Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.72 - Naga Yang Agung!


__ADS_3

Di tengah lautan luas, pada sebuah pulau kecil, terlihat Drazil dalam bentuk manusianya sedang tiduran santai di bebatuan besar di tepi pantai.


Bukan, Drazil dituran bukan karena dia malas mengerjakan tugas dari Shin menelusuri lautan untuk menemukan keberadaan benua lain, namun karena Drazil ingin merilekskan tubuh setelah berbulan-bulan terbang tidak menemukan apa-apa.


Bersantai memang diperlukan untuk memulihkan tenaga sekaligus menenangkan pikiran.


Drazil tidak perlu bermeditasi menyerap energi alam untuk memulihkan tenaganya. Dia adalah ras naga, tubuhnya akan secara otomatis menyerap energi alam tanpa melakukan meditasi.


Ini merupakan salah satu keunggulan ras Naga. Bahkan ras naga kelas atas bisa secara langsung menggunakan energi alam untuk menyerang tanpa menyerapnya dulu kedalam tubuh untuk diubah menjadi energi Qi.


Namun Drazil adalah ras Naga Elemental yang merupakan ras naga kelas bawah. Dia tidak memiliki kemampuan tersebut.


“Haaah, aku sebenarnya ingin kembali, tapi aku tidak berani kembali sebelum tugas yang Tuan Shin berikan membuahkan hasil!” Drazil menghela nafas.


Jujur saja pemimpin ras Naga Elemental itu merasa bosan karena tidak menemukan hiburan apapun selama berbulan-bulan terakhir.


Jika dia berada di Kuil Naga maka dia bisa bersenang-senang dengan naga betina favoritnya.


Bagaimana pun Drazil adalah pria, jelas dia memiliki naf*su yang harus terpenuhi.


Tiba-tiba Drazil beraksi, dia melompat tinggi keatas, menghindari lesatan energi yang mengarah padanya.


*Boooommmm!!


Lesatan energi itu menghantam pulau kecil tersebut hingga hancur.


“Energi kegelapan?” Drazil bisa merasakan sisa energi kegelapan dari ledakan tersebut.


Ia menoleh ke sumber serangan dan menemukan identitas yang menyerangnya ternyata adalah iblis. Jelas sekali dari bentuk tubuh makhluk itu serta aura kegelapan yang terpancar dari tubuhnya.


“Akhirnya dengan begini maka misi ku setidaknya akan memiliki hasil!” Drazil justru tersenyum lebar, seolah senang bertemu dengan musuh, “satu, dua, tiga... Ada 5 ekor iblis.”


Sementara itu, 5 iblis itu semuanya memiliki kultivasi yang sama dengan Drazil, yaitu tingkat Immortal tahap awal.


“Aku kira dia adalah seorang manusia, ternyata bukan.” Ucap seorang iblis bernama An Bian, “tapi ternyata dia adalah Spirit Beast...”


An Bian tidak tau Spirit Beast apa Drazil itu. Ia jelas bisa merasakan aura Spirit Beast darinya namun terasa memiliki tekanan tersendiri yang berbeda dengan Spirit Beast pada umumnya.

__ADS_1


An Bian menoleh kearah rekan-rekannya, namun mereka menggeleng, sama sekali tidak tau jenis Spirit Beast apa Drazil.


“Yah.. tidak peduli dia Spirit Beast apa, dia terlihat cukup kuat. Kita akan menangkapnya lalu membawanya kembali ke Benua Shang Fu. Yang mulia Shang Fu pasti akan memberi kita hadiah jika membawakannya tunggangan yang kuat,” An Bian tersenyum lebar, begitu juga dengan keempat rekannya.


Drazil yang mendengar perkataan An Bian, memasang wajah gelap.


“Para iblis rendahan berani mengatakan ingin menjadikan ku tunggangan! Sungguh berani!” Drazil meledakkan auranya, secara bersamaan mengeluarkan pedang kemudian melesat cepat.


Para iblis melebarkan mata melihat kecepatan Drazil yang sekarang sudah berada di hadapan salah satu diantara mereka.


4 iblis terbang ke samping sementara satu lagi dengan cepat memiringkan tubuhnya, menghindari tebasan vertikal Drazil.


Tebasan Drazil mengenai udara kosong, mengeluarkan gelombang energi kuat yang membelah lautan hingga sepanjang ratusan kilometer.


Drazil tidak menunggu iblis dihadapannya menjauh sebelum melakukan serangan lanjutan berupa tebasan horizontal.


