendengus, "bawa dia, dia akan menjadi santapan makan malam kita nanti."


Beberapa iblis segera mengangkat tubuh pria itu, membawanya ke salah satu bangunan.


Shin melihat kejadian itu dari awal, dia hanya diam dengan wajah datar, seolah tidak merasakan apa-apa melihat perlakuan para iblis kepada para manusia.


Namun Shin sebenarnya sangat marah, ingin sekali dia membunuh para iblis di kota ini, namun dia tidak bisa bertindak gegabah sebelum menemukan keberadaan Hun Fan.


"Iblis, kalian benar-benar membuat ku marah!" Shin kembali berjalan.


Saat Shin berjalan memalui gang kecil yang sepi, ada beberapa iblis yang sepertinya sedang makan daging manusia disana.


Shin terus berjalan, hingga sebelum dia melewati para iblis, salah satu iblis menghentikannya.


"Hei, berhenti kawan!"


Iblis itu bertubuh gemuk dengan perut buncit, kulitnya hitam legam dengan wajah yang sangat buruk.


3 iblis lainnya menoleh kearah Shin, mengusap sisa darah manusia di tepi bibir mereka.

__ADS_1


Memang mereka sedang makan daging manusia utuh, pada bagian kaki sampai dada manusia itu sudah benar-benar habis, hanya tersisa tulang, organ dalamnya juga tidak ada yang tersisa, kondisinya benar-benar buruk.


"Aku tidak pernah melihat mu sebelumnya di kota ini.. apakah kau pendatang baru?" Iblis gemuk melihat penampilan Shin dari kiri dan kanan.


"Kau iblis yang terlihat aneh, padahal kau iblis tapi kenapa wajah mu lebih mirip manusia?"


3 iblis lainnya berdiri lalu mengelilingi Shin dari 4 arah yang berbeda.


Memang perubahan penampilan Shin tidak terlalu signifikan, hingga penampilannya tidak seperti iblis pada umumnya.


Jika bukan karena aura iblis di tubuhnya, para iblis itu pasti sudah mengira kalau Shin adalah manusia.


"Di dalam cincin penyimpanan mu pasti ada jatah daging manusia kan? Serahkan semua daging manusia yang kau miliki sebelum kami membuat mu babak belur, kamu masih lapar!" Iblis gemuk menyeringai lebar.


"Maaf saja, aku tidak punya daging manusia," Shin berkata dengan suara datar, "aku hanya punya daging iblis."


"Ap.."


Sebelum para iblis bisa bereaksi, mereka merasakan angin melesat tubuh mereka.


Sesaat kemudian mereka melihat seperti dunia yang terbelah, namun nyatanya tubuh mereka yang sudah terpotong menjadi beberapa bagian.


Shin tidak membunuh semua iblis, dia menyisakan iblis gemuk yang kini sudah pingsan hanya dengan pancaran kekuatan jiwa yang dia arahkan langsung saat iblis itu menatap matanya.


Teknik Penyerap Jiwa!


Teknik Penyerap Jiwa dapat mengambil ingatan dari target. Shin ingin mencari informasi mengenai keberadaan Hun Fan dari ingatan iblis gemuk itu.


Setelah beberapa saat mencari kedalam ingatan iblis gemuk, Shin akhirnya mengetahui dimana Hun Fan berada.


Shin melihat kalau Hun Fan telah membunuh belasan ribu iblis saat menggunakan Teknik Perubahan Malaikat Petir.


Namun Hun Fan tetap kalah dan akhirnya di bawa ke penjara bawah tanah untuk diintrogasi.


"Penjara bawah tanah ya, untung saja iblis ini pernah ke sana jadi aku bisa menggunakan teknik ruang," Shin menghentakkan kakinya, membuat lubang pada tanah tanpa menyebabkan getaran sedikitpun.


Tubuh mayat manusia yang sebelumnya dimakan oleh para iblis langsung terkubur di dalam tanah, sementara untuk mayat para iblis, Shin membakar mereka sampai menjadi abu.


"Kalian iblis dari neraka tidak pantas di kubur di tanah milik para manusia."


Shin mengibaskan tangannya, membuat robekan ruang lalu masuk kedalam.


***


Penjara bawah tanah.

__ADS_1


Di satu lorong di penjara bawah tanah, tiba-tiba tercipta robekan ruang.


Beberapa iblis berada disana, mereka terkejut melihat robekan ruang sekaligus waspada.


Namun sebelum mereka bereaksi, beberapa jarum warna biru melesat kearah mereka, menancap tepat di kepala, membuat para iblis itu langsung terjatuh dengan jiwa yang hancur.


Itu adalah teknik pembunuh khusus milik Shin yang menggunakan kekuatan jiwa.


Siapa saja yang memiliki jiwa lemah, jika terkena teknik ini maka jiwa mereka akan langsung hancur.


Shin keluar dari robekan ruang, melihat sekitar lalu membakar mayat para iblis itu sampai menjadi abu.


Shin tidak tau pasti dimana keberadaan tempat Hun Fan berada di dalam penjara bawah tanah ini.


Karena penjara bawah tanah memiliki banyak persimpangan lorong.


Shin tidak menyebarkan indera spiritualnya karena jika ketahuan maka masalah akan semakin rumit.


Sebelum Shin menyelamatkan Hun Fan dan orang-orang lainnya, dia akan bertindak hati-hati.


Shin terus menelusuri lorong, dia membunuh semua iblis yang terlihat tanpa menyebabkan keributan.


Hingga akhirnya Shin bisa mendengar suara teriakan Hun Fan.


"Ini suara Hun Fan," Shin langsung merobek ruang menuju sumber suara.


***


Wang Wu masih terus menyiksa Hun Fan. Setelah memotong satu tangan dan kakinya, kali ini Wang Wu memotong jari-jari tangan Hun Fan lalu memakannya.


Hun Fan terus berteriak kesakitan namun dia masih tidak pernah menjawab pertanyaan Wang Wu


"Kau benar-benar gigih, semua jari tangan mu sudah ku potong, sekarang tinggal jari kaki mu!"


Sebelum Wang Wu memotong jari kaki Hun Fan, robekan ruang tercipta di sampingnya.


Shin dengan cepat keluar dari sana, sebelum Wang Wu bisa bereaksi, lehernya sudah terbebas dengan rapi.


Kepala Wang Wu langsung menggelinding sebelum tubuhnya ambruk dalam keadaan tidak bernyawa.


"Maaf aku terlambat Saudara Hun Fan," Shin mengeluarkan sebuah pil lalu membantu Hun Fan memakannya.


"Hahaha, itu tidak masalah, aku sudah lega kau datang."


"Sudahlah, jangan bicara dulu, cerna manfaat pil agar pendarahan luka mu bisa terhenti," Shin sangat marah melihat kondisi Hun Fan yang benar-benar menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2