
(Note: Di extra chapter PDK 2 di ceritakan bagaimana Shin dan para istrinya pergi ke Bumi, tapi sebenarnya itu hanya chapter tambahan yang tidak masuk kedalam cerita sebenarnya. Jadi ini pertama kalinya Shin melihat Bumi setelah dia sekian lama)
"Ini kan.. Bumi!" Shin tidak menyangka akan melihat daratan kampung halamannya lagi.
"Apa kau mengenal daratan ini, Saudara Shin?" Chu Yan menaikkan alisnya melihat Shin yang seolah mengenal daratan aneh itu.
"Ya, aku sangat mengenalnya, daratan ini adalah kampung halaman ku yang sebenarnya!"
"Kampung halaman mu?" Chu Yan sedikit mengerutkan keningnya sebelum mengingat sesuatu, "ah, kau memang pernah bercerita tentang Bumi sebelumnya, jadi ini Bumi yang kau maksud."
"Ya, bentuk semua daratan ini jelas adalah bumi, tapi aku tidak bisa memastikannya sebelum benar-benar melihat Bumi lebih jelas," Shin melayang turun lalu menyentuh kubah energi.
Shin tidak yakin 100% itu adalah bumi karena adanya kubah energi yang seperti membuat Bumi terisolasi.
Setelah beberapa saat menyentuh kubah energi, Shin mengerutkan keningnya.
"Apakah ada sesuatu atau makhluk tertentu yang membuat kubah energi ini? Membuat Bumi terisolasi dari dunia luar?" Shin memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.
Shin mencoba menekan kubah energi itu dengan tangannya, entah kenapa langganannya langsung menembus kubah energi tanpa hambatan apapun.
"Eh?"
"Eh?"
Tidak hanya Chu Yan yang tertegun, namun juga Shin yang diam mematung.
Shin segera menarik tangannya kembali, waspada jika mungkin saja sesuatu terjadi membuat tangannya yang menembus kubah energi tiba-tiba terpotong.
"Saudara Shin, bagaimana kau bisa menembus kubah energi ini? Aku sudah menyerangnya dengan kekuatan penuh sebelumnya namun bahkan tidak dapat membuat sedikitpun getaran," Chu Yan tau Shin jauh lebih kuat dari dirinya.
Namun tadi Shin tidak mengeluarkan energi apapun untuk menembus kubah energi.
"Aku juga tidak tau, tangan ku langsung lewat begitu saja tanpa hambatan apapun, seolah kubah energi ini tidak ada!"
"Bagaimana mungkin," Chu Yan mencoba melakukan apa yang baru saja dilakukan Shin.
Dia hanya menekan tangannya pada kubah energi tanpa menggunakan energi apapun.
Namun tangannya tetap tidak bisa masuk.
"Apakah mungkin kau tidak mendapatkan halangan karena kau sebenarnya adalah penduduk asli dari Bumi," ucap Chu Yan.
"Itu mungkin saja, tapi jika itu benar seharusnya aku bisa masuk bukan," Shin kali ini ingin mencoba langsung masuk kedalam kubah energi.
__ADS_1
Shin langsung terbang kedepan dan dia langsung masuk tanpa hambatan.
"Ternyata ben.."
Shin tidak melanjutkan kata-katanya, dia terdiam saat entah kenapa kerasa ada mata raksasa yang menatapnya.
Keringat dingin membasahi wajahnya, tubuhnya gemetar.
*JLEB!
Sebuah pedang menancap di dada Shin, membuat tubuhnya semakin gemetar.
*JLEB! JLEB! JLEB!
Pedang terus menancap di tubuh Shin hingga seluruh tubuhnya dipenuhi pedang, membuatnya seolah seperti landak.
Tubuh Shin tiba-tiba terurai, seolah debu yang tertiup angin, mulai menghilang dari ujung kaki, terus sampai ujung kepala.
Saat Shin menghilang sepenuhnya, tiba-tiba Shin melihat kondisi sekitarnya menjadi normal, dia segera melesat terbang keluar dari kubah energi.
"Haaah...haaah...haaah!" Shin terengah-engah dengan seluruh tubuhnya dibasahi keringat dingin, wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, membuatnya kesulitan terbang.
"Saudara Shin!" Chu Yan segera menghampiri Shin, membantunya agar tidak terjatuh, "apa yang terjadi pada mu? Apakah ada sesuatu di dalam sana?"
Jika Shin saja sudah bisa dibuat sampai seperti ini, maka makhluk apa yang berada di dalam sana? Seberapa kuat makhluk itu hingga mampu membuat Shin ketakutan tanpa berhadapan langsung?