Iblis itu tidak bisa menghindar dari jarak yang sedekat itu, ia hanya bisa membuat perisai pertahanan.


Namun tebasan kuat Drazil lebih cepat dibandingkan kecepatan perisai kegelapan iblis itu terbentuk. Terlebih Drazil adalah penggunaan elemen cahaya yang membuat tebasannya dengan mudah memotong perisai kegelapan yang belum sempurna.


Dengan sekali tebasan, iblis itu langsung terpotong menjadi dua bagian. Tidak ingin memberi kemungkinan untuk iblis itu hidup, Drazil kembali melancarkan tebasan lainnya, hingga tubuh iblis itu terpotong menjadi ratusan bagian.


Para iblis menjadi serius, mereka tidak lagi meremehkan Drazil. Aura cahaya yang naga itu keluarkan jelas merupakan kelemahan mereka para iblis pengguna elemen kegelapan.


An Bian mengeluarkan pedang ganda, begitu juga para iblis lainnya yang mengeluarkan senjata masing-masing.


Drazil tidak menunggu musuhnya menyerang, ia langsung bergerak cepat bagaikan kilatan cahaya.


Seketika Drazil berada di hadapan salah satu iblis, pedangnya sudah mengeluarkan tekanan intensitas cahaya yang sangat kuat, berada dalam ancang-ancang melakukan gerakan menusuk.


Iblis yang sudah tau tidak memiliki kesempatan menghindar, segera membuat barier kegelapan berbentuk bola hitam pekat hingga terkesan seperti telur.


Dalam sepersekian detik, Drazil menusukkan pedangnya sebanyak ribuan kali.


Membuat barier kegelapan itu terpental bersama iblis didalamnya. Terlihat barier kegelapan itu sudah hancur berkeping-keping.


Drazil kembali melesat mengejar si iblis hingga ia kembali berada di hadapan iblis itu, kali ini siap memotong lehernya.

__ADS_1


Namun tentu saja iblis lainnya tidak diam saja. An Bian yang bisa membaca arah pergerakan Drazil sudah berada tepat di samping sang naga, pedang gandanya sudah siap memotong tubuh Drazil.


Akan tetapi sangat disayangkan, Drazil pun sudah menebak pergerakan An Bian hingga ia tidak melanjutkan serangan dan menghindari tebasan pedang An Bian dengan sempurna.


“Aku dengar iblis seperti kalian memiliki kekuatan dan ketahanan fisik yang lebih kuat dari manusia.”


Suara Drazil terdengar tepat di belakang An Bian membuat sang iblis melebarkan matanya.


“Tapi sayangnya aku bukan manusia!”


Sebelum An Bian membalik badan, sebuah tendangan keras menghantam kepalanya, membuatnya terpental ke samping, terseret diatas permukaan laut sampai terpental berkali-kali.


Dua iblis muncul di samping dan di belakang An Bian.


Drazil, bersiap melakukan serangan.


“Kekuatan dan ketahanan fisik kalian bagaimana selembar kertas dan lapisan baja jika dibandingkan dengan fisik yang aku miliki!”


Drazil diam tidak menghindari tebasan pedang kedua iblis. Pedang dan tombak menebas leher dan pinggangnya.


Namun apa yang kedua iblis itu dapat adalah suara seperti benturan dua logam keras.


Kedua iblis melebarkan mata saat melihat leher dan punggung Drazil sudah tumbuh sisik putih disertai lapisan armor cahaya.


Memanfaatkan keterkejutan kedua iblis, Drazil meluruskan jari-jari tangan kanannya, tangannya dilapisi energi cahaya yang begitu padat, kemudian dengan kuat menusuk dada salah satu iblis hingga menembus punggungnya.


“Entah itu ketahanan fisik maupun kemurnian dan intensitas energi...”


Terlihat tangan yang menembus punggung sang iblis memegang sesuatu. Itu adalah jantung iblis itu yang berdetak selama beberapa saat sebelum berhenti.


Tangan kiri Drazil tidak diam saja, ia menyambar leher satu iblis lainnya kemudian mematahkan lehernya.


“..Kalian sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan ku.”


Kedua iblis itu langsung tewas di tangan Drazil.


“Satu hal lagi, aku bukan Spirit Beast,” bersamaan dengan itu, aura kuat keluar dari tubuhnya buah Drazil dengan tubuhnya yang seketika berubah bentuk.

__ADS_1


“Aku adalah Hewan Suci! Naga yang agung!”


“ROOAAARRRHHH!!”


__ADS_2