Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.106 - Akhir Pertarungan


__ADS_3

Pil yang diberikan Xiang Yang memiliki efek yang sangat luar biasa. Hanya dalam beberapa menit, luka di tubuh Shin hampir pulih serta Qi Surgawi dan kekuatan jiwanya sudah pulih sebanyak 20%.


Itu termasuk sangat banyak mengingat singkatnya waktu yang Shin butuhkan serta Qi Surgawi dan kekuatan jiwa yang dia miliki sangat melimpah, hingga jumlah 20% yang pulih itu sudah sangat banyak.


Shin sadar dibalik manfaat pil yang sangat luar biasa, pil itu pasti sangat berharga, menggunakan banyak herbal berharga untuk membuatnya.


Shin pasti akan membalas kebaikan Xiang Yang.


Saat Shin membuka mata, dia dikejutkan dengan energi yang meluap menyelimuti tubuh Xiang Yang.


Bukankah seharusnya Xiang Yang saat ini hampir kehabisan Qi Surgawi? Dari mana energi yang meluap itu berasal? Apakah ini adalah salah satu kekuatan rahasia Xiang Yang?


Shin tidak memikirkannya lebih jauh, dia dengan mudah menghancurkan kubus ruang dari dalam.


Tanda 5 Elemen!


Tanda teratai 5 warna terbentuk di dahi Shin. Sebenarnya bisa saja dia mengeluarkan lebih banyak tanda pemahaman dengan jumlah energi yang saat ini dia miliki, namun itu akan menguras banyak energi.


Selain itu menggunakan tanda 5 elemen akan lebih efektif karena secara bersamaan dia juga menggunakan 5 Twillight Orb yang memiliki atribut sesuai dengan Tanda 5 Elemen.


Shin memperhatikan bagaimana Xiang Yang dan Malaikat Jiwa Abadi bertarung dengan teknik teleportasi masing-masing untuk saling mengejar satu sama lain.


Shin mengepalkan tangannya saat melihat tubuh istrinya terlihat semakin menua. Malaikat Jiwa Abadi pasti sudah menggunakan banyak vitalitas Su Xianlin.


“Tidak akan ku maafkan!”


***


Malaikat Jiwa Abadi terus berusaha menyerang Xiang Yang namun sangat sulit mengenainya, hal yang sama juga berlaku untuk Xiang Yang.


Namun Xiang Yang lebih mudah menyerang Malaikat Jiwa Abadi. Di Domain Yin-Yang, Xiang Yang bisa dengan bebas berteleportasi sementara Malaikat Jiwa Abadi harus mengandalkan simbol-simbol yang sudah dia sebar.


Jika posisi Xiang Yang berada jauh dari simbol-simbol formasi maka dia tidak akan bisa berteleportasi dan memberikan serangan.

__ADS_1


Tanpa Malaikat Jiwa Abadi sadari, Shin tiba-tiba muncul di belakangnya.


*BAAAM!!


Sebuah pukulan menghantam punggung Malaikat Jiwa Abadi, membuatnya terpental kearah Xiang Yang.


Malaikat Jiwa Abadi dengan cepat berteleportasi menjauh. Namun sayangnya Shin sudah berada tepat di hadapannya.


Sekali lagi pukulan kuat menghantam perut Malaikat Jiwa Abadi hingga ia memuntahkan darah.


“Jujur saja melihat mu kesakitan karena pukulan ku membuat hati terasa sakit. Tapi akan lebih menyakitkan jika melihat istri ku mati!”


Orb Of Fire di belakang punggung Shin tiba-tiba menyala, “aku akan membakar semua simbol formasi yang kau sebarkan sekali lagi!”


Melihat itu, Xiang Yang dengan cepat membuat pertahanan agar tidak terkena dampak dari serangan.


Sesaat kemudian tidak buh Shin mengeluarkan ledakan semburan api yang menyebar kesegala arah, memenuhi seluruh Domain, membakar semua simbol formasi.


Malaikat Jiwa Abadi mampu bertahan dari api itu dengan menggunakan api putih.


“Apa boleh buat!” Malaikat Jiwa Abadi membakar vitalitas Su Xianlin semakin banyak, membuat tubuhnya kini seperti wanita berusia 40 tahun.


Nafas Shin memburu karena amarah yang ditahan. Dia benar-benar ingin mencabik-cabik Malaikat Jiwa Abadi itu.


“Saudara Shin, kita tidak boleh berlama-lama atau istri mu mungkin akan kehabisan vitalitasnya.” Xiang Yang muncul di samping Shin.


“Ya, aku tidak akan memaafkan makhluk itu!”


