
"Manusia, apa kau masih tidak ingin mengatakan apa-apa? Aku akan memberikan kematian yang mudah jika kau menjawab semua pertanyaan ku!" Wang Wu sudah mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali.
Hun Fan saat ini dalam keadaan tangan dan kaki yang di rantai, seluruh tubuhnya dipenuhi luka.
"Cuih!" Hun Fan meludahkan darah di mulutnya, "bahkan jika kau menyiksa ku seperti apapun kau tidak akan mendapatkan informasi apapun."
Wajah Hun Fan dipenuhi keteguhan, dia sama sekali tidak takut dengan kematian ataupun rasa sakit seperti apapun.
"Aku memang tidak akan membunuh mu," Wang Wu menyeringai lebar, "tapi aku sudah mulai lapar, melihat manusia seperti mu membuat ku semakin lapar, terlebih kultivasi mu sangat tinggi," Wang Wu menjilat bibirnya.
Wang Wu mengeluarkan tombaknya, dengan sekali ayunan tombak, lengan kiri Hun Fan langsung terpotong.
"Aaarrrggghhh!"
Hun Fan berteriak kesakitan dengan mata terbelalak, ini pertama kalinya dia merasakan anggota tubuhnya yang terpotong.
Rasanya sangat menyakitkan, namun Hun Fan hanya berteriak beberapa saat sebelum dia kembali diam. Ia menggigit bibirnya agar tidak berteriak ataupun merintih kesakitan.
Wang Wu mengambil lengan Hun Fan yang terpotong lalu memotong rantai yang mengikat lengan itu.
"Ini terlihat sangat lezat," Wang Wu langsung menekan lengan Hun Fan tepat didepan orangnya.
Hun Fan sangat marah, ingin sekali dia membunuh iblis didepannya, terlebih melihat Wang Wu memakan lengannya membuat emosinya semakin besar.
Wang Wu terus memakan lengan Hun Fan, bahkan sampai tulang-tulangnya pun di makan, tidak ada yang dia sisakan, bahkan darah Wang Wu yang berada di tangannya pun dia jilat sampai habis seolah itu adalah saos.
"Kau iblis sialan! Saat para saudara ku datang ke Benua ini, kalian akan langsung dibinasakan!"
"Oh begitulah? Kalian seharusnya sadar diri sebagai manusia yang lemah tidak seharusnya terlalu berlagak. Entah dari benua mana kau berasal cepat atau lambat kami akan menemukannya dan menjadikan manusia di sana sebagai santapan kami!" Wang Wu tersenyum merendahkan, "manusia, daging mu sangat enak, aku jadi ingin mencobanya sekali lagi. Kira-kira bagian mana yang harus ku potong?"
Wang Wu mengarahkan mata tombaknya pada lengan kanan Hun Fan.
__ADS_1
"Apakah aku harus memotong lengan mu lagi? Atau..." Wang Wu mengarahkan tombaknya pada paha Hun Fan, "kedua kaki mu ini?"
Wang Wu kembali menjilat bibirnya, "biasanya aku hanya mendapatkan manusia yang berada ditingkat Nirwana sampai tingkat Mahayana, sama sekali tidak pernah memakan manusia yang berada ditingkat Half Immortal karena mereka menjadi bagian dari para atasan ku! Ini pertama kalinya aku memakan daging manusia ditingkat Half Immortal, jadi selagi ini merupakan kesempatan, aku tidak akan menyia-nyiakannya!..
Lengan mu yang satunya meskipun berisi tapi masih terlalu sedikit, aku rasa paha mu akan terasa lebih nikmat! Itu akan membuat mu terlihat bagus untuk kehilangan satu lengan dan satu kaki mu!"
Tanpa ragu Wang Wu langsung menebas paha Hun Fan hingga terpotong.
"Aaarrrggghhh!!"
Wang Wu mengambil paha Hun Fan lalu memakannya sampai habis. Wajahnya terlihat puas setelah memakannya.
