Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.23 - Hutan Para Naga


__ADS_3

Shin saat ini terbang melayang diatas Ibu Kota kerajaan manusia, dia dengan jelas melihat Chu Yan yang mulai dikejar-kejar oleh para wanita berotot.


Awalnya Shin ingin mengerjai Chu Yan dan ingin menikmati pemandangan Chu Yan yang dikejar-kejar para wanita berotot.


Namun melihat sahabatnya itu sekarang, mau tidak mau Shin merasa kasian melihatnya.


Shin dulu pernah merasakannya, dikejar-kejar oleh ratusan wanita berotot.


"Maafkan aku Saudara Chu Yan," Shin tersenyum lebar, "aku masih ingin menikmati penderitaan mu."


Sementara itu, Chu Yan sekarang masih dikejar-kejar oleh para wanita berotot.


"TIDAK.. MENJAUH DARI KU...!" Chu Yan masih berlari terbirit-birit dikejar oleh para wanita berotot.


"Pria tampan, tenang saja, kakak cantik tidak akan bersikap kasar!"


"Kemarilah pria tampan! Kakak cantik akan menjaga mu sepanjang malam!"


"Kakak cantik akan melakukan apapun untuk mu jika mau menemani ku malam ini!"


Para wanita berotot masih gencar mengejar Chu Yan.


"MAAF AKU MENOLAK!" Chu Yan benar-benar ketakutan saat ini.


Padahal dia adalah salah satu kultivator terkuat di Benua Langit, dapat menghancurkan daratan ini dalam sekali serangan.


Namun untuk menghadapi makhluk mengerikan itu, Chu Yan jadi melupakan kekuatannya dan hanya berpikir untuk berlari sejauh mungkin.


"Jadi ini yang Saudara Shin maksud dengan dunia terkutuk! Ini benar-benar dunia terkutuk! Tidak seharusnya dunia seperti ini ada di alam semesta ini!" Berpikir lagi, Chu Yan pun menyadari jika Shin memang sengaja membuatnya berada dalam situasi ini.


Kenapa Shin tidak memberitahukan padanya tentang para wanita berotot ini? Dia pasti sengaja.


"BAHKAN JIKA AKU DIBAYAR! AKU TIDAK INGIN MELIHAT KALIAN PARA MAKHLUK TERKUTUK LAGI!" Chu Yan berlari semakin kencang, namun disaat yang sama, para wanita berotot juga berlari lebih kencang.


"Wen'er, aku tidak akan pernah lagi berhubungan dengan wanita lain! Kau adalah istri ku satu-satunya, aku tidak akan pernah melirik wanita lain atau menggoda wanita lain dibelakang mu," Chu Yan juga sadar ini terjadi karena dia yang gelap mata ingin bermain-main dengan para wanita lain dibelakang istrinya.


Chu Yan kapok, dia tidak akan pernah lagi berencana untuk selingkuh.


"SAUDARA SHIN KAU SANGAT TEGA! JIKA AKU BERHASIL DITANGKAP! AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGANGGAP MU SEBAGAI SAUDARA LAGI!"


Chu Yan terus berlari tak tentu arah, memasuki gang-gang kecil sampai jalan besar, berlari secara acak entah kemana asalkan dia bisa menjauh dari para makhluk terkutuk itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Chu Yan menemukan jalan buntu dimana tembok besar dan tinggi yang merupakan pembatas area Ibu Kota kerajaan.


"Sial!" Chu Yan berbalik melihat para wanita berotot yang sudah mengepungnya dari segala sisi.


"Pria tampan, kau sudah tidak bisa kemana-mana!"


"Pria tampan, kau sebaiknya menyerah!"


"Sini main sama kakak cantik!"


Para wanita berotot mulai berjalan maju.


"T-tunggu, kita bisa bicarakan ini baik-baik," kaki Chu Yan gemetar, dia bahkan merasa tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat ini.


Para wanita berotot menjilat bibir mereka lalu berlari menerjang kearah Chu Yan.


"TIDAAAK...!"


Chu Yan berteriak sambil menutup mata, namun setelah beberapa saat berlalu dia tidak merasakan ada yang menyentuhnya.


Chu Yan perlahan membuka mata, melihat tidak ada lagi wanita berotot, dia membuka mata sepenuhnya lalu melihat ke kanan dan ke kiri.


