
"Apakah ada masalah, guru?" Xiang Yang bertanya lewat telepati.
"Guru sebenarnya kurang yakin, tapi sekarang guru sangat yakin."
"Apa maksud mu guru?"
"Yang'er, kau harus bisa merebut wanita bernama Bing Qiaoyu ini dari Shin!"
"Puufffttt...!" Xiang Yang menyemburkan teh di mulutnya karena terkejut, "uhuk uhuk!"
Shin dan Bing Qiaoyu juga terkejut melihat reaksi tiba-tiba Xiang Yang.
"Maaf Tuan Xiang, apakah teh yang aku buat tidak enak," Bing Qiaoyu menjadi sedih karena merasa gagal menjamu tamu dari suaminya.
"Saudara Xiang Yang, meskipun jika teh yang istri ku buat tidak sesuai selera mu, tidak seharusnya kau menyemburkannya seolah itu teh yang buruk bukan?"
Melihat ekspresi murung Bing Qiaoyu membuat Shin menatap tajam Xiang Yang.
Itu adalah teh terbaik di Benua Langit, Shin bahkan sangat menyukainya terlebih yang membuatnya adalah istrinya sendiri.
Namun Xiang Yang malah menyemburkannya seolah itu adalah teh sampah. Tentu itu membuatnya sedikit kesal.
"Ah.. bukan begitu Saudara Shin, Nyonya Bing, teh ini sangat enak bahkan lebih enak dari teh yang ada di Benua Chenwu, hanya saja tadi entah kenapa aku tiba-tiba mengingat sesuatu hal memalukan yang pernah ku alami, maafkan aku!" Xiang Yang benar-benar merasa tidak enak.
"Ini semua salah mu guru, apa maksud mu menyuruh melakukan hal seperti itu?! Setelah menyuruh ku membunuh Saudara Shin, sekarang guru meminta ku merebut istrinya? Itu pasti akan menyebabkan perang besar! Aku tidak ingin menyebabkan perang yang tidak perlu hanya karena seorang wanita!"
Xiang Yang berkata dengan tegas, ini pertama kalinya dia merasa kesal dengan gurunya sendiri.
"Haaah, kau hanya tidak mengetahuinya, Yang'er!"
"Baiklah kalau begitu guru harus menjelaskannya pada ku nanti!"
Shin menghela nafas, "baiklah Saudara Xiang Yang, sebaiknya kita mulai membahas kejadian baru-baru ini! Bagaimana menurut mu mengenai kekacauan ruang yang terjadi?"
Ekspresi Xiang Yang berubah serius, "kekacauan ruang dan getaran yang terjadi, aku pernah merasakan hal seperti sebelumnya. Namun itu terjadi saat sebuah dimensi kecil akan runtuh, tapi aku rasa kekacauan ruang yang terjadi bukan karena ada Dunia Mortal yang akan hancur."
"Saudara Xiang Yang, selama puluhan tahun aku sering pergi mengerami lautan untuk mencari benua atau peradaban lain, tapi hanya ada 2 benua yang aku temukan, yaitu Benua Langit dan satu lagi Benua Kegelapan!..
Aku sudah menjelajahi setiap sudut lautan tapi sama sekali tidak pernah menemukan atau mendengar tentang Benua Chenwu! Apakah kau tau apa artinya ini, Saudara Xiang Yang?"
__ADS_1
Xiang Yang berpikir sejenak sebelum menjawab, "kekacauan ruang yang terjadi tidak menunjukkan dimensi dunia akan runtuh, tapi.. penyatuan Dunia Mortal!"
"Benar, aku rasa kekacauan ruang terjadi karena ada Dunia Mortal yang menyatu. Tapi kita masih tidak mengetahui apakah hanya dunia kita saja yang menyatu, mungkin saja ada dunia lain yang menyatu dengan dunia kita, kita harus meningkatkan kewaspadaan, kita tidak mengetahui dunia lain seperti apa, jika mereka berniat menyerang dunia kita maka peperangan tidak akan terhindarkan!"
Sesaat kemudian Xiang Yang tiba-tiba mendapatkan transmisi suara dari Benua Chenwu.
"Ketua Xiang, ada ribuan makhluk aneh tiba-tiba datang menyerang Benua Chenwu dari arah timur!"
Xiang Yang tiba-tiba berdiri.
"Saudara Shin, maaf tapi aku baru saja mendapatkan kabar bahwa ada yang menyerang Benua Chenwu, aku harus segera kembali!" Xiang Yang menangkupkan tangannya.
"Kalau begitu hati-hati Saudara Xiang Yang, jika kau memerlukan bantuan maka jangan sungkan datang ke Benua Langit," Shin juga menangkupkan tangannya.