"Baiklah manusia, aku sudah cukup puas makan, mari kita lanjutkan siksaannya sampai kau menjawab pertanyaan ku! Yah.. walaupun kau tidak menjawab dan memilih disiksa sampai mati pun itu cukup bagus karena aku bisa memakan semua daging mu, kekekek!" Wang Wu semakin bernaf*su melihat Hun Fan, ekspresinya seolah pria yang melihat wanita yang telanjang.
***
Di sisi lain, pasukan yang Shin bawa baru saja keluar dari robekan ruang dan tiba di tempat Shin berada.
"Sesuai perintah yang aku berikan pada kalian sebelumnya, masing-masing dari kalian sudah ku berikan Token Teleportasi, setiap satu dari kalian berusahalah untuk menyelamatkan setidaknya 10 orang sampai maksimal 100 orang kemudian kalian bisa langsung berteleportasi ke Benua Langit!" Shin memberikan perintah pada 10 ribu assassin yang dia bawa.
Kini disana yang tersisa hanya Shin, Lan Ma, Bing Qiaoyu dan teman-teman Shin lainnya.
"Aku dan Saudara Lan Ma akan pergi mencari keberadaan Saudara Hun Fan, sementara kalian lakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai Benua Biru, jika bisa maka selamatkan orang sebanyak mungkin!"
Shin sudah memberikan masing-masing 10 Token Teleportasi untuk teman-temannya, agar mereka bisa menyelamatkan lebih banyak orang-orang Benua Biru yang diperbudak oleh para iblis.
"Baiklah, kita bergerak sekarang!"
Teman-teman Shin langsung bergerak, hanya Bing Qiaoyu yang masih tetap diam.
"Hati-hati Shin gege!"
__ADS_1
Shin mengangguk, "tentu saja, kau juga harus berhati-hati!"
Bing Qiaoyu memeluk Shin sejenak lalu langsung pergi menjalankan perintah Shin.
Shin dan Lan Ma juga langsung bergegas ke kota yang terakhir kali mereka awasi, karena Lan Ma menduga kota itu akan menjadi tempat Hun Fan di tahan.
Saat memasuki Benua Biru, Shin langsung bisa merasakan aura iblis memenuhi udara.
"Iblis benar-benar sudah mendominasi Benua Biru ini, aura mereka berada dimana-mana," Shin merasa muak dengan aura iblis yang dia rasakan, "Saudara Lan Ma, apakah masih jauh?"
"Sebentar lagi kita akan sampai."
Shin dan Lan Ma saat ini melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, mereka tidak terbang karena itu malah akan membuat para iblis lebih mudah melihat keberadaan mereka.
Saat mereka berdua sudah bisa melihat gerbang kota, mereka langsung berhenti di sebuah dahan pohon.
"Aku sebenarnya enggan melakukan ini, tapi mau tidak mau harus melakukannya," Shin melakukan segel tangan beberapa kali.
Formasi Perubah Bentuk!
Lingkaran formasi muncul di bawah kaki dan atas kepala Shin dan Lan Ma, dalam beberapa saat penampilan mereka berdua langsung berubah menjadi seperti iblis dengan dua tanduk dan sepasang sayap.
Lan Ma melihat kedua tangannya yang kini memiliki cakar panjang, "meskipun hanya merubah penampilan, tapi aura kita masih tidak berubah."
"Aku tau," Shin kembali melakukan segel tangan.
Aura iblis yang berada dalam radius ratusan meter dari mereka seketika terkumpul ke telapak tangan Shin, membentuk dua gumpalan aura.
Shin mengarahkan satu gumpalan aura kearah Lan Ma, membuatnya kini memiliki aura iblis, begitu juga dengan Shin.
Shin dan Lan Ma pun terbang menuju kota.
__ADS_1
Kota itu tidak memiliki peraturan seperti kota manusia pada umumnya, pintu gerbang hanya menjadi hiasan, para iblis bisa masuk lewat jalur manapun, entah apakah mereka akan berjalan ataupun terbang, sama sekali tidak ada larangan.
Jadi Shin dan Lan Ma bisa langsung terbang memasuki kota, tanpa harus melaporkan identitas atau semacamnya terlebih dahulu.