Chu Yan menjatuhkan tubuhnya dengan nafas lega, dia tidak tau apa yang terjadi tapi dia lega tidak lagi melihat para makhluk mengerikan itu.


Chu Yan mendongak keatas, melihat Shin duduk santai diatas dahan pohon dengan senyum lebar.


"Kau..." Chu Yan berdiri lalu menunjuk Shin dengan ekspresi marah, "kenapa kau tidak memberitahu pada ku kalau daratan ini dipenuhi makhluk mengerikan itu?! Apa kau senang melihat saudara mu tersiksa?!"


"Bukankah kau yang memintanya? Bahkan kau sebelumnya sangat bersemangat ingin bertemu dengan mereka!"


"Huh! Baiklah aku mengaku salah!" Chu Yan ingin sekali menghancurkan daratan ini, "kalau begitu sebaiknya kita pergi tinggalkan daratan ini, biarkan saja tempat ini dihancurkan oleh para iblis!"


"Hei, bagaimana pun mereka juga manusia!"


"Jangan mengatakan itu! Mereka sudah jelas bukan manusia! Mereka adalah makhluk terkutuk! Apa kau benar-benar ingin makhluk terkutuk itu tetap ada di dunia ini?! Jangan bercanda! Mereka bahkan lebih menyeramkan dari para iblis!" Chu Yan berteriak keras.


Chu Yan masih merinding setiap kali mengingat para wanita berotot.


"Saudara Shin, jika kau memang ingin menjaga daratan ini tetap ada maka aku serahkan semua urusan disini pada mu, lagi pula kau pernah tinggal disini selama 6 tahun kan? Jadi lebih baik aku pergi untuk mencari daratan dunia mortal lainnya!"


Tanpa mendengarkan jawaban Shin, Chu Yan langsung melesat pergi.

__ADS_1


Shin juga tidak menghentikannya.


"Meskipun 100 tahun telah berlalu, aku yakin penduduk daratan ini masih mengingat tentang ku," sebagai seorang yang menjadi pahlawan penyelamat daratan ini dari Raja Iblis, tentu Shin akan masih dikenang sampai saat ini.


"Yah, aku juga tidak ingin bertemu dengan orang-orang kerajaan di daratan ini lagi, akan merepotkan berurusan dengan mereka, jadi sebaiknya aku mengirimkan mereka surat, aku yakin mereka masih mengetahui gaya tulisan ku!" Shin mengeluarkan sebuah gulungan dan kuas lalu menulis pesannya.


Setelah suratnya selesai, Shin membuat seekor burung elang dari elemen angin untuk membawa gulungannya.


"Pergi!"


Burung elang angin itu pun pergi sambil membawa gulungan di kakinya.


"Baiklah, sekarang waktunya pergi menuju Hutan Para Naga!"


Memang di daratan ini terdapat ras naga. Dahulu saat para iblis menginvasi daratan ini, para naga tidak keluar dari habitat mereka karena tidak peduli dengan dunia luar.


Ras Naga memang sangat tertutup, asalkan tidak mengganggu mereka maka mereka tidak akan melakukan apa-apa.


Ras Naga dikenal sangat perkasa, Shin tidak pernah pergi ke Hutan Para Naga sebelumnya.


Namun bukan berarti Shin tidak pernah melihat ras Naga. Dahulu dia pernah memiliki teman seekor naga yang dia beri nama Drago.


Namun Drago tewas dalam pertarungan saat setelah Shin 1 tahun berada di dunia kultivator.


Sekarang Shin yakin dapat menaklukkan para Naga dengan kekuatannya.


Shin langsung melesat menuju Hutan Para Naga.


Hanya membutuhkan 1 menit saja sampai Shin tiba disana.


Shin mengerutkan keningnya saat melayang diatas Hutan Para Naga, dia sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran atau aura naga di hutan tersebut.


"Apakah mungkin.." Shin menyebarkan indera spiritualnya, seketika dia tersenyum tipis, "ternyata begitu, selama ini mereka tinggal di sebuah dimensi kecil, pantas saja mereka jarang terlihat!"


Shin mengepalkan tangannya yang diselimuti energi ruang.


*BAMMM!


Shin memukul udara didepannya.


*KRAK! KRAK!

__ADS_1


*PYAR!


Ruang menjadi retak kemudian remuk, memperlihatkan sebuah hutan besar di balik pecahan ruang.


__ADS_2