
Xu Huang bernafas lega karena mampu menahan ledakan tubuh Wang Xi dengan sempurna.
Terlambat sedikit saja tadi maka Benua Merah akan langsung rata akibat ledakan.
“Tidak ku sangka iblis itu akan berani berbuat sampai seperti itu,” Xu Huang melihat kearah pertarungan lainnya.
Diantara 5 Monster Tua, dirinya merupakan yang pertama membunuh lawannya, sedangkan yang lain masih sibuk.
Sesaat kemudian Xu Huang merasakan sesuatu mengalir melalui hidungnya. Ia menyentuh hidungnya dengan jari tangan kanan lalu melihatnya.
Ternyata yang mengalir dari hidungnya adalah darah.
“Hahaha, meskipun iblis itu sudah tewas tapi ini bisa dibilang sebagai kekalahan ku,” Xu Huang sebelumnya mengatakan jika iblis itu mampu membuatnya berdarah maka iblis itulah yang memang.
Xu Huang memang tidak mendapatkan luka selama pertarungan, namun saat Wang Xi meledakkan diri, dia begitu terburu-buru membuat pertahanan hingga memaksakan dirinya, membuat hidungnya mengeluarkan darah.
Xu Huang kemudian melihat kearah tertentu dengan mata menyipit. Ia melihat para iblis yang sepertinya sudah mengetahui tidak akan bisa menang, memilih melarikan diri.
“Tidak akan ku biarkan satupun dari kalian selamat!” Xu Huang langsung melesat cepat dengan tubuh yang masih diselimuti petir.
Satu hal yang tidak terduga adalah kedatangan tiba-tiba para Spirit Beast yang berjumlah puluhan ribu.
Awalnya pasukan Benua Langit berpikir kalau itu adalah bantuan para iblis bahkan Xu Lingling sudah melesat kearah mereka.
Namun setelah salah satu dari pemimpin Klan Spirit Beast itu menjelaskan kalau mereka adalah Spirit Beast bawahan Xiang Yang dari Benua Chenwu yang ditugaskan menghabisi para Iblis Benua Merah, kerja sama langsung terjalin antara kedua pihak.
Para iblis yang sebelumnya sudah tertekan kini semakin tertekan.
Jumlah iblis berkurang semakin cepat seiring waktu, tidak ada jalan untuk mereka melarikan diri karena Xu Huang dan belasan Spirit Beast tingkat Half Immortal sudah menutup jalan kabur.
Para Jenderal Iblis juga sudah habis terbunuh hingga para Moster Tua bisa membantu pertarungan lainnya.
Perang terus berlanjut hingga sore hari dan akhirnya perang berakhir dengan kemenangan Kultivator Benua Chenwu dan para Spirit Beast.
“Para Spirit Beast ini sangat kuat, Benua Chenwu memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan,” Xu Lingling bergumam dalam hati.
Meskipun dia mengakui para Spirit Beast itu kuat, namun dia yakin dapat mengalahkan mereka semua seorang diri.
Itu tidak luput dari tubuh ilahi Dewi Perang yang dia miliki. Jika bukan karena tubuh ilahinya, Xu Lingling tidak memiliki keyakinan mengalahkan puluhan ribu Spirit Beast tersebut.
“Nyonya Xu Lingling, karena urusan di Benua Merah sudah selesai, maka kami akan pamit untuk diri.”
“Tentu saja, terima kasih atas kerja samanya.”
__ADS_1
Para Spirit Beast masih dalam bentuk sejati mereka. Mereka menunduk lalu melesat pergi kembali ke Benua Chenwu.
“Kalau begitu pulihkan dulu kondisi kalian yang terluka hingga setidaknya bisa berjalan, lalu kita akan kembali!” ucap Xu Huang.
***
Sekembalinya ke Benua Langit, semua pasukan Shin langsung menuju kediaman masing-masing untuk memulihkan diri.
Masalah hadiah, Shin akan memberi mereka nanti.
Yu Qing sendiri Shin perintahkan untuk menemui para Kultivator Benua Biru yang ada di sini, menjelaskan pada mereka semua situasi dan apa saja pengetahuan umum di Benua Langit sebelum segel di tubuh mereka dilepaskan.
Yu Qing tidak banyak tanya dan langsung menjalankan perintah Shin.
Sementara Shin sendiri kembali ke Dimensi Shin bersama Bing Qiaoyu. Ia juga menggunakan transmisi suara untuk memanggil para istrinya datang.
Shin sebelumnya sudah memerintahkan belasan tukang untuk membangun kembali kediamannya yang sudah hancur akibat distorsi ruang.
Sekarang kediaman Shin sudah jadi kembali seperti sedia kala seolah tidak ada yang berubah.