Membayangkannya saja sudah membuat Chu Yan ngeri.
Shin sendiri masih berusaha mengatur nafasnya.
"Itu tadi hanya tekanan aura, hanya tekanan aura bukan ilusi, tapi dengan tekanan aura saja sudah bisa membuat ku mengalami halusinasi yang begitu nyata! Apa sebenarnya yang berada di dalam sana?" Shin bergumam dalam hati, membayangkan betapa mengerikannya makhluk misterius disana.
"Saudara Shin, apakah kau baik-baik saja?"
Shin tersadar dari lamunannya, "aku baik-baik saja, aku tidak apa-apa."
"Apa yang sebenarnya terjadi pada mu?"
Shin menjelaskan apa yang terjadi padanya dan apa yang dia lihat didalam halusinasi.
"Bukankah kau mengatakan sebelumnya jika Bumi itu adalah tempat yang tidak memiliki energi apapun?"
"Ya, aku yakin Bumi tidak mengandung energi jenis apapun, aku tidak menyangka di Bumi ternyata selama ini bersembunyi makhluk yang sangat kuat."
__ADS_1
"Jika makhluk itu sangat kuat, lalu kenapa dia malah bersembunyi? Apakah mungkin dia terkurung atau tersegel di suatu tempat?"
"Ada banyak kemungkinan yang aku pikirkan, itu salah satunya tapi itu adalah kemungkinan kecil!..
Jika makhluk itu memang benar tersegel, dia pasti akan berusaha mencari orang untuk membebaskan dirinya. Manusia di bumi sangat lemah jadi tidak mungkin bisa membantunya, saat aku masuk maka seharusnya dia akan meminta bantuan, tapi dia malah menggunakan tekanan aura, seolah mengusir ku keluar!"
"Lalu apa menurut mu kemungkinan yang paling besar?"
"Mungkin saja makhluk itu sedang melakukan sesuatu seperti meditasi atau mungkin ritual lainnya yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas, itulah mengapa dia mengusir ku dengan tekanan aura karena menganggap ku bisa menggangu apa yang dia lakukan!"
Shin menyentuh kubah energi dengan telapak tangannya, "lihatlah, tangan ku sekarang tidak bisa menembus kubah energi. Dia pasti telah memperkuat kubah energi ini agar aku tidak bisa masuk kedalam!"
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Makhluk sekuat itu seharusnya sudah bisa menghancurkan seluruh dunia ini!"
"Tenang saja, mungkin dia tidak sekuat yang kita bayangkan."
"Eh?" Chu Yan mengerutkan keningnya.
"Jika kekuatannya sekuat tekanan aura yang dia miliki, dia seharusnya bisa menyingkirkan ku dengan mudah jika dia menganggap ku bisa menggangu rencananya!"
"Benar juga," Chu Yan mengangguk, "tapi kau tadi mengatakan jika makhluk itu tidak bisa bergerak bebas karena sesuatu, bukan karena kekuatannya tidak sekuat yang kita bayangkan."
"Sudah ku bilang itu semua hanya kemungkinan yang aku perkirakan," Shin mengangkat kedua bahunya, "tapi bagaimana kemungkinannya, kita harus mulai mempersiapkan diri, jika makhluk itu sudah bisa keluar maka akan sangat sulit menghadapinya!"
Shin mengibaskan tangannya, membuat robekan ruang.
"Untuk sekarang sebaiknya kita kembali ke Benua Langit, kita akan menyusun rencana selanjutnya!"
Chu Yan mengangguk kemudian mereka kembali ke Benua Langit.
Sementara itu, di suatu tempat di kedalaman Bumi saat ini.
Sosok makhluk setinggi puluhan meter, tubuhnya mengeluarkan cahaya, tidak terlihat jelas seperti apa wajahnya, hanya saja tubuhnya tidak berbeda dengan manusia.
Yang membedakannya adalah 10 sayap di punggungnya yang membuatnya terlihat seperti malaikat.
Sosok itu berdiri di diatas sebuah susunan lingkaran dengan garis-garis uni, sebuah pedang menancap di tanah tepat didepannya, kedua tangannya memegang gagang pedang.
"Dari mana asal manusia dengan tingkat Immortal tadi? Sepertinya telah terjadi perubahan pada dunia, aku harus mempercepat rencana ku!"
Suara makhluk itu menggema.
Dialah yang para manusia sebut sebagai SCP 001, The Gate Guardian.
__ADS_1