Bersamaan dengan berakhirnya kalimat Shin, tiba-tiba Malaikat Jiwa Abadi muncul tepat diantara mereka berada.


Malaikat Jiwa Abadi mengeluarkan ledakan api hitam yang menghempaskan Shin dan Xiang Yang.


Kini Malaikat Jiwa Abadi sudah bisa berteleportasi meskipun masih berada di dalam Domain Yin-Yang.

__ADS_1


Membakar banyak vitalitas Su Xianlin membuatnya semakin kuat, meskipun tetap dia kesulitan berteleportasi di dalam Domain Yin-Yang ini, namun dia hanya perlu mengeluarkan sedikit usaha ekstra dengan menggunakan kekuatan jiwa lebih banyak maka dia bisa berteleportasi.


Meskipun memang membutuhkan kekuatan jiwa yang lebih banyak, Malaikat Jiwa Abadi tidak khawatir akan kehabisan kekuatan jiwa. Dia memiliki kekuatan jiwa yang melimpah ditambah dengan kekuatan jiwa Su Xianlin maka ia tidak perlu khawatir.


Malaikat Jiwa Abadi berteleportasi ke tempat Xiang Yang. Menurutnya manusia itu sangat merepotkan, jadi dia perlu menyingkirkannya terlebih dahulu, atau setidaknya dia harus membuat Domain Yin-Yang ini menghilang.


Malaikat Jiwa Abadi muncul di belakang Xiang Yang yang masih dalam kondisi terhempas. Menggunakan Pedang Sumber Jiwa, Malaikat Jiwa Abadi langsung menuruk punggung Xiang Yang.


Pedang Sumber Jiwa sukses menusuk tubuh Xiang Yang hingga tembus ke dadanya. Malaikat Jiwa Abadi yakin dia sudah mengenai jantung manusia itu.


“Hahaha! Satu tumbang dengan mu...” Malaikat Jiwa Abadi tidak melanjutkan kata-katanya, dia melebarkan mata saat menyadari ternyata yang dia bunuh adalah sebuah klon dari kertas formasi.


Menyadari sesuatu yang buruk, Malaikat Jiwa Abadi segera berteleportasi ke tempat lain. Benar saja, Xiang Yang muncul setelahnya di tempatnya berada sebelumnya.


Xiang Yang berdecak kesal, klon dirinya yang Shin ciptakan memang mengalihkan perhatian Malaikat Jiwa Abadi namun ia tidak berhasil mendaratkan serangan padanya.


Pertarungan mereka bertiga terus berlanjut hingga kini sudah 2 hari berlalu. Shin kembali merasakan Qi Surgawi serta kekuatan jiwanya hampir terkuras habis.


Sementara Xiang Yang sendiri masih memiliki Qi Surgawi yang banyak. Xiang Yang sudah menghabiskan hampir setengah energi di Dimensi Xiang.


Sementara Malaikat Jiwa Abadi sudah terengah-engah. Semakin lama Domain Yin-Yang mengeluarkan tekanan yang semakin kuat hingga dia membutuhkan semakin banyak kekuatan jiwa untuk berteleportasi, membuat kekuatan jiwanya terkuras lebih banyak dari yang dia perkiraan.


Lebih parahnya, Malaikat Jiwa Abadi sudah menghabiskan banyak vitalitas Su Xianlin, tubuhnya kini terlihat seperti wanita berusia 50 tahun dengan rambut yang sudah memutih.


Malaikat Jiwa Abadi menatap dingin Shin dan Xiang Yang, terlihat penuh dengan kebencian.


“Kalian makhluk lemah kenapa sulit sekali untuk dibunuh?!” Malaikat Jiwa Abadi berteriak marah, “Jika aku akan mati disini maka aku tidak akanati seorang diri!”


Malaikat Jiwa Abadi kembali membakar vitalitas Su Xianlin, membuat auranya melonjak tajam. Kali ini dia sudah tidak peduli lagi, dia akan menggunakan semua vitalitas milik Su Xianlin untuk melawan kedua manusia itu.


Namun sesaat setelahnya Malaikat Jiwa Abadi merasakan suatu keanehan, api putih tiba-tiba menyelimuti tubuhnya, atau lebih tepatnya terasa membakar jiwanya.


“Apa yang terjadi?!” Malaikat Jiwa Abadi tidak bisa mengendalikan tubuh Su Xianlin.

__ADS_1


“Aaarrrggghhh!” Malaikat Jiwa Abadi mulai berteriak keras.


Jiwa Malaikat Jiwa Abadi terasa tersedot oleh sesuatu, ia tidak bisa menahan rasa sakit ini.


__ADS_2