Supreme God Kultivasi

Supreme God Kultivasi
Ch.105 - Pertarungan Terakhir Di Dunia Mortal IV


__ADS_3

Malaikat Jiwa Abadi tidak terima jika harus mati di tempat seperti ini, mati ditangan dua orang manusia. Dia harus melakukan sesuatu agar bisa keluar dari situasi ini, situasi yang membuatnya terus ditekan tanpa bisa memberikan perlawanan.


Pengerasan Ruang!


Dalam satu kesempatan, Shin berhasil menjebak Malaikat Jiwa Abadi didalam teknik ruangnya.


“Sekarang saudara Xiang Yang!”


“Baik!” Xiang Yang saat ini berjarak cukup jauh namun dia dengan cepat tiba di dekat Malaikat Jiwa Abadi dengan menggunakan robekan ruang.


“Teknik Segel Jiwa! Mencabut Jiwa!”


Puluhan rantai jiwa keluar dari susunan formasi di tangan Xiang Yang. Puluhan rantai jiwa yang memiliki ujung tajam itu masuk kedalam tubuh Su Xianlin yang didiami Malaikat Jiwa Abadi.


“Sial!” Malaikat Jiwa Abadi berteriak marah. Dia tidak akan terima jika dirinya kalah disini.


Jiwa Malaikat Jiwa Abadi mulai tertarik keluar secara paksa oleh rantai jiwa Xiang Yang.


“Tidak.. aku tidak akan kalah disini!” Malaikat Jiwa Abadi terus berusaha melawan tarikan dari rantai jiwa, “AKU TIDAK AKAN KALAH!”


Malaikat Jiwa Abadi mengeluarkan semua kekuatan jiwanya, memaksa rantai jiwa terlepas. Meskipun itu membuat jiwanya terluka, namun itu masih lebih baik dari pada harus mengalami kekalahan.


Shin dan Xiang Yang terpental puluhan meter karena gelombang ledakan kekuatan jiwa tersebut.


Saat ini terlihat 10 pasang sayap putih bersih di punggung Malaikat Jiwa Abadi, auranya berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya.


Shin melebarkan matanya sementara Xiang Yang mengerutkan kening.


“Dia.. dia membakar vitalitasnya untuk memperkuat kekuatannya! Ini gawat!” Xiang Yang tidak berpikir Malaikat Jiwa Abadi akan melakukan hal seperti ini.


Vitalitas yang Malaikat Jiwa Abadi gunakan bukanlah vitalitas miliknya namun milik tubuh Su Xianlin. Jika Malaikat Jiwa Abadi terus membakar vitalitasnya maka Su Xianlin pasti akan mati.


“BERANINYA KAU!” Shin sudah benar-benar merah, dia langsung melesat menyerang.


“Saudara Shin! Jangan gegabah!”


Peringatan Xiang Yang percuma saja, dia sama sekali tidak didengar oleh Shin.

__ADS_1


“Keluar dari tubuh istri ku sekarang juga!!” Shin sudah berada di depan Malaikat Jiwa Abadi dengan pedang yang terangkat keatas, siap menebas Malaikat Jiwa Abadi.


Shin melebarkan matanya saat Malaikat Jiwa Abadi dengan santai menahan serangannya menggunakan Pedang Sumber Jiwa.


“Kau sudah hampir mencapai batas, luka mu juga membuat mu tidak bisa bergerak bebas!” Malaikat Jiwa Abadi menyeringai, “dalam situasi ini kau tidak akan bisa mengalahkan ku!”


Malaikat Jiwa Abadi berputar menendang perut Shin hingga terpental jauh. Xiang Yang dengan sigap menangkap tubuh Shin agar tidak terpental lebih jauh.


Malaikat Jiwa Abadi pun melakukan segel tangan, mengeluarkan ratusan ribu simbol-simbol unik. Semua simbol itu menyebar kesegala arah sebelum menghilang.


Susunan ruang yang tadinya kacau kini menjadi stabil kembali.


“Cih! Dia ternyata bisa menstabilkan ruang dengan susunan formasi!” Xiang Yang berdecak kesal.


Xiang Yang sekarang sudah mulai kesulitan mempertahankan Tranformasi Naga Emas. Sementara Shin sendiri sudah tidak bisa mempertahankan bentuk sempurna Tranformasi Naga Emas.


Terlihat kini dia hanya memiliki tanduk, mata naga serta cakar yang memiliki panjang setengah dari ukuran biasa.


Shin terengah-engah, dia memaksakan diri untuk mempertahankan Tranformasi Naga Emas. Bahkan sekarang dia kesulitan menarik energi dari Twillight Orb.


Xiang Yang mengeluarkan sebuah Spirit Pil, “saudara Shin, makan ini terlebih dahulu, aku akan menahannya selama beberapa menit!”


