
Qin Feng hanya melayang di tempat semula, menyilangkan lengan di depan dada, dengan wajah datar melihat bagaimana Xiang Yi An akan dimakan oleh Kraken.
Sesaat sebelum Xiang Yi An benar-benar dilahap oleh Kraken, Qin Feng melakukan segel tangan.
Tiba-tiba Xiang Yi An muncul di sampingnya. Dia langsung menggenggam tangan gadis itu lalu membawanya terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat Kraken berada.
Xiang Yi An linglung, apa yang baru saja terjadi dia sama sekali tidak paham.
Dia sebelumnya sudah memejamkan mata, pasrah jika dia benar-benar dimakan oleh Kraken.
Namun setelah beberapa saat dia tidak merasakan apa-apa, malah dia merasa tangannya digenggam dan ditarik terbang dengan kecepatan tinggi.
Saat Xiang Yi An membuka mata, dia melihat ternyata Qin Feng telah membawanya terbang.
Dia terdiam karena ling-lung, tidak tau apa yang terjadi hingga dia berada dalam situasi ini.
"Lepaskan tangan ku!"
Saat Xing Yi An tersadar dari lamunannya, dia langsung menarik tangannya dari Qin Feng.
Qin Feng berhenti lalu melepaskan tangannya.
"Sudah ku bilang aku tidak butuh bantuan mu!" Xiang Yi An berkata dengan nada tinggi.
Kenapa aku malah berkata seperti ini? Xiang Yi An tidak memahami dirinya sendiri, entah kenapa dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat berhadapan dengan pemuda didepannya.
"Kau masih berkata seperti itu setelah kau hampir saja dimakan oleh monster laut itu!" Qin Feng tau gadis didepannya memiliki watak yang menurutnya aneh, namun dia tidak menyangka akan separah ini.
Dia mulai kehilangan kesabaran menghadapi tingkahnya.
"Aku masih belum menggunakan seluruh kekuatan ku! Aku akan kembali menghadapi monster laut itu dan akan ku perlihatkan jika aku mempu mengalahkannya!"
*PLAK!
Sebelum Xiang Yi An berbalik, Qin Feng menamparnya dengan keras sampai terlihat pipinya memerah.
Xiang Yi An sangat terkejut, secara refleks dia memegang pipinya yang ditampar.
__ADS_1
"Aku tidak tau kau ini bodoh atau memang terlalu kekanak-kanakan, tapi kau harus ingat sekarang kita sedang menjalankan misi! Banyak nyawa manusia yang dipertaruhkan dalam misi ini namun kau malah mengutamakan keegoisan mu dan watak mu yang keras kepala itu hanya akan memperburuk masalah!..
Tapi jika kau memang ingin mati maka pergi saja, dengan begitu maka beban yang ku bawa akan langsung hilang!" Qin Feng berkata dengan datar lalu terbang pergi begitu saja, meninggalkan Xiang Yi An yang terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
"Aku..." Xiang Yi An menunduk, kata-kata Qin Feng benar-benar masuk kedalam hatinya, dia mulai merenung.
Xiang Yi An tidak pernah di tampar sebelumnya, ini pertama kalinya dia di tampar.
Entah kenapa air matanya mulai mengalir keluar, sakit di pipinya memang tidak seberapa, namun entah kenapa Xiang Yi An merasakan rasa yang lebih sakit di hatinya.
"Apakah dia menganggap ku hanya menjadi beban?" Xiang Yi An berpikir dia memang salah selama ini, dia terlalu mementingkan egonya, "mungkin aku memang harus minta maaf padanya."
Gadis itu pun terbang mengejar Qin Feng.
Setelah beberapa menit, dia akhirnya bisa mengejar Qin Feng. Xing Yi An tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana, dia melihat Qin Feng yang seolah enggan menatap wajahnya.
"Hei, aku.."
"Nama ku bukan Hei," Qin Feng berkata tanpa menoleh kearahnya.
Xiang Yi An terdiam, jika dipikir-pikir dia sama sekali tidak pernah memanggil Qin Feng dengan namanya.
