Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.49 - Memperbudak Raja Iblis


__ADS_3

Mo Qian telah merencanakan hal ini, jadi dia sudah menyiapkan 50 ribu pasukan sebelum pertemuan dimulai.


Ren Wang sebelumnya telah membawa 5 bawahan terbaiknya, satu diantaranya berada ditingkat Immortal tahap awal, sementara sisanya berada ditingkat Half Immortal tahap akhir.


"Jadi mana yang akan kita serang terlebih dahulu?" Tanya Ren Wang.


"Benua Chenwu, itu adalah benua yang paling dekat dari Benua Kuning."


"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan," Ren Wang menyeringai lebar, "mari kita lihat seberapa kuat sebenarnya Benua Chenwu itu."


3 Raja Iblis mendiskusikan beberapa hal lainnya sebelum pertemuan berakhir.


"Karena sudah tidak ada lagi urusan disini, aku akan langsung pergi, jika aku sudah mengetahui bagaimana kondisi Benua Biru aku akan langsung menyusul kalian. Jadi jangan menunggu ku, kalian bisa langsung berangkat."


Setelah itu, Yang Mo pun keluar dari ruang pertemuan, memanggil 10 bawahannya sebelum kembali ke Benua Biru dengan menggunakan Token Teleportasi.


*Wooossshhh!


Yang Mo dan para bawahannya pun langsung menghilang.


***


Benua Biru sudah menjadi benua yang diselimuti es abadi. Awalnya Benua Biru memiliki iklim tropis, namun kini memiliki iklim dingin yang ekstrim.


Salju yang sangat lebat tidak hentinya turun.


Di langit Benua Biru, tiba-tiba muncul 11 sosok iblis yang tidak lain adalah Yang Mo dan para bawahannya.


"Eh?" Yang Mo mengerutkan kening melihat tempat dimana dia berteleportasi.


"Dimana ini?" Yang Mo melihat sekitar, hanya ada daratan es dan badai salju dimana-mana.


"Yang Mulia, apakah mungkin ada kesalahan saat berteleportasi? Mungkinkah ini karena ruang yang masih kacau membuat token teleportasi mengalami gangguan?" Ucap salah satu bawahan Yang Mo.


"Jika itu karena kekacauan ruang membuat token teleportasi terganggu maka tidak mungkin kita berteleportasi di tempat yang sama. Jika ada salah satu diantara kita yang tidak berteleportasi kesini maka mungkin dugaan mu benar, tapi nyatanya kita berteleportasi ke tempat yang sama," balas salah satu bawahan Yang Mo lainnya.


"Diam!" Yang Mi berkata dengan suara berat membuat para bawahannya langsung diam.


Terlihat matanya melebar dengan bola mata merah menyala seolah dipenuhi kemarahan, tangannya mengepal erat melihat ke arah tertentu.


Para bawahan Yang Mo melihat ke arah pandangannya, mata mereka juga langsung melebar.

__ADS_1


Jelas sekali mereka melihat Kastil Raja Iblis yang sudah diselimuti es sepenuhnya.


"Siapa... SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI?!"


Yang Mo berteriak marah, terlebih dia sama sekali tidak bisa merasakan adanya iblis lain di Benua Biru.


Sulit untuk mereka percayai jika semua iblis di Benua Biru telah terbunuh. Karena iblis di Benua Biru berjumlah jutaan, mereka baru meninggalkan Benua Biru selama beberapa hari saja dan sebelum itu kondisi Benua Biru baik-baik saja.


Bagaimana mungkin hanya dalam beberapa hari seluruh iblis di Benua ini tersapu bersih?


"Kebetulan sekali kalian sudah kembali, jadi aku tidak perlu repot-repot mencari kalian."


Tiba-tiba sebuah suara pria terdengar seolah pria itu berbicara di samping telinga mereka.


Yang Mo dan lainnya langsung waspada, melihat ke segala arah namun tidak bisa menemukan keberadaan pemilik suara, bahkan mereka tidak bisa merasakan keberadaannya sedikitpun.


"Kalian melihat kemana? Aku berada di depan kalian."


Yang Mo terkejut saat melihat sosok pria yang berada hanya beberapa meter didepannya.