"Kalau begitu aku pergi dulu," Xiang Yang mengeluarkan token teleportasi lalu menghilang seketika, kembali ke Benua Chenwu.
Kini hanya tersisa Shin dan Bing Qiaoyu di gazebo.
"Shin gege, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Jika ada banyak Dunia Mortal yang menyatu, apakah kita perlu mencari keberadaan benua utama Dunia Mortal lain?"
Shin mengangguk, "itu memang hal yang harus kita lakukan, kumpulkan semua petinggi, panggil Saudara Litian dan Saudara Chu Yan, kita akan melakukan rapat penting untuk membahas masalah ini!"
***
Benua Chenwu.
Timur Benua Chenwu saat ini sedang terjadi pertarungan melawan ribuan sosok humanoid bertubuh hitam dan bentuk yang aneh.
Ada yang memiliki 4 lengan, ada yang terlihat berbentuk seperti bola besar dengan satu mata besar dan sepasang sayap kelelawar, ada juga yang memiliki tinggi sampai puluhan meter dengan kepalanya dipenuhi tanduk dan punggung berduri.
Para makhluk itu memiliki bentuk acak, mengeluarkan aura hitam yang mencekam.
Diantara para makhluk itu ada sekitar 10 yang berada ditingkat Mahayana, 4 diantaranya berada di tahap akhir.
Sisanya paling rendah berada ditingkat Transcendent tahap 3.
Beberapa sekte yang berada dekat pesisir pantai timur, menyatukan kekuatan mereka untuk menahan gempuran makhluk tersebut, berharap bantuan akan segera datang
Namun apa daya mereka hanyalah sekte kecil yang bahkan tidak ada diantara mereka yang berada ditingkat Nirwana.
__ADS_1
Mereka dengan mudah di habisi. Para makhluk itu membunuh dengan kejam, bahkan setelah membunuh mereka langsung memakan para kultivator tersebut.
"Hahaha! Entah apa yang terjadi, padahal kami sudah menelusuri lama setiap lautan untuk mencari keberadaan para manusia namun tidak menemukannya, tapi setelah kekacauan ruang sebuah benua tempat para manusia tinggal malah ditemukan!" Ucap seorang makhluk aneh yang berada ditingkat Mahayana tahap akhir bernama Jang Sun.
"Kekek, kau benar Jang Sun, para manusia ini bisa menjadi santapan kita!" Uacp makhluk lainnya bernama Jang Mo.
"Mari kita bersenang-senang! Bunuh semua manusia yang terlihat!" Teriak makhluk bernama Jang Mu.
Para makhluk lainnya tertawa keras, mereka sudah membantai semua manusia yang menghadang jalan mereka.
Saat mereka akan kembali bergerak maju, tiba-tiba gelombang energi dingin melesat kearah mereka.
*BOOOOMMMM!!
Gelombang energi dingin itu bergerak terlalu cepat, hanya makhluk tingkat Mahayana saja yang sempat bereaksi.
Semua makhluk yang tidak dapat menghindari ledakan semuanya membeku di tempat, jatuh ketanah kemudian hancur berkeping-keping.
Para makhluk tingkat Mahayana terkejut melihat serangan yang begitu kuat. Bahkan mereka tidak akan bisa melakukan hal seperti itu.
Mereka melihat kearah serangan dimana terlihat seorang wanita cantik yang melayang di udara, menatap mereka dengan nafsu membunuh.
"Iblis! Bagaimana bisa ada iblis disni?!"
Wanita itu tida lain adalah Yun Nuwa. Dia tidak akan melupakan sosok iblis yang menjadi musuh bebuyutannya di kehidupan sebelumnya.
Para iblis itu menjadi pucat karena bisa merasakan tingkat kultivasi Yun Nuwa berada diatas mereka.
"Dia berada ditingkat Half Immortal! Tidak ku sangka ada kultivator kuat di Benua ini! Kita harus segera kembali dan melaporkan pada Tuan!" Jang Sun berbuat mengeluarkan token teleportasi.
"Domain Es!"
Namun mereka terlambat, Yun Nuwa mengeluarkan Domain Es membuat tangan mereka membeku hingga tidak bisa mengaktifkan Token Teleportasi.
"Kalian para iblis tidak bisa dibiarkan hidup!" Yun Nuwa pun langsung melesat, memenggal kepala dan memotong tubuh mereka tanpa ampun.
Hanya satu iblis saja yang Yun Nuwa sisakan untuk diintrogasi.
Meskipun dia memang membenci iblis sampai ke tulang-tulang, namun dia tidak sampai kehilangan kendali hingga tidak bisa berpikir jernih.
__ADS_1
"Kau harus menjawab semua pertanyaan ku!" Yun Nuwa mencekik leher Jang Sun hingga pingsan lalu membawanya pergi ke Sekte Naga Emas.