"Ugh, kenapa dia tiba-tiba terlihat seperti kucing jinak?" Qin Feng bergumam dalam hati.
"A-aku mengaku salah.. aku minta maaf, apakah kau bisa memaafkan ku?" Xiang Yi An berkata dengan penuh harap.
"Jika kau bisa mengubah sikap mu dan tidak mengulanginya lagi, aku pasti akan memaafkan mu."
"Tentu saja, aku akan berusaha berubah."
Tanpa sadar, secara tidak langsung Xiang Yi An mengatakan jika dia akan berusaha berubah demi Qin Feng.
"Aku juga minta maaf karena tadi menampar mu, mungkin itu terlalu berlebihan untuk mu."
Xiang Yi An menggeleng pelan, "tidak usah dipikirkan, itu memang karena kesalahan ku. Justru aku harus berterima kasih karena hal itu membuat ku sadar akan kesalahan ku."
Qin Feng tersenyum tipis, "oh, apakah itu artinya tamparan ku sangat manjur? Jika kau berbuat salah nanti sepertinya aku harus memberikan tamparan tambahan untuk mu."
__ADS_1
"Huh, jangan harap aku akan membiarkan mu menampar ku lagi. Jika kau berani melakukannya, aku pasti akan membalas 100 kali lipat!"
Kini Qin Feng dan Xiang Yi An mulai mengakrabkan diri, suasana tidak lagi seperti sebelumnya yang sangat canggung.
"Bagus jika sekarang kau sudah sadar. Dengan kultivasi mu saat ini, paling tidak usia mu seharusnya sekitar 100 tahun, sangat tidak cocok jika terus bersikap kekanak-kanakan. Jika kau bukan kultivator, kau sekarang pasti sudah menikah dan punya anak, bahkan mungkin sudah punya cucu."
Mendengar perkataan Qin Feng membuat Xiang Yi An membayangkan dirinya menikah dan punya anak.
Wajahnya tiba-tiba memerah karena dalam bayangannya, yang menjadi suaminya adalah Qin Feng.
"Apa yang aku pikirkan, tidak mungkin aku menjadi istrinya!" Pikir Xiang Yi An sambil menggeleng cepat, berusaha menghilangkan imajinasi anehnya.
"Tapi..." Xiang Yi An menatap wajah Qin Feng, entah kenapa dia berharap imajinasinya tadi menjadi kenyataan.
"Apakah ada sesuatu di wajah ku?" Qin Feng menyadari gadis itu melihatnya dengan tatapan aneh.
"T-tidak ada," Xiang Yi An langsung memalingkan wajahnya.
"Lalu kenapa tadi kau menatap ku seolah ada yang aneh di wajah ku?"
"Hanya perasaan mu saja!"
Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan, terbang diatas lautan biru yang luas.
"Qin Feng, apakah kau memiliki tujuan hingga menjadi kultivator?" Tanya Xiang Yi An.
"Tentu saja, aku menjadi kultivator untuk terus bertambah kuat hingga bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi," Qin Feng tiba-tiba teringat dengan kakaknya yang beberapa minggu lalu tersedot kedalam distorsi ruang.
Dia bertekad untuk pergi ke Alam Surgawi dan mencari keberadaan kakaknya.
"Kau sendiri? Apa tujuan mu menjadi kultivator?"
"Aku ingin menjadi kuat hingga bisa mendapatkan kebebasan, pergi kemana pun yang aku inginkan tanpa terikat dengan aturan-aturan sekte yang memuakkan."
"Jadi karena itu gadis ini suka bertindak sembrono dan semaunya, dia ternyata tidak suka diatur," pikir Qin Feng.
"Memang, untuk mendapatkan kebebasan, kita harus bisa berdiri di puncak tertinggi, tapi untuk mencapai puncak tertinggi pastinya tidak akan semudah yang dibayangkan."
__ADS_1
Mereka terus melakukan obrolan ringan, hingga akhirnya mereka bisa melihat sebuah daratan dari kejauhan.
\=\=\=\=\=