Yang Mo tanpa sadar menahan nafas, dia jelas melihat pria itu didepannya namun tidak dapat merasakan keberadaannya, seolah dia hanya ilusi.


Namun Yang Mo tau itu bukan ilusi.


Shin tidak menyangka ternyata yang datang adalah Raja Iblis dan para bawahan terkuatnya.


"Kau.. apa yang telah kau lakukan? Dimana semua bawahan ku yang berada di Benua Biru ini?!"


Meskipun Yang Mo tau kalau manusia didepannya sangat kuat, namun tidak terlihat sedikitpun ketakutan pada ekspresinya.


"Seperti yang kau lihat, Benua Biru sudah menjadi benua es, para iblis yang tersisa di benua ini semuanya membeku," Shin menyeringai lebar, "tidak ada yang tersisa."


"KAU.. MATI!"


Yang Mi mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak sepanjang 3 meter, melesat cepat menyerang Shin.


Dalam sekejap Yang Mo berada di atas Shin lalu menebaskan tombaknya, mengincar kepala Shin.


Namun dengan mudahnya Shin menangkap tombak Yang Mo tanpa membuatnya bergeser sedikitpun.


"Kekuatan yang lumayan. Aku sebenarnya sangat membenci iblis, tapi kalian cukup kuat, akan lebih berguna jika kalian aku jadikan budak!"

__ADS_1


Selain di Dunia 3 Warna ini, Shin tidak tau apakah mungkin ada lagi dunia yang dikuasai oleh para iblis.


Memperbudak sosok iblis ditingkat Immortal pasti akan berguna nanti untuk berhadapan dengan para iblis lainnya.


"Aku tidak akan pernah tunduk pada manusia!" Yang Mo menarik kembali tombaknya lalu bergerak mundur sambil mengeluarkan serangan jarak jauh.


Semuanya dapat dihindari dengan mudah.


Para bawahan Yang Mo tidak diam saja, mereka langsung menyerang membantu Raja mereka.


Pemadatan Ruang!


Sebelum mereka bisa mendekati Shin, mereka tiba-tiba berhenti bergerak di udara.


Tidak ada diantara mereka yang bisa menggerakkan satupun anggota badan, bahkan ujung jari sekalipun.


"Apa yang terjadi?" Yang Mo mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bergerak namun tidak bisa.


Dia merasa seolah berada di dalam suatu benda yang keras.


"Percuma saja, jika kekuatan kalian tidak bisa merusak susunan ruang maka kalian tidak akan bisa bergerak. Teknik Pemadatan Ruang membuat ruang menjadi padat hingga kalian tidak bisa bergerak," Shin terbang santai mendekati Yang Mo.


"Sekarang aku bisa dengan tenang membuat segel budak pada kalian," Shin menyeringai lalu melakukan segel tangan beberapa kali.


"Tidak! Aku tidak ingin menjadi budak manusia!" Yang Mo ingin berteriak, namun mulutnya tidak bisa bergerak.


Susunan formasi muncul di telapak tangan Shin. Dia pun menempelkan telapak tangan kanannya pada perut Yang Mo.


Seketika susunan formasi itu menjalar ke seluruh tubuh Yang Mo hingga membuat sang Raja Iblis Benua Biru itu terlihat seperti bertato.


Yang Mo merasa panas di perutnya, seolah Dantian nya akan meledak kapan saja.


Setelah hampir 1 menit, penanaman segel budak pun selesai.


"Baiklah sudah selesai, kau sekarang bisa bergerak!" Shin beralih ke para iblis lainnya hingga semua iblis itu dia tanamkan segel budak.


Barulah Shin menonaktifkan tekniknya, membuat para iblis itu bisa bergerak.


"Bersyukurlah karena kalian memiliki kekuatan, jika tidak aku pasti sudah membunuh kalian."


"Aku lebih baik mati daripada harus menjadi budak manusia rendahan!"

__ADS_1


Hanya Yang Mo saja yang Shin ijinkan berbicara, jika tidak maka semua iblis itu pasti akan ribut memberikan umpatan padanya.


"Haha, tapi sayangnya meskipun kau ingin mati sekalipun, kau tidak akan bisa melakukannya."


__ADS_2