
Sejauh ini, baru 6 Dunia Mortal yang ditemukan. Duni tempat Shin dan Xiang Yang berada yang dinamakan Dunia Wu dan Dunia Xin. Dunia tempat daratan terkutuk bernama Dunia Light. Dunia tempat Benua Stary bernama Dunia Green Light. Dunia Bumi serta Dunia 3 Warna yang merupakan tempat Benua Biru, Benua Kuning dan Benua Merah.
Terdapat 12 Dunia Mortal yang menyatu, artinya masih ada 6 Dunia Mortal yang belum ditemukan.
Sejauh ini, pihak Benua Chenwu dan Benua Langit sudah mengirim kultivator untuk menelusuri lautan lepas namun masih belum menemukan keberadaan Dunia Mortal lainnya.
Entah bagaimana kondisi Dunia Mortal lainnya, apakah disana sudah didominasi oleh iblis? Atau bagaimana kekuatan tempur Dunia Mortal lain? Apakah lebih kuat daripada kekuatan tempur Benua Langit ataupun Benua Chenwu?
Tidak ada yang mengetahuinya, karena itulah semua benua saat ini berada dalam kondisi siaga.
***
Di sebuah area khusus di Sekte Pedang Ilahi.
Area itu sangat luas dimana terdapat 3 gunung tinggi pada 3 titik yang berbeda, membentuk formasi segitiga sama kaki.
Pada area gunung itu mengandung energi alam yang jauh lebih melimpah dari tempat pada umumnya di Sekte Pedang Ilahi.
Itu menunjukkan jika area itu adalah area khusus untuk berkultivasi. Terlihat jelas di masing-masing puncak gunung mengeluarkan gelombang aura yang mendalam.
Di salah satu gunung, tepat di tengah-tengah gunung itu terdapat sebuah area lapang berbentuk lingkaran yang memiliki susunan formasi.
Terlihat ditengah-tengah lingkaran tersebut, seorang pria paruh baya dengan aura kuat menyelimuti tubuhnya, sedang duduk bersila dengan mata terpejam.
Sesaat kemudian dia membuka mata, melambaikan tangan mengeluarkan sebuah token.
Itu adalah Token Komunikasi. Pria paruh baya itu merasakan token itu aktif, karena itulah dia menghentikan kultivasinya.
Saat dia mengaktifkan Token Komunikasi, terdengar suara keluar dari token tersebut.
__ADS_1
"Tetua Xu Huang, maaf mengganggu, saya ingin menyampaikan pesan dari Saudara Shin."
"Oh, bocah itu sudah 20 tahun lebih tidak mengunjungi ku, aku kira dia sudah lupa dengan ku," Xu Huang tersenyum tipis, "katakan, apa yang ingin disampaikan Shin?"
Meskipun selama puluhan tahun hanya menghabiskan waktu di gunung ini, Xu Huang masih terus mendapatkan informasi mengenai dunia luar, termasuk apa yang terjadi baru-baru ini.
Chu Yan pun menyampaikan bahwa Xu Huang diminta untuk memimpin pasukan menuju Benua Merah, menyelamatkan benua tersebut dari para iblis.
Tidak lupa dia menyampaikan mengenai misi yang baru-baru ini dia selesaikan di Benua Biru.
"Jadi begitu," Xu Huang mengelus janggut panjangnya, "kalau begitu tunggu beberapa hari lagi sampai segel di tubuh para kultivator Benua Biru itu terbuka, mereka pasti memiliki dendam yang besar pada para iblis, ini akan menjadi kesempatan bagi mereka melampiaskan dendam!"
"Selain Tetua Xu Heng, Tetua Xu Xuan, saya juga sudah menghubungi Tetua Bing Zheng dan Tetua Su Huangli, mereka bilang akan bergegas setelah menyiapkan pasukan."
Token Komunikasi pun ditutup.
Xu Huang berdiri lalu melakukan sedikit peregangan.
***
Raja Iblis Yang Mo tidak ada di Benua Biru karena sedang melakukan pertemuan dengan Raja Iblis lainnya di Benua Kuning.
Yang Mo membawa 10 bawahan terkuatnya yang berada ditingkat Half Immortal tahap akhir, hanya satu yang berada ditingkat Immortal, itupun baru menerobos beberapa bulan lalu.
Yang Mo berniat menyombongkan kekuatannya pada Raja Iblis lain agar mereka tidak berani macam-macam padanya.
Raja Iblis dari Benua Merah yang bernama Ren Wang juga ikut dalam pertemuan.
Raja Iblis Mo Qian dari Benua Kuning menjadi tuan rumah dalam pertemuan. Mereka akan membahas mengenai kejadian baru-baru ini dan beberapa benua lain yang telah mereka temukan.
__ADS_1
Mereka sampai saat ini masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai Dunia Mortal lainnya.
Mereka sudah mengirim ribuan pasukan ke masing-masing benua lain untuk melihat bagaimana kekuatan dari benua itu.
Namun semua pasukan yang mereka kirim sama sekali tidak ada yang kembali ataupun memberikan kabar pasti.
Mereka memperkirakan jika ribuan pasukan itu telah terbantai habis tanpa sisa.
Itu sudah menunjukkan jika kekuatan beberapa menua yang mereka temui baru-baru ini tidak bisa diremehkan.
"Manusia memang lemah tapi tetap kita tidak bisa bertindak gegabah karena mereka tidak bodoh. Aku rasa lebih baik kita melakukan serangan yang sedikit lebih besar dan kita akan turun langsung untuk melihat seberapa kuat sebenarnya beberapa dunia itu," Raja Iblis Mo Qian menyampaikan rencananya.
"Kita akan turun langsung kah, tapi aku rasa rencana itu tidak buruk, aku sudah lama tidak bertarung, jika disana ada manusia yang lumayan kuat, aku ingin bertarung dengannya," balas Raja Iblis Ren Wang.
"Karena ini hanya penyerangan percobaan, kalian tidak perlu mengeluarkan pasukan, cukup aku saja yang akan membawa 50 ribu pasukan, tapi kalian harus ikut!" Lanjut Raja Iblis Mo Qian.
"Oh, jika itu memang yang kau inginkan maka aku tidak akan menolak," ucap Raja Iblis Ren Wang.
Raja Iblis Mo Qian dan Raja Iblis Ren Wang pun menoleh kearah Raja Iblis Yang Mo yang dari tadi masih belum mengeluarkan tanggapan.
"Yang Mo, kau terlihat gelisah, apa sebenarnya yang kau pikirkan? Tidak seperti diri mu yang selalu bersikap sombong."
Mo Qian dan Ren Wang bingung melihat sikap aneh Yang Mo, padahal biasanya dia yang paling banyak bicara.
"Aku tidak tau kenapa tapi entah kenapa perasaan ku jadi tidak enak," hati Yang Mo benar-benar merasa tidak tenang, "mungkin sesuatu telah terjadi di Benua Biru, setelah pertemuan ini selesai, aku akan langsung kembali ke Benua Biru agar perasaan ku bisa tenang."
"Memangnya apa yang bisa membahayakan Benua Biru? Para manusia itu tidak mungkin melakukan serangan secepat ini, lagi pula jika para manusia melakukan serangan seharusnya pasukan mu disana akan langsung mengabari mu, dan meskipun Benua Biru benar-benar diserang tidak mungkin Benua Biru akan langsung kalah dengan adanya jutaan iblis disana," ucap Ren Wang.
"Kau benar, tapi aku tetap tidak bisa tenang sebelum melihatnya sendiri. Jadi kalian bisa pergi menyerang daratan tempat manusia itu berada tanpa ku, lagi pula dengan kalian berdua seharusnya bisa langsung meratakan Benua itu."
__ADS_1
Ren Wang dan Mo Qian saling memandang sebelum mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu kau bisa pergi dulu, kami akan langsung berangkat."