Berhubung Xu Lingling masih berada di Benua Merah, Shin kini hanya bersama 3 istrinya yaitu Bing Qiaoyu, Su Xianlin dan Bai Lian.
Shin merasa ada yang kurang di rumah ini, tentu saja tidak hanya dia yang merasakannya melainkan ketiga istrinya juga.
Biasanya kediaman Shin akan selalu terasa ramai oleh kehadiran semua istrinya, namun kini terasa kurang.
“Shin gege tenang saja, semua Saudari kami kuat, mereka pasti bisa menjaga diri di Alam Surgawi,” Bai Lian memeluk Shin dari belakang, berusaha menenangkan suaminya.
“Benar, apa lagi Saudari Xun dan Saudari Yue, mereka pasti bisa saling menjaga satu sama lain.”
“Shin gege tidak usah sedih, kami akan selalu menemani mu.”
Bing Qiaoyu dan Bai Lian juga memeluk Shin dengan lembut.
Shin tersenyum lembut. Dia tau kalau para istrinya juga mengkhawatirkan Qin Zhiyun dan yang lainnya, namun mereka masih berusaha membuatnya tenang.
Inilah yang membuat Shin sangat mencintai para istrinya. Apapun yang terjadi, mereka akan berusaha membuat dirinya merasa lebih baik, selalu mendukungnya apapun yang akan dia lakukan, tentu saja pengecualian untuk menambah istri lagi.
Sesaat kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Shin tau siapa itu karena hanya ada satu orang yang akan mengetuk pintu rumahnya.
Jika itu Xu Lingling atau istrinya yang lain maka mereka akan langsung masuk. Jika itu bukan para istrinya maka tidak akan ada yang bisa memasuki Dimensi Shin tanpa seijin darinya, kecuali satu orang.
__ADS_1
“Biar aku yang membuka pintu,” Bai Lian berdiri lalu berjalan membuka pintu.
Pintu dibuka dan terlihatlah sosok wanita cantik berdiri dengan senyum sederhana. Wanita itu memiliki kecantikan yang tidak kalah dengan Bing Qiaoyu, terlebih rambut dan matanya yang berwarna ungu cerah memberikan daya tarik tersendiri.
Dia tidak lain adalah Qian Xue, sang gadis pemilik tubuh ilahi Kabut Ungu.
Bai Lian menaikkan alisnya saat merasakan aura yang berbeda dari Qian Xue.
“Selamat karena telah menerobos ketingkat Immortal tahap awal saudari Xue.”
Satu tahun lalu Qian Xue pergi ke pengasingan untuk melakukan kultivasi tertutup, berusaha menerobos ketingkat Immortal tahap awal.
Terobosannya berhasil dan kini dia lari untuk meminta saran dari para sahabatnya.
“Terima kasih. Tapi meskipun aku sudah menerobos, aku masih tidak akan bisa menandingi mu ataupun saudari Zhiyun.”
Mendengar nama Qin Zhiyun, Bai Lian menunjukkan raut wajah sedih sejenak namun cepat menghilang hingga Qian Xue tidak menyadarinya.
Qian Xue adalah sahabat baiknya dan juga para saudarinya yang lain, Bai Lian harus memberitahu Qian Xue apa yang terjadi beberapa waktu ini.
Bai Lian yakin Qian Xue tidak mengetahui apa-apa mengenai kejadian besar baru-baru ini karena baru keluar dari kultivasi tertutup.
“Kalau begitu silakan masuk saudari Xue, tidak baik berbicara diluar!”
“Baiklah, maaf mengganggu.”
Bai Lian pun membimbing Qian Xue memasuki rumah.
Di ruang keluarga, Bing Qiaoyu dan Su Xianlin langsung menyambut Qian Xue dengan senyum lebar.
Mereka sama-sama mengucapkan selamat padanya.
Sementara itu, Shin masih duduk di tempatnya, sama sekali tidak menoleh kearah Qian Xue ataupun mengatakan sesuatu. Ia hanya memasang wajah datar sambil meminum tehnya, seolah Qian Xue tidak ada.
“Shin..” Qian Xue ragu untuk menyapa.
Dia sadar Shin masih membencinya karena beberapa masalah dahulu. Qian Xue menunduk sejenak sebelum memasang ekspresi teguh lalu melangkah mendekati Shin.
“Shin, kapan kau akan menikahi ku?”
“Pfffttt...!”
Air teh langsung menyembur keluar dari mulut Shin, dia sama sekali tidak mengekspektasikan akan pertanyaan tersebut.
__ADS_1
Terlebih pertanyaan itu tanpa ragu langsung didepan dirinya dan ketiga istrinya.