Kali ini Shin tidak menolak, dia mengambil Spirit Pil pemberian Xiang Yang.


Xiang Yang membuat kubus ruang untuk melindungi Shin dari serangan yang berpotensi mengganggu pemulihannya.


“Guru, dengan Qi Surgawi ku saat ini akan sulit menanganinya sendiri. Apa guru tidak bisa sedikit membantu ku? Atau apakah ada cara agar situasi ini bisa lebih baik?”


Dan Xiang Yang pun mendengar gurunya menghela nafas. Sebenarnya ia sadar gurunya saat ini hanya setingkat dengan kultivator tingkat Nirwana, tidak akan memberikan efek apapun meski gurunya keluar membantu.


Sumber daya untuk memperkuat jiwa gurunya sangat langka, yaitu memerlukan sumber daya dengan atribut Yin dan Yang.


Xiang Yang sebenarnya ingin memberi gurunya lebih banyak sumber daya, namun gurunya hanya mengambil sedikit dan menyarankan agar sumber daya itu ia gunakan untuk meningkatkan kultivasi.


Dan saat ini, Xiang Yang bertanya solusi pada gurunya, berharap ada suatu masukkan yang mungkin berguna.


“Kau saat ini memiliki sebuah dunia sebesar planet di dalam tubuh mu, Yang’er. Kau bisa menggunakan energi di dunia tersebut untuk langsung kau gunakan!”

__ADS_1


Xiang Yang terdiam, berkedip beberapa kali, “apakah itu bisa dilakukan?”


“Jika tidak bisa maka guru tidak akan menyarankannya. Guru selama ini tidak mengatakan hal ini karena ingin kau mengetahui dengan sendirinya, tapi pada akhirnya gurulah yang membuat mu mengetahuinya.”


Xiang Yang merasa canggung, ia telah membuat gurunya sedikit kecewa.


“Tapi ingat, jangan menyerap energi di Dimensi Xiang terlalu banyak atau itu akan merusak kestabilannya. Maksimal kau gunakan setengah energi Dimensi Xiang!”


“Baik guru.” Senyum tipis menghiasi wajah Xiang Yang.


“Kenapa kau tersenyum? Apakah ada yang lucu?” Malaikat Jiwa Abadi menyipitkan matanya.


“Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu.”


Xiang Yang langsung mencoba menarik energi dari Dimensi Xiang. Seketika tubuhnya mengeluarkan luapan energi yang sangat kuat.


Malaikat Jiwa Abadi terkejut melihat itu. Dari mana dia mendapatkan energi yang begitu melimpah? Padahal dia tadi jelas merasakan Qi Surgawi Xiang Yang sudah sangat tipis.


Xiang Yang menarik lebih banyak energi dari Twillight Orb, membuat aura yang dia keluarkan menjadi lebih kuat.


Ekspresi terkejut Malaikat Jiwa Abadi dengan cepat memudar, dia masih percaya diri dapat mengalahkan Xiang Yang.


Terlihat tubuh Su Xianlin yang awalnya seperti gadis berusia 18 – 20 tahun, kini terlihat seperti wanita berusia 30 tahun. Itu karena Malaikat Jiwa Abadi membakar lebih banyak vitalitas untuk memperkuat kekuatannya.


Xiang Yang tidak ingin membuang-buang waktu karena semakin lama akan semakin banyak vitalitas Su Xianlin yang habis, itu akan memperburuk keadaan istri saudaranya itu.


Sesuatu seperti asap hitam muncul di belakang Xiang Yang, membentuk seperti lubang kegelapan. Xiang Yang terserap kedalam lubang kegelapan, atau lebih tepatnya masuk kedalam lubang kegelapan.


Xiang Yang keluar di samping Malaikat Jiwa Abadi kemudian menyerangnya. Namun Malaikat Jiwa Abadi berteleportasi ke tempat lain dan Xiang Yang dengan cepat mengejarnya dengan cara yang sama.


Lubang kegelapan yang dia ciptakan memiliki fungsi yang sama dengan robekan ruang yang menghubungkan antara satu tempat dengan tempat lainnya.


Namun menggunakan lubang kegelapan akan lebih cepat serta Qi Surgawi yang dikonsumsi jauh lebih rendah. Jadi menggunakan lubang kegelapan akan lebih efisien.


Meskipun begitu, lubang kegelapan ini hanya bisa Xiang Yang gunakan di dalam Domain Yin-Yang.


Pertarungan antara Xiang Yang melawan Malaikat Jiwa Abadi seperti kejar-kejaran. Mereka menghilang dari tempatnya lalu muncul di tempat lain, melancarkan serangan tunggal lalu pindah ke tempat lainnya dan terus seperti itu.

__ADS_1


Berkali-kali Malaikat Jiwa Abadi berusaha menyerang Shin namun selalu digagalkan oleh Xiang Yang.


